الأظهر أن كفارة الجماع على الرجل فقط
Pendapat yang Lebih Kuat Bahwa Kaffarah Jima’ Hanya Dibebankan kepada Laki-laki
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pendapat yang Lebih Kuat Bahwa Kaffarah Jima’ Hanya Dibebankan kepada Laki-laki ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
ما هي كفارة الجماع في رمضان هل هي على الزوج فقط أم يجب أن تكون الكفارة على الزوج والزوجة؟
Apakah kaffarah jima’ (hubungan intim) di bulan Ramadhan? Apakah hanya dibebankan kepada suami saja ataukah kaffarah tersebut wajib bagi suami dan istri?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فقد اتفق أهل العلم ـ رحمهم الله ـ على وجوب الكفارة على من جامع زوجته في نهار رمضان. واختلفوا في الزوجة إذا كانت راضية مختارة، هل عليها الكفارة أم لا؟.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Para ahli ilmu —rahimahumullah— telah bersepakat mengenai wajibnya kaffarah bagi siapa saja yang menyetubuhi istrinya di siang hari Ramadhan. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai sang istri apabila ia melakukannya atas dasar rida dan sukarela, apakah ia wajib membayar kaffarah atau tidak?
فذهب الجمهور إلى وجوب الكفارة عليها، وهو مذهب أبي حنيفة ومالك وأحمد. وذهب الشافعي في أحد قوليه إلى أنه لا كفارة عليها. والأظهر والعلم عند الله جل وعلا أنه لا كفارة عليها، وإنما عليها القضاء فقط لأن صومها قد فسد بالجماع.
Mayoritas ulama (Jumhur) berpendapat bahwa kaffarah juga wajib bagi sang istri, dan ini merupakan madzhab Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad. Sedangkan Imam Syafi’i dalam salah satu pendapatnya menyatakan bahwa tidak ada kaffarah bagi sang istri. Pendapat yang lebih kuat —dan ilmu itu milik Allah Jalla wa ‘Ala— adalah tidak ada kaffarah bagi sang istri, melainkan ia hanya wajib mengqadha saja, karena puasanya telah batal disebabkan jima’ tersebut.
والدليل على ذلك ما رواه الشيخان من حديث أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال: بينما نحن جلوس عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ جاءه رجل فقال يا رسول الله ! هلكت، قال ما لك؟ قال وقعت على امراتي وأنا صائم فقال صلى الله عليه وسلم:
Dalil mengenai hal tersebut adalah riwayat Asy-Syaikhani (Bukhari dan Muslim) dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ketika kami sedang duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku telah celaka!’ Beliau bertanya: ‘Apa yang terjadi padamu?’ Ia menjawab: ‘Aku telah menyetubuhi istriku padahal aku sedang berpuasa.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”
“هل تجد رقبة تعتقها ؟ قال: لا قال فهل تستطيع أن تصوم شهرين متتابعين؟ قال: لا، فقال فهل تجد إطعام ستين مسكينا قال لا، فمكث النبي صلى الله عليه وسلم قال فبينما نحن على ذلك أُتي النبي صلى الله عليه بعرق فيه تمر ـ والعرق المكتل ـ فقال: أين السائل؟ فقال: أنا، فقال: خذه فتصدق به.”
“‘Apakah engkau memiliki seorang budak untuk dimerdekakan?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau memiliki makanan untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diam sejenak. Saat kami dalam kondisi demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibawakan sebuah ‘araq berisi kurma —araq adalah keranjang besar—. Beliau bertanya: ‘Mana si penanya tadi?’ Laki-laki itu menjawab: ‘Saya.’ Beliau bersabda: ‘Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya’.”
ووجه الدلالة في هذا الحديث أنه صلى الله عليه وسلم لم يأمره بأن يأمر زوجته بإخراج الكفارة أيضا، ومن المعلوم أن تأخير البيان عن وقت الحاجة لا يجوز، فدل على أنه لا كفارة عليها. والله أعلم.
Sisi pendalilan dari hadis ini adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan laki-laki tersebut untuk memerintahkan istrinya mengeluarkan kaffarah juga. Sebagaimana telah diketahui dalam kaidah ushul fikh bahwa mengakhirkan penjelasan dari waktu yang dibutuhkan (ta’khirul bayan ‘an waqtil hajah) tidaklah diperbolehkan. Maka hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kaffarah bagi sang istri. Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply