Khutbah Idul Adha di Gaza!

1. Salam untukmu wahai Gaza, salam untukmu pada hari yang menyerupaimu dalam kejernihan, kejujuran, pengorbanan, dan gema takbir.

2. Salam atasmu pada hari engkau bangkit, pada hari engkau terluka, dan pada hari engkau dibangkitkan kembali.

3. Salam atasmu pada hari engkau bersabar dengan kesabaran yang agung, pada hari engkau berjaga di garis perjuangan, dan pada hari engkau menerobos serta mendatangi mereka dari setiap penjuru.

4. Salam atasmu pada hari engkau menolak untuk dipenjara, menolak untuk dikuburkan, dan terus melawan sang penjaga penjara hingga bantuan bumi pun terputus.

5. Salam atasmu pada hari engkau meminum air asin, memakan makanan kering, menyusui anak-anakmu dengan pahitnya tanaman hanzhal yang kering, dan menghirup asap hitam pekat.

6. Salam atasmu pada hari engkau ingin menjadi cahaya matahari, dan engkau enggan memujinya hanya ketika gelap gulita datang.

7. Salam atasmu pada hari engkau mengorbankan kebahagiaan demi kemuliaan, dan engkau merasa cukup tanpa keluhan karena kemuliaan jiwamu di hadapan semua orang zalim.

8. Salam atasmu pada hari engkau menghidupkan kami dari kematian putus asa kami, dan pada hari engkau membuka batas-batas dunia terhadap kenyataan yang telah lama mereka butakan.

9. Salam atasmu pada hari engkau naik ke langit setelah mereka menyalakan kobaran api di atas lautmu yang tawar, lalu engkau menjadi awan berat yang menggelegar, menyambar bagai kilat, sarat dengan pertolongan kemuliaan dan minyak pengorbanan.

10. Salam atasmu wahai banjir besar yang ditumpahkan kepada badai-badai bodoh yang hanya mengumpulkan sampah bumi, daun-daun gugur, dan debu yang beterbangan di jalan-jalan yang buta.

11. Salam atasmu wahai pemisah sejarah, wahai saat perubahan yang dinantikan, dan wahai janji langit yang ditunggu-tunggu.

12. Kami telah lama bersandar kepadamu, namun engkau tidak patah meski segala beban berat akibat pengkhianatan dan ketergantungan kami menimpamu. Kami tahu bahwa condongnya ranting-ranting zaitunmu hanyalah karena beratnya beban yang memancarkan minyak kemuliaan dan balsem penghiburanmu.

13. Mereka mengira telah membakar bulu-bulu perisaimu, tetapi kami tahu mereka belum mencapai tulang bentengmu yang tegak menjulang di langit, yang kelak akan membuka pintu-pintunya atas mereka dari seluruh penjuru bumi, dekat maupun jauh.

14. Salam atas para syekh dan pejuang kebenaran yang Allah karuniakan akhir kehidupan yang mulia di bumi ini, bumi yang telah mendapatkan kembali harta kehormatannya dan kebanggaan agungnya yang bersejarah.

15. Salam atas burung-burung surga yang terbang setelah menandatangani dengan darah mereka surat-surat dakwaan dan kesaksian para saksi.

16. Salam atas para ibu di harimu dan ibu-ibu di masa depanmu; dunia mungkin perlu beristirahat berabad-abad sebelum mampu melahirkan wanita-wanita seperti kalian.

17. Salam atas orang-orang yang teguh dan sabar, yang telah mengajarkan dunia nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, dan perdamaian.

18. Salam atas para hawariyyun (para pembela setia) yang bergerak dengan senapan mereka di atas bumimu, di bawah bumimu, di lautanmu yang bergelora, dan pada layar-layar perahu yang berlayar di angkasa.

19. Ya Allah, sempurnakanlah untuk kami keselamatan dengan keselamatan-Mu Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Sempurnakanlah ia untuk kami dengan kemenangan-Mu Yang Mulia lagi Maha Pemurah, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beruntung di dalamnya.

20. Salam atasmu pada hari engkau berkata dengan sepenuh suaramu sebagaimana para nabi berkata pada hari raya mereka: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

— Dr. Usamah Al-Asyqar