Mengenai Raja Saba yang Digelari Tubba’



من ملك سبأ يسمى تبعا

Mengenai Raja Saba yang Digelari Tubba’

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mengenai Raja Saba yang Digelari Tubba’ ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sirah Nabawiyah

السؤال:

Pertanyaan:

ما هي قصة قوم تبع؟

Bagaimana kisah Kaum Tubba’?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فقوم تُبّع، قوم من أهل اليمن، وهم الذين قص الله تعالى علينا من أخبارهم في سورة سبأ، حيث يقول الله تعالى في شأنهم:

Kaum Tubba’ adalah kaum dari penduduk Yaman. Merekalah yang dikisahkan oleh Allah Ta’ala beritanya kepada kita dalam Surah Saba’, di mana Allah Ta’ala berfirman mengenai keadaan mereka:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَأٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ * فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ * ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُم بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ * وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ * فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ [سبأ: ١٥-١٩]

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): ‘Makanlah olehmu dari rezeki Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun’. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam hari dan siang hari dengan aman. Maka mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami’, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah tutur orang banyak dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” [Surah Saba’: 15-19]

وقد وردت الإشارة إليهم في سورة الدخان، حيث يقول الله تعالى منكرًا على المشركين المنكرين للبعث، المكذبين للنبي صلى الله عليه وسلم:

Isyarat mengenai mereka juga terdapat dalam Surah Ad-Dukhan, di mana Allah Ta’ala berfirman seraya mengingkari orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan dan mendustakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ أَهْلَكْنَاهُمْ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ [الدخان: ٣٧]

“Apakah mereka (kaum musyrik Mekah) yang lebih baik ataukah kaum Tubba’ dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.” [Surah Ad-Dukhan: 37]

كما جاء الحديث عنهم في سورة (ق) ضمن الذين كذبوا رسل الله تعالى، فحق عليهم عذاب الله تعالى، قال الله تعالى:

Demikian pula pembicaraan tentang mereka terdapat dalam Surah Qaf di antara orang-orang yang mendustakan para rasul Allah Ta’ala, sehingga tetaplah atas mereka azab Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ * وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ * وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ ۚ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ [ق: ١٢-١٤]

“Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud, dan kaum ‘Ad, kaum Fir’aun dan saudara-saudara Luth, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka pastilah (terjadi) ancaman-Ku.” [Surah Qaf: 12-14]

قال ابن كثير في تفسيره: وقوم تبع كانوا عربًا من قحطان، كما أن هؤلاء (قريشًا) عرب من عدنان، وقد كانت حمير -وهم سبأ- كلما ملك فيهم ملك، سموه تبعًا، كما يقال كسرى لمن ملك الفرس، وقيصر لمن ملك الروم، وفرعون لمن ملك القبط، والنجاشي لمن ملك الحبشة…

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya: “Kaum Tubba’ adalah orang-orang Arab dari keturunan Qahtan, sebagaimana mereka (Quraisy) adalah orang Arab dari keturunan Adnan. Dahulu kaum Himyar —yaitu Saba’— setiap kali ada raja yang berkuasa di antara mereka, mereka menamakannya Tubba’, sebagaimana dikatakan Kisra bagi raja Persia, Qaisar bagi raja Romawi, Fir’aun bagi raja Qibthi (Mesir), dan Najasyi bagi raja Habasyah (Ethiopia)…”

ثم ذكر ابن كثير، كما ذكر غيره من أصحاب السيرة: أن تبعًا هذا تبع الأوسط، واسمه: أسعد أبو كريب، ملك على قومه ثلاثمائة سنة، وستًّا وعشرين سنة… وهو الذي مر على المدينة، وحارب أهلها، ثم سالمهم، وترك عندهم لوحًا فيه شعر، يذكر فيه أنه مؤمن بالنبي، الذي سيبعث ويهاجر إلى المدينة، فتوارثوه، إلى أن وصل إلى أبي أيوب الأنصاري، وهو الذي نزل عنده النبي صلى الله عليه وسلم عندما قدم المدينة مهاجرًا.

Kemudian Ibnu Katsir menyebutkan, sebagaimana disebutkan pula oleh ahli sirah lainnya: Bahwa Tubba’ ini adalah Tubba’ al-Awsath, namanya adalah As’ad Abu Karib, ia memimpin kaumnya selama 326 tahun… Dialah yang melewati Yatsrib dan memerangi penduduknya, kemudian ia berdamai dengan mereka dan meninggalkan sebuah lempengan berisi syi’ir yang menyebutkan bahwa ia beriman kepada Nabi yang akan diutus dan akan berhijrah ke Yatsrib. Syi’ir tersebut diwariskan secara turun-temurun hingga sampai kepada Abu Ayub al-Anshari, yaitu orang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam singgah di rumahnya ketika sampai di Madinah saat berhijrah.

وتبع هذا هو الذي كسا الكعبة المشرفة، ودعا قومه إلى الإيمان بالله تعالى، ثم لما توفي عادوا بعده إلى عبادة الأصنام، والنيران، فعاقبهم الله تعالى بما ذكره في سورة سبأ. 

Tubba’ inilah yang memberi kelambu (kiswah) pada Ka’bah yang mulia, dan ia mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah Ta’ala. Kemudian ketika ia wafat, kaumnya kembali menyembah berhala dan api, sehingga Allah Ta’ala menghukum mereka dengan apa yang disebutkan dalam Surah Saba’.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.