User Avatar
Maman Solihin
25 Mei 2026 02.58.40 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori

Hari Arafah…

Hari ketika langit begitu dekat dengan bumi…

Hari ketika Rabb (Tuhan) mendekat kepada makhluk-Nya…

Hari di mana para salaf menyimpan doa-doa dan menabung hajat-hajat untuk hari ini…

Seakan-akan Allah memilih hari ini untuk para jemaah haji, agar Dia membalas mereka atas berdirinya mereka dalam keadaan telanjang (dari dunia) dan penuh kehinaan di hadapan-Nya…

Dan bagi yang tidak berhaji, karena mereka berpuasa dan bersungguh-sungguh dalam doa…

Masuklah kepada Allah di hari ini melalui pintu kehinaan dan kerendahan diri…

Aku tidak mengira bahwa Allah memerintahkan ihram bagi para jemaah haji dan umrah, kecuali karena Dia mencintai melihat mereka dalam keadaan seperti ini…

Seorang lelaki berkata kepada Imam Ahmad pada hari Arafah:

"Wahai Imam, pakaian ihramku menjadi kotor, apakah boleh aku menggantinya?"

Ia menjawab:

“Dari sisi fikih, boleh saja. Tapi aku menyukai agar Allah melihatmu dalam keadaan seperti ini — penuh kefakiran, kelembutan, dan kelemahan — agar Dia mengampunimu!”

Demikian pula Dia mencintai bau mulut orang yang berpuasa, ketika mereka berada dalam puncak rasa lapar dan hausnya…

Dan Dia mencintai tetesan air mata dari orang yang merasa lemah, miskin, dan tunduk di hadapan-Nya…

Masuklah kepada-Nya melalui pintu sedekah… seakan-akan kalian berkata kepada-Nya dengan bahasa keadaan, bukan kata-kata:

“Inilah pemberian seorang hamba yang pelit dan menahan hartanya… maka bagaimana dengan pemberian Tuhan yang Maha Pemurah?”

Masuklah kepada-Nya melalui pintu pujian… dan sebaik-baik pujian adalah apa yang dipilih-Nya sendiri untuk hari Arafah:

Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

(Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Masuklah kepada-Nya melalui pintu amalan tersembunyi… sebab tidak ada yang lebih mendekatkan seorang hamba kepada Allah dibanding amalan rahasia yang dilakukannya dengan harapan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya…

Masuklah dari semua pintu, atau dari salah satunya… yang penting adalah masuklah… dan masuklah dengan segera, bukan terlambat; dengan penuh harap dan semangat, bukan dengan berpaling dan acuh…

Aku pernah masuk ke sebuah tenda milik seseorang pada hari Arafah, dan aku dapati penghuninya sedang bermain game elektronik di ponsel atau perangkat mereka… maka aku khawatir mereka termasuk dalam sabda Nabi ﷺ:

“Adapun yang ketiga, maka ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya.”

Lalu aku masuk ke tenda lain, aku dapati penghuninya sedang bersiap untuk tidur… maka aku berkata kepada mereka:

“Ini bukan hari untuk tidur… ini hari untuk menangis, berdoa, dan berharap…

Jika kalian mampu berdiri sepanjang hari ini, maka lakukanlah… sebab sesungguhnya ini hanya beberapa jam yang akan segera berlalu.”

Adapun jam-jam terakhir dari hari Arafah… maka bersungguh-sungguhlah di dalamnya…

Karena pada saat itu banyak leher yang dibebaskan dari neraka, rahmat Allah turun, doa-doa dikabulkan, dan harapan-harapan diwujudkan…

Betapa banyak orang yang diberi setelah sebelumnya tak memiliki… betapa banyak yang ditolong dalam kegelisahan… dan betapa banyak pendosa yang diterima taubatnya…

Persiapkan rintihanmu untuk waktu itu… ajak anggota keluargamu yang lemah… bawalah hatimu, air matamu, dan permintaan besar-besarmu…

Jangan lupakan umatmu yang sedang terluka… anak-anakmu yang dikepung oleh setan dari kalangan manusia dan jin… istrimu, saudara-saudaramu… dan sebelum mereka semua — akhiratmu, dosamu, duniamu, dan seluruh urusanmu…

Sebab jika Yang Maha Pemurah memberi… maka pemberian-Nya tiada bandingnya.

Jika kamu merasakan hatimu hadir… maka tambahlah (ibadahmu)… sebab hadirnya hati adalah tanda diterimanya amal…

Dan jika kamu merasakan kekerasan dan kelalaian… maka paksakan dirimu untuk menangis… dan segeralah menghimpun kembali hatimu yang tercerai…

Sebab berpalingnya hati di saat dekat sangatlah menakutkan…

Jangan tinggalkan tempatmu hingga adzan maghrib… sebab tangan terakhir yang mengangkat doa adalah yang paling berhak atas pemberian…

Dan jika Allah menyempurnakan harimu, menggembirakan hatimu, melancarkan lisan dan air matamu… maka bergembiralah atas diterimanya amalmu…

Sebab jika Dia membukakan lisanmu untuk berdoa, itu adalah tanda bahwa Dia ingin memberimu — sebagaimana dikatakan oleh Ibn ‘Aṭhā’illah.

Itulah Arafah… bagi siapa yang mengenalnya…

Adapun yang tidak… maka betapa aku menyesalkan keadaannya…

Hiduplah di hari Arafah seolah-olah kalian sedang mendengar nama-nama orang yang dibebaskan dari neraka disebutkan di langit…

Bayangkan namamu disebut di antara mereka…

Tidak ada nama-nama yang dipanggil seperti nama-nama yang dipanggil di hari ini…

Karena ganjaran-ganjaran pada hari Arafah langsung diberikan… maka raihlah salah satunya…

Sebab, kamu hanya butuh satu jam kejujuran dan satu momen kembali kepada Allah untuk menyusul mereka.

Dr. Khalid Hamdi