Takbir dari Sekolah Gaza
Ditulis oleh: Sang Mujahid Zaki Hamad
Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar.
La ilaha illallah, Allah Akbar, Allah Akbar, wa lillahil hamd.
Allah Akbar ketika orang-orang tak berdosa dibunuh saat mereka sedang tidur.
Allah Akbar ketika rumah-rumah retak dan runtuh di atas kepala penghuninya.
Allah Akbar ketika suara-suara berteriak dari bawah reruntuhan: “Ada yang masih hidup?!”
Dan tidak ada yang menjawab kecuali rahmat Allah.
Allah Akbar ketika tenggorokan kering karena memohon pertolongan.
Allah Akbar ketika tangan-tangan terangkat ke langit merintih: “Ya Rabb, selamatkan Gaza!”
Allah Akbar atas setiap zalim yang sewenang-wenang.
Allah Akbar atas setiap pengkhianatan dan diam.
Allah Akbar atas penjajahan yang tidak menghormati hari raya dan kehormatan manusia.
Gaza, hari rayanya adalah takbir-takbir di bawah reruntuhan,
tahlil-tahlil di antara air mata,
dan sujud di sudut-sudut harapan...
Tetapi ini adalah hari raya dengan kesabaran, keteguhan, dan kemuliaannya.
Allah Akbar wahai Gaza.
Hari raya tidak akan sempurna kecuali dengan menyebut namamu.
Kegembiraan kami tidak akan lengkap sementara engkau masih berdarah.
Betapa banyak kebaikan yang telah engkau berikan kepada kami wahai Gaza.
Di antara keutamaan Gaza bagi kami adalah bahwa ia:
- Membangunkan orang-orang kami yang sedang tidur.
- Menyatukan urusan kami di sekitar masalah Al-Quds.
- Menyibukkan kami dari hal-hal remeh dan perselisihan sampingan.
- Menumbuhkan dalam diri kami ruh iman dan keyakinan.
- Membuat kami merasakan kemuliaan Islam.
- Memperkenalkan kami pada para pahlawan kaum Muslimin.
- Mengobarkan keinginan kami untuk berjihad.
- Memahamkan kami makna akidah secara praktik, bukan sekadar teori.
- Mengajarkan kami sabar dan keteguhan secara nyata.
- Menumbuhkan kerinduan kami untuk meraih kemuliaan syahadah.
- Mengajarkan kami berkorban dengan jiwa, keluarga, harta, tempat tinggal, keamanan, dan seluruh dunia — semua itu murah demi agama dan jihad di jalan Allah.
- Menggerakkan dalam diri kami keinginan untuk beramal bagi agama ini.
- Memperdalam rasa persaudaraan kami satu sama lain.
- Meruntuhkan sekat-sekat menjijikkan dan batas-batas yang dibenci di antara kami.
- Memperlihatkan kepada kami para pengkhianat yang menjadi wali musuh.
- Memperkenalkan kami pada orang-orang munafik, penyebar kabar buruk, dan pelemah semangat.
- Mengubah dalam diri kami konsep tentang teladan dan standar dalam memilihnya.
- Mengajarkan kami keberanian dan keberanian maju.
- Memahamkan kami bahwa jalan menuju kemuliaan dan kebebasan tidaklah kecuali dengan jihad.
- Memahamkan kami bahwa Allah menggunakan hamba-hamba pilihan-Nya untuk agama-Nya, dan tidak akan rugi orang-orang yang mengkhianati mereka.
- Memperlihatkan kepada kami bahwa semua ibu kota kami tenang dan aman karena ia tunduk, sedangkan Gaza dibombardir karena ia merdeka.
- Mengajarkan kami.
Ia mengajari kami untuk tidak dihinakan dan tidak bisa ditandingi.
Ia mengajari kami bahwa bersenandung tentang makna Islam dan iman saja tidak akan menjadikan seseorang muslim yang beriman.
Ia mengajari kami untuk kufur kepada masyarakat internasional dan beriman hanya kepada Allah serta menjadikan jihad sebagai jalan.
Ia mengajari kami bahwa iman itu melahirkan singa-singa, bukan sekadar orang yang beriman.
Ia menempatkan kami di depan kenyataan bahwa kebodohan dengan fitrah yang selamat lebih baik dan lebih lurus bagi kami daripada ilmu dengan fitrah yang rusak.
Ia memperlihatkan kepada kami bahwa banyak orang yang dipandang rendah oleh manusia, ternyata mereka lebih baik daripada banyak orang yang diagungkan manusia dan diangkat tinggi-tinggi.
Dan sekolah Gaza masih terus mengajari kami banyak hal!
Sesungguhnya ibadah jihad di jalan Allah Ta’ala yang dihidupkan kembali oleh Gaza di zaman ini adalah tingkatan tertinggi dari kesadaran peradaban. Karena tidak ada kesadaran yang terpisah dari pemahaman tentang hakikat kehidupan dan makhluk hidup, dan tidak ada hakikat bagi kehidupan dan makhluk hidup yang lebih dalam daripada sunnatullah dalam pertarungan antara kebenaran dan kebatilan. Sunnah yang Allah tegakkan dunia di atasnya, dan menjadikan kebaikannya bergantung pada adanya sunnah ini.
Allah berfirman:
{Kalau tidaklah Allah menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia terhadap seluruh alam.} [QS. Al-Baqarah: 251]
Seakan-akan seorang mujahid ketika ia menghunus senjatanya untuk membunuh dan bertarung, dan ia bergerak di muka bumi untuk menolak dan mencari,
maka ia sedang mempraktikkan kesadaran peradaban yang maju yang Allah pahamkan kepadanya, yang diharamkan dari orang-orang rendahan...
Dan Allah lebih mengetahui di mana Dia meletakkan risalah-Nya!
