Kisah Cinta Para Tokoh Terkenal
Ditulis oleh Sang Mujahid Zaki Hamad
Hingga saat tulisan ini ditulis, para pejuang telah melewati empat ratus hari.
Mereka tidak melihat istri-istri mereka selama itu, dan tidak menoleh kepada syahwat mereka!!
Maka dengan karunia Allah, mereka adalah manusia yang paling menjaga kehormatan, baik secara lahir maupun batin.
Dan tidak pernah tercatat satu pun kejadian pelanggaran akhlak dari mereka!!
Adapun tentara Israel, ia adalah tentara yang tidak berakhlak.
Angka pelecehan, pemerkosaan, dan penyimpangan di antara mereka telah mencapai tingkat yang sangat besar.
Setiap periode terbongkar skandal-skandal akhlak di kalangan mereka, di kamp pelatihan dan tempat bermalam, yang tidak masuk akal.
Kejatuhan moral dan penyimpangan perilaku ini ada di setiap tentara dunia yang tidak dibangun di atas makna-makna Islam.
Lihatlah Napoleon Bonaparte, ia adalah pecinta wanita.
Ia meminta gadis-gadis tercantik untuk menjalin hubungan asmara dengannya.
Ia memanfaatkan jabatannya sebagai panglima militer untuk memuaskan syahwatnya.
Dan seperti dia, banyak pemimpin Barat lain yang terengah-engah mengejar wanita terhormat dengan dalih melindungi negara.
Hingga salah seorang dari mereka berkata kepada seorang gadis ketika ia ragu memenuhi ajakan panglima tentara untuk perbuatan keji:
"Ada pertimbangan, wahai Nyonya, yang harus mengalahkan segala hal. Hari ini kita berada di hadapan upaya menyelamatkan seluruh bangsa. Maka sebaiknya rasa tidak enak yang menimpamu hilang, dan penuhilah undangan makan malam panglima tentara. Ketahuilah, penolakan dalam kondisi seperti ini tidak akan dilakukan oleh wanita setia yang memahami bahaya besar yang menimpa negerinya!!"
Lihatlah bagaimana mereka memahami perkara.
Menurut mereka, memuaskan nafsu bejat mereka akan membebaskan tanah dan mengembalikan negeri!!
Ah, betapa hinanya mereka.
Inilah akal manusia jika ia berpikir jauh dari wahyu langit.
Tentara kita tidak seperti tentara-tentara lainnya.
Kita berperang untuk menjaga kehormatan, bukan untuk mendekatinya.
Kita adalah tentara Allah.
Kita khawatir kesucian iman kita ternodai oleh pandangan yang sekadar lewat.
Kita menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram, agar Allah menjaga bashirah dan penglihatan kita di medan pertempuran.
Wahai pemuda yang kecanduan kisah cintamu dan syahwatmu,
Harus ada pelurusan jalan untuk mencapai kedudukan yang tinggi.
Keluarlah dari belenggu dan tawananmu.
Jika tidak, engkau akan tetap menjadi sandera bagi dirimu sendiri dan syahwatmu,
Sampai engkau memutuskan untuk menebusnya dan menang melawannya.
