Wafatnya penulis Kuwait, Abdullah al-Jarallah. Sebelum wafat, beliau menulis (tulisan terkenal):
"Ketika aku wafat, aku tidak akan cemas… dan tidak akan peduli dengan jasadku yang rapuh… karena saudara-saudaraku sesama Muslim akan mengurus segala yang perlu, yaitu...
Padahal bisa jadi, banyak dari mereka tak pernah sekalipun mempedulikan nasihatku selama aku hidup…
Barang-barangku akan disingkirkan…
Dan jika keluargaku diberi taufik, mereka akan menyedekahkannya agar bermanfaat untukku…
Yakinlah, dunia tidak akan bersedih karena kepergianku…
Sementara aku… akan dimintai pertanggungjawaban atas semuanya itu!
Baik yang sedikit maupun yang banyak…
Yang nyata maupun yang tersembunyi…
Dan hal pertama yang akan hilang dariku saat aku mati adalah... namaku!
Saat aku meninggal, mereka akan berkata: mana jenazahnya?
Mereka tidak akan menyebut namaku!
Saat mereka hendak menyalatkanku, mereka akan berkata: bawalah jenazahnya!
Mereka tidak akan menyebut namaku!
Saat mereka mulai menguburkanku… mereka akan berkata: dekatkan mayat itu…
Mereka tidak akan menyebut namaku!
Oleh karena itu, janganlah aku tertipu oleh nasabku… atau kabilahku… atau jabatanku… atau ketenaranku!
Betapa remehnya dunia ini… dan betapa agungnya apa yang sedang kita hadapi!
Wahai engkau yang masih hidup sekarang… ketahuilah bahwa kesedihan orang atas kematianmu akan terbagi menjadi tiga jenis…
Cerita hidupmu di hadapan manusia telah selesai…
Dan dimulailah cerita hidupmu yang sebenarnya…
Yang telah sirna darimu adalah…
Engkau telah meninggalkan rumah dan istana… serta pasangan hidup…
Dan yang tersisa bersamamu hanyalah amalmu…
Inilah permulaan kehidupan yang sesungguhnya!
Dan pertanyaannya sekarang adalah…
Apa yang telah kau persiapkan untuk kuburmu dan akhiratmu mulai sekarang?
Ini adalah kenyataan yang membutuhkan renungan…
Maka perhatikanlah dengan sungguh-sungguh…
Semoga engkau selamat…
Jika engkau ikut membantu mengingatkan orang lain dengan tulisan ini saat engkau masih hidup…
Engkau akan melihat pengaruhnya di timbangan amalmu pada Hari Kiamat, insya Allah…
Dan ingatkanlah, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.
Mengapa orang yang telah mati, jika bisa kembali ke dunia, memilih untuk bersedekah?
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
"Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menangguhkan (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah…” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Dia tidak berkata: aku akan umrah… atau salat… atau puasa…
Para ulama berkata:
Orang yang telah mati hanya menyebut sedekah karena besarnya pengaruh sedekah yang ia lihat setelah kematiannya!
Maka perbanyaklah sedekah!
Dan salah satu bentuk sedekah terbaik saat ini adalah 10 detik dari waktumu untuk menyebarkan tulisan ini dengan niat menasihati…
Karena kalimat yang baik adalah sedekah.