User Avatar
Maman Solihin
21 Mei 2026 23.29.18 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori

Selama ini, sepanjang umur yang telah berlalu, aku mengira Hudzaifah (Abu Ubaidah) hanya menerima naskah pidato yang sudah jadi, lalu ia menambahkan beberapa sentuhan, kemudian menyampaikannya dengan suaranya yang indah yang telah menawan relung-relung hati… hingga ia gugur… lalu satu per satu rahasia pun tersingkap!!

Keajaiban yang sungguh menakjubkan pada diri Hudzaifah.

Ternyata Hudzaifah bukan hanya menulis pidatonya sendiri… bahkan ia adalah penanggung jawab penuh atas seluruh komunikasi dan pidato media. Ia adalah menteri informasi perlawanan—jika boleh dikatakan demikian. Ia menyusun keseluruhan strategi media, kemudian tim kerja di bawahnya mengikuti langkah-langkah yang telah ia tetapkan.

Sampai pada tingkat bahwa dialah yang menamai berbagai pertempuran: “Batu-batu Daud”, “Tongkat Musa”.

Demikian yang disampaikan oleh putranya yang mulia, Ibrahim—semoga Allah menjaganya.

Karena itulah engkau dapati ia sebagai satu dari empat orang dalam Dewan Kepemimpinan pada Hari Penyeberangan.

Ia benar-benar sebuah sekolah media yang utuh, yang menghancurkan agensi-agensi media terkuat di dunia,

terutama media Barat, Amerika, dan Zionis, serta media Arab yang mengikuti garis Zionis seperti Al-Arabiya, Sky News, dan lainnya.

Seluruh sampah itu ia kumpulkan lalu dihantamnya hingga hancur total 🔻

Dengan narasinya, ia membakar miliaran dana yang telah dihabiskan serta umur-umur yang terkuras untuk memalsukan fakta dan memperindah serta memoles wajah kebatilan.

Inilah yang mengherankan:

seorang lelaki sederhana, tumbuh di kamp pengungsi “Jabalia”, tidak menempuh pendidikan di universitas-universitas internasional ternama, tidak pula meraih gelar akademik tertinggi, tidak lahir dari ayah pemilik perusahaan dan bisnis besar, bukan pula dari keluarga berjabatan atau memiliki relasi politik dan internasional!

Namun ia datang dan mempermalukan raksasa-raksasa di bidang ini, menundukkan hidung mereka ke tanah.

Jika engkau ingin melihat besarnya dampak yang dilakukan lelaki ini—dengan izin Allah—

lihatlah juru bicara militer Israel, “Daniel Hagari”.

Perutmu akan sakit hanya dengan memandang wajahnya,

atau mungkin rahangmu akan pegal karena terlalu banyak tertawa.

Orang ini telah menjadi bahan olok-olok dunia,

hingga akhirnya ia mengundurkan diri dari jabatannya.

Kemudian lihatlah hari pengumuman kesyahidan Hudzaifah,

agar engkau memahami apa yang sebenarnya terjadi di dunia!

Namun, apakah engkau mengira ini semua hanyalah kebetulan?

Ada rahasia, wahai saudaraku… rahasia yang besar.

Aku masih mencarinya.

Aku mencarinya sekarang di halaman-halaman saudara-saudara Hudzaifah dan putranya,

dalam sejarahnya,

dalam kehidupannya,

dalam kesehariannya.

Putranya, Ibrahim, berkata bahwa ia pernah melihat ayahnya di tengah peperangan.

Ia bertanya, “Wahai Ayah, berapa banyak Al-Qur’an yang Ayah baca?”

Ia menjawab, “Aku mengkhatamkan Al-Qur’an setiap dua atau tiga hari!!”

Apa?!

Lelaki yang diburu oleh seluruh badan intelijen dunia?!

Yang memikul tanggung jawab pengelolaan media perang secara penuh?!

Setiap dua atau tiga hari?!

Berarti lelaki ini memang berbeda.

Carilah pesan tesis magisternya,

lihat halaman Facebook-nya yang berhenti aktif sejak lebih dari sepuluh tahun lalu.

Pasti ada rahasia.

Ada keadaan batin tertentu.

Lelaki yang melalui pidato-pidatonya membuatku merasa bahwa aku belum mengenal Islam dengan sebenar-benarnya.

Redaksi shalawat kepada Rasulullah ﷺ yang ia gunakan—

yang belum pernah aku dengar sebelumnya—

namun sangat teliti dan sepenuhnya benar menurut penjelasan para salaf!

Lelaki yang memandang agama sebagaimana tidak banyak orang beragama memandangnya.

Hingga pada akhirnya,

ia berdiri dalam khutbah perpisahannya,

mantap dalam kata-kata,

mengangkat telunjuknya,

berbicara kepada seluruh pemerintahan,

partai-partai,

kelompok-kelompok,

dan para ulama,

lalu ia kumpulkan mereka semua dalam satu kalimat,

dan menggugat mereka di hadapan Hakim pada Hari Pembalasan:

أنتم خصومنا أمام الله يوم القيامة

“Kalian adalah lawan kami di hadapan Allah pada Hari Kiamat.”

Maka tak seorang pun dari mereka mampu mengucapkan sepatah kata pun!

--- Shalahuddin Ayman

Dikutip dari buku "Di Balik Keffiyeh Abu Ubaidah"

Info PO Buku

📲 0851-7952-3933