Malam ke-27 Ramadhan
Diyulis Oleh: Sang Mujahid Zaki Hamad
Sejak awal malam ke-27 Ramadhan yang agung ini, artileri Zionis yang jahat terus menggempur wilayah-wilayah yang tersebar dan acak di Jalur Gaza.
Kami shalat tarawih di mushala-mushala sederhana dari terpal nilon, yang tidak mampu melindungi kami dari dingin, apalagi dari serpihan bom!
Kami shalat Isya dan beberapa rakaat tarawih dengan tergesa-gesa, khawatir serpihan jatuh.
Aku beritahukan kepada orang-orang:
Barangsiapa shalat Isya berjamaah dan Subuh berjamaah, maka seolah-olah ia telah shalat malam seluruhnya.
Dan barangsiapa shalat bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya pahala qiyamul lail semalam penuh.
Aku sampaikan itu agar orang-orang bisa meraih Lailatul Qadar, dan janganlah ada seorang pun yang menyusahkan dirinya untuk datang ke mushala.
Karena menjaga jiwa lebih didahulukan daripada shalat malam berjamaah.
Kami shalat sementara serpihan bom jatuh hanya beberapa meter dari kami, demi Allah!
Kami shalat tanpa bisa khusyuk dan tanpa bisa tenang karena dahsyatnya suara peluru di sekitar kami!
Penembakan sangat dekat dengan kami, dan masih terus berlangsung hingga sekarang saat aku menulis kata-kata ini!
Demikianlah jam-jam Lailatul Qadar berlalu atas kami.
Wahai engkau yang duduk di mihrabmu, di atas sajadah, dengan atap di atasmu,
dan tidak mendengar suara pesawat mata-mata apalagi pesawat F-16 yang menyerang…
Ingatlah saudara-saudaramu, dan tetaplah di tempatmu.
Semoga tahajud yang sedang kau jalani itu mendorongmu untuk merindukan kedudukan-kedudukan tinggi yang di dalamnya ada manfaat bagi umat.
Allah berfirman:
"Dan pada sebagian malam, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." [QS. Al-Isra: 79]
Tahajud adalah jalan agar engkau menjadi orang yang bertekad tinggi dan bermanfaat bagi umat!
Adapun sekadar bersenang-senang dengan Ramadhan, menjadikannya hanya ritual dan lampu-lampu hias,
aku tidak tahu apakah Nabi Muhammad ﷺ melakukan itu atau ada kaitannya dengan itu!
Tahajud telah digandengkan dengan kebangkitan umat:
"Hai orang yang berselimut, bangunlah!" [QS. Al-Muddatstsir: 1]
"Hai orang yang berselimut, bangunlah!" [QS. Al-Muzzammil: 1]
Bangunlah! Maka tuan kami Rasulullah ﷺ pun bangkit dengan kebangkitan yang membuat dunia takjub.
Beliau menghabiskan tujuh ratus hari di luar Madinah untuk safar dakwah dan jihad,
padahal usia beliau telah melewati lima puluh tahun!!
Sementara engkau, masih saja berat badan dan berat semangatnya!
Post Image