Salah satu tanda lemahnya kesadaran peradaban adalah ketika masyarakat lebih sibuk dengan konsumsi daripada produksi.
Mereka mengonsumsi ide,
mengonsumsi konten,
mengonsumsi teknologi,
dan mengikuti apa yang dibuat oleh orang lain, tanpa sungguh-sungguh bertanya:
apa yang kita hasilkan?
Bangsa-bangsa tidak maju hanya karena banyaknya apa yang dimiliki, melainkan karena kemampuan mereka untuk memberi tambahan, berpengaruh, dan menciptakan pengetahuan.
Karena itu, hal paling berbahaya yang dapat terjadi pada suatu masyarakat bukan hanya kemiskinan materi, melainkan ketika mereka terbiasa menjadi “penerima” semata.
Kesadaran peradaban dimulai ketika pertanyaan berubah dari:
apa yang kita beli?
menjadi:
apa yang kita buat?
apa yang kita tambahkan?
dan bagaimana kita menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan sekadar penonton?
— Dr. Abdul Karim Bakkar