Otoritas Pengkhianatan
Ditulis oleh: Sang Mujahid Zaki Hamad
Sejak detik pertama dimulainya pertempuran Thufan, Otoritas Abbas langsung terjepit dalam dilema!!
Apakah mereka akan mengecam operasi heroik yang membuat setiap muslim bergembira, lalu menyampaikan belasungkawa kepada Israel atas musibahnya? Dengan begitu mereka akan menampakkan bahwa loyalitas penuh mereka hanya untuk penjajah, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan mereka dalam pertempuran antara kebenaran dan kebatilan.
Atau akankah mereka memuji operasi itu dan kehilangan semua teman mereka dari kalangan Israel, Amerika, Barat, dan Zionis?!!
Inilah dilema orang-orang munafik di setiap zaman. Inilah sunnah Allah pada makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya:
“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik.” [Ali ‘Imran: 179]
Tentu saja, dengan kebodohan yang luar biasa, yang dilakukan oleh otoritas kehinaan ini hanyalah menjadikan perkara itu sebagai pertempuran antara dua kubu: [Hamas dan Yahudi], [Sinwar dan Netanyahu].
Bahkan anak buah Saba’ yang suka mengumandangkan kebusukan mereka berkata terang-terangan: “Netanyahu berambisi pada kekuasaan, dan Hamas juga berambisi pada kekuasaan.” Ia mengatakan itu tepat saat penyerbuan ke Rumah Sakit Al-Shifa.
Kemudian, yang dilakukan oleh penjahat Abbas hanyalah mengatakan:
“Sesungguhnya kesalahan Hamas pada 7 Oktober telah membuat penjajah berani untuk semakin tenggelam dalam darah rakyat kami.”
Ia mencaci para mujahidin dengan sebutan “anak anjing” dan menuntut mereka menyerahkan tawanan Israel secara cuma-cuma. Ia membebankan tanggung jawab kepada perlawanan dan menyamakan antara algojo dan korban.
Yang aneh, pernyataan ini keluar pada hari yang sama ketika terjadi dua pembantaian besar yang menewaskan ratusan syuhada sipil yang tidak bersalah.
Sesungguhnya berafiliasi kepada otoritas ini adalah kejahatan secara syar’i, apalagi setelah terlihat jelas kerja sama mereka dengan penjajah dalam memburu para mujahidin dan pejuang perlawanan, lalu menyerahkan mereka kepada penjajah dengan tangan mereka sendiri.
Perbuatan-perbuatan ini, meskipun pelakunya menamakannya “koordinasi”, pada hakikatnya adalah murtad dari agama Allah.
Maka atas setiap orang yang berafiliasi kepada otoritas ini, hendaklah ia menyucikan senjatanya iia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, apalagi penjajah perampas itu berbuat kerusakan di Tepi Barat siang dan malam. Padahal jumlah pasukan di aparat otoritas itu lebih dari tujuh puluh ribu orang bersenjata.
Apa yang telah diberikan Abbas kepada rakyat Yahudi sejak tahun 2005 M hingga sekarang, bahkan tidak diberikan oleh sebagian perdana menteri Zionis!!
Aku tidak menemukan penjelasan untuk ini kecuali bahwa ia adalah [orang-orang yang disebutkan dalam firman-Nya]: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu.” [Al-Ma’idah: 51]
Serial Abbas dan kelompoknya kini telah memasuki episode-episode terakhirnya. Kini ia sedang hidup dalam saat-saat penghinaan dan kehinaan.
Kehancuran sistemnya sudah semakin dekat.
Namun pertanyaannya: apakah para pemuda muslim yang mulia di Tepi Barat sudah siap untuk mengambil alih kendali negeri ini setelah kebinasaan pengkhianat ini?
Ataukah akan muncul lagi munafik lain untuk menggantikannya?
Post Image