Pemboman Tempat Penampungan Pengungsi dan Kejutan Peringatan Pengungsian
Ditulis oleh : Sang Mujahid Zaki Hamad
Musuh yang berbuat jahat itu mengikuti kebijakan membombardir pusat penampungan beserta orang-orang di dalamnya dengan dalih adanya buronan.
Sikap ini adalah kriminalitas murni.
Seorang mujahid tidak menembakkan roket dari pusat penampungan, tidak pula menyimpan senjata di dalamnya.
Pusat penampungan itu justru tempat beberapa orang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan remaja, dan sebagian mereka mengimami manusia dalam shalat.
Namun musuh telah membombardir lebih dari seratus pusat penampungan dan melakukan pembantaian yang mengerikan.
Kami telah membuka halaqah-halaqah tahfizh Al-Qur’an di tempat penampungan.
Setiap bulan kami mengadakan ujian.
Pada hari ujian itu, enam puluh siswa sedang menunggu giliran, semuanya anak-anak.
Tiba-tiba datang telepon kepada salah satu pengungsi di tempat penampungan:
\"Kalian punya sepuluh menit untuk mengosongkan pusat ini. Kami akan membombardirnya..!\"
Begitu saja, tanpa pendahuluan.
Orang-orang pun berlari mengambil apa yang bisa mereka bawa berupa selimut dan sepotong roti.
Mereka keluar ke jalan dengan tergesa-gesa.
Tidak berselang lama, pesawat tempur membombardir tempat penampungan itu dan meratakannya dengan tanah.
Yang mengherankan di sini ada dua hal:
Pertama: Peringatan tempat penampungan melalui telepon sebelum dibom.
Musuh yang jahat itu sering membom pusat-pusat penampungan tanpa peringatan.
Tapi aku menduga, pada kali ini kami diliputi keberkahan Al-Qur’an, sehingga tidak ada seorang pun yang terluka.
Kedua: Perwira terkutuk yang menelepon salah satu pengungsi itu berkata kepadanya:
\"Kami akan membom pusat penampungan karena kalian menghafal Al-Qur’an di dalamnya!!\"
Demi Allah, mereka adalah para perusak di muka bumi.
Mereka tidak memiliki pengalaman bertempur, mereka hanya menambal harga diri mereka di sana-sini...
Dan ini adalah janji yang kami ikat atas diri kami dan kami persaksikan kepada Allah:
Kami akan terus melangkah dalam perjalanan Al-Qur’an untuk membebaskan manusia dari para penjahat Nazi ini.
Ya Allah, jagalah kami dengan Al-Qur’an, dan jadikanlah ia penyejuk hati kami.