NASIHAT SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAYLI
"Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah Syifa' (Penyembuh). Al-Qur'an bukanlah sekadar Dawa' (Obat), melainkan Al-Qur'an adalah Syifa' (Penyembuh). Sesuatu yang disebut 'Obat' (Dawa'), terkadang bisa menyembuhkan manusia dan terkadang tidak. Adapun Al-Qur'an, maka ia adalah 'Penyembuh' (Syifa'). Ia adalah penyembuh bagi penyakit-penyakit indrawi (fisik) maupun penyakit maknawi (jiwa/ruhani)."
"Ketahuilah dengan keyakinan yang pasti, bahwa hatimu akan sembuh dengan Al-Qur'an. Maka bacalah Al-Qur'an dalam keadaan engkau mengetahui dan meyakini hal ini. Karena Allah Ta'ala telah berfirman: 'Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (Syifa') dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.' (QS. Al-Isra: 82)"
TAMBAHAN PENJELASAN ULAMA SALAF
1. Syifa' vs Dawa' (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
Dalam 'Zadul Ma’ad', beliau menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh sempurna. Jika diobati dengan kejujuran iman dan keyakinan kokoh, penyakit takkan bertahan. Beliau berkata: 'Bagaimana mungkin penyakit mampu melawan firman Penguasa bumi dan langit?'
2. Penawar Syubhat dan Syahwat (Ibnu Taimiyah)
Dalam 'Majmu' Fatawa', dijelaskan bahwa hati diserang dua penyakit: Syubhat (keraguan) dan Syahwat (maksiat). Al-Qur'an menghancurkan keduanya dengan ilmu yang terang (Bayyinaat) dan peringatan yang menyentuh jiwa.
3. Syarat Kesembuhan (Imam Qatadah)
Beliau berkata: 'Tidaklah seseorang duduk bersama Al-Qur'an melainkan ia akan berdiri dengan tambahan atau pengurangan; tambahan dalam petunjuknya, atau pengurangan dalam kebutaan hatinya.'
4. Penyembuh Fisik (Indrawi)
Sebagaimana kisah Abu Sa'id Al-Khudri yang menyembuhkan sengatan kalajengking dengan Al-Fatihah, para ulama salaf meyakini Al-Qur'an adalah ruqyah yang nyata bagi raga maupun jiwa.
Kesimpulan: Jangan dekati Al-Qur'an sebagai 'percobaan', tapi dekatilah ia sebagai 'kepastian' yang akan melapangkan setiap kesempitan hidupmu.