Prof Craig Roberts: Pentingnya Persatuan Dunia Muslim Melawan Agenda Israel Raya
Prof. Paul Craig Roberts, mantan pejabat Asisten Sekretaris Bendahara AS dan ekonom terkemuka, menekankan pentingnya persatuan dunia Muslim menghadapi agresi Israel. Menurutnya, Israel memiliki agenda ekspansionis yang jelas dan agresif. Tanpa front bersatu, negara-negara Arab dan Muslim akan terus dipukul satu per satu , yang ia sebut sebagai pendekatan tidak masuk akal.
Roberts menilai Iran telah berhasil mempermalukan AS dan Israel dalam konflik terkini. Namun, ia mempertanyakan beberapa keputusan strategis Teheran yang dianggap kurang tepat. Wawancara ini membahas risiko eskalasi, termasuk kemungkinan Israel menggunakan senjata nuklir terhadap Iran.
Greater Israel Plan (Rencana Israel Raya) disebut sebagai ancaman eksistensial bagi seluruh dunia Arab dan Muslim. Agenda ini dianggap melampaui batas pertahanan biasa dan menjadi pendorong agresi regional yang sistematis. Roberts mendesak negara-negara Muslim untuk tidak lagi terpecah belah .
Ia menyoroti kegagalan organisasi-organisasi Arab dalam melihat ancaman tersebut secara jelas. Menurut Roberts, sikap pasif dan terpecah ini memudahkan Israel serta sekutunya untuk terus melanjutkan ekspansi. Persatuan menjadi kunci utama perlawanan.
Roberts juga menyentuh isu uranium dan kontrol sumber daya dalam dinamika konflik. Ia menegaskan bahwa Israel memiliki agenda agresi yang terorganisir, bukan sekadar respons terhadap ancaman. Hal ini menuntut respons kolektif yang lebih kuat dari dunia Muslim.
Dalam wawancara penuh di Going Underground, Roberts menganalisis kebijakan luar negeri AS yang mendukung Israel. Ia memperingatkan bahaya jangka panjang jika Greater Israel tidak dihadapi secara bersama. Persatuan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Kesimpulannya, pesan Roberts tegas: dunia Muslim harus segera membentuk front bersatu melawan agenda ekspansi Israel. Tanpa itu, agresi akan terus berlanjut dan merugikan seluruh umat. Wawancara ini menjadi panggilan mendesak bagi kesadaran geopolitik regional.