\"Hewan Terbaik Untuk Allah Yang Maha Baik\"
Setelah semua kisah agung itu.
Muncullah satu pertanyaan kecil yang ternyata diperdebatkan para ulama selama berabad-abad:
Hewan kurban apa yang paling utama?
Sebagian ulama berkata: Unta lebih utama. Dagingnya lebih banyak, manfaatnya lebih luas, dan bisa mencukupi lebih banyak orang.
Sapi menyusul di urutan berikutnya. Tapi sebagian ulama lain berkata: Kibas yang paling utama.
Alasannya? Sederhana namun kuat.
Ketika Allah ingin menebus Ismail, Allah tidak mengirimkan unta. Tidak mengirimkan sapi. Allah mengirimkan kibas.
Seandainya ada yang lebih utama, tentu Allah memilihnya.
Dan Nabi ﷺ sendiri berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk dengan tangannya yang mulia.
Bahkan, dan ini yang membuat hati merinding, Ketika Nabi ﷺ menyembelih unta di hari Haji, beliau menyembelih 63 ekor dengan tangannya sendiri. Dan unta-unta itu berlomba-lomba menghampiri beliau. Masing-masing menjulurkan lehernya, seolah memohon untuk disembelih oleh tangan mulia Rasulullah ﷺ.
Padahal biasanya? Hewan lari sekencang-kencangnya dari orang yang hendak menyembelihnya.
Itulah mukjizat cinta.
Dan Imam Malik menegaskan: kibas jantan yang gemuk adalah sebaik-baik hewan kurban mengikuti jejak tebusan Ismail yang agung itu.
Kurban bukan soal seberapa mahal hewan yang kita sembelih. Kurban adalah soal seberapa ikhlas hati yang kita persembahkan.
Ibrahim membuktikannya di atas bukit. Ismail membuktikannya dengan pipinya yang menyentuh tanah. Dan kita, membuktikannya setiap tahun, dengan meneruskan warisan cinta kepada Allah yang tak pernah padam.
-----
Hadirkan Kurban Terbaik untuk tempat yang baik
👉🏻 s.id/semarakdzulhijjah
