User Avatar
Maman Solihin
25 Mei 2026 21.37.10 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori

Makna Kisah Pengorbanan

➤ Ujian tidak meminta izin terlebih dahulu, maka persiapkanlah dirimu dengan amal saleh yang menjadikanmu –setelah pertolongan Allah kepadamu– layak untuk dipilih oleh-Nya.

➤ Orang yang paling besar cintanya kepada Tuhannya adalah yang paling berat ujiannya… (Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata).

➤ Ibrahim bersikap santun kepada ayahnya yang kafir, lalu ia dikaruniai anak shaleh yang berkata kepadanya saat akan disembelih:

"Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu…"

(Balasan kebaikan anak yang shaleh datang lebih awal).

➤ Tebusan (sembelihan) telah disiapkan, sementara Ibrahim dan Ismail sedang diuji… Engkau pun dalam ujianmu, takdir Allah sedang bekerja menyiapkan balasan untukmu!

➤ Keshalehan anak-anak memiliki dua sebab: sebab lahir dan batin… Bersungguh-sungguhlah dalam sebab lahir, dan jangan tinggalkan yang batin, di antaranya semua bentuk sembelihan (aqiqah, hadiah kurban, dan hewan kurban)… Sebagaimana dalam hadis: “Anak tergadaikan dengan aqiqahnya.”

➤ Sekalipun para ayah mengorbankan usia dan harta mereka demi anak yang saleh, itu tidaklah berlebihan… Karena ucapan Ismail kepada Ibrahim: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu” meringankan segala kesulitan yang dialami oleh setiap Ibrahim dalam upaya mereka mendidik anak yang saleh.

➤ Kabar gembira dari Allah yang datang secara tiba-tiba setelah kesulitan yang dahsyat mampu melupakan si teruji dari segala rasa sakit dan luka, betapapun besarnya…

"Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu."

➤ Semua kesusahan dunia menjadi ringan bila kau memiliki istri seperti Hajar dan anak seperti Ismail!

Andai saja orang-orang yang menghabiskan hidupnya demi mengisi perut anak-anak mereka tahu bahwa hati, jiwa, dan akal anak-anak mereka jauh lebih utama.

➤ Sikap Ibrahim dan Ismail memberi manfaat bagi umat Islam hingga hari kiamat… Semua Muslim ikut menikmati daging kurban dan kegembiraan Idul Adha…

Begitu pula para pembaru (mujaddid dan pendidik)… Mereka menjadi keberkahan bagi umat mereka walau mereka sendiri tidak menyadarinya…

Namun… andai saja para pembaru itu menyadari!

➤ Di balik setiap Ismail ada ibu seperti Hajar… Sejak para ibu seperti Hajar tak lagi mendidik “Ismail”-nya, kita kehilangan banyak anak-anak yang saleh dan berbakti!!

Dr. Khalid Hamdi