Nethanyahu

Sungguh, Netanyahu telah melampaui batas di muka bumi dan memperbanyak kerusakan di dalamnya.

Ia bersikap sombong dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di zaman ini.

Sampai-sampai keadaannya sampai pada titik ia berkata: “Kami akan mengalahkan Hamas, meskipun Allah bersama mereka.”

Abaikan dulu realitas lapangan dan fakta bahwa ia tidak mampu menyelesaikan pertempuran melawan sebuah jamaah mujahadah yang dikepung.

Kepungan itu tidak berarti apa-apa dalam peta geografi, tetapi ia besar dan agung dalam lembaran sejarah.

Dan perhatikanlah bersamaku satu sisi penting yang akan kusebutkan.

Sesungguhnya Netanyahu dengan ketinggian dan kesombongan ini sedang menghabiskan jatah penangguhan hukumannya.

Agar Allah mengambilnya dengan siksaan yang keras di dunia dan akhirat.

Kegilaan kesombongan yang ada padanya, bahkan kompleks inferioritasnya, akan menjerumuskan si bodoh sombong ini kepada nasib yang sama seperti para thaghut dan orang-orang yang melampaui batas sebelumnya.

Sungguh Allah memberi tangguh, tetapi tidak melalaikan.

Allah berfirman tentang Fir‘aun:

\"Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia yang dijadikan pelajaran. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut.\" [QS. An-Nazi‘at: 25-21]

Aku pastikan bahwa Netanyahu seperti Fir‘aun.

Keduanya menderita insomnia dan kecemasan besar karena takut kerajaannya runtuh…

Dan Netanyahu suatu hari akan hancur sebagaimana Fir‘aun hancur.

Akan berakhir pula legenda yang ia bersusah payah ingin bangun…

Si thaghut itu hanyalah hamba yang berputar di sekitar dirinya sendiri.

Ia tidak mengenal keagungan Allah.

Ia menyangka Allah terbang bersama burung, atau menyangkanya duduk di atas awan.

Ia tidak mengenal ‘Arsy dan Kursi.

Allah berfirman:

\"Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.\" [QS. Al-An‘am: 91]

Netanyahu menjanjikan bangsanya kemenangan mutlak.

Dan Allah telah menjanjikan kita tamkin, walau setelah beberapa waktu.

Kita akan lihat janji mana yang ditepati.

Demi Allah, tidak akan ditepati kecuali janji Allah.

Dan tidak akan menang kecuali dakwah Allah.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.