Sengaja Membatalkan Puasa Ramadhan Adalah Dosa Besar



تعمد الفطر في رمضان كبيرة… وكفارته

Sengaja Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan Adalah Dosa Besar dan Kaffarahnya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Sengaja Membatalkan Puasa Ramadhan Adalah Dosa Besar dan Kaffarahnya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

ما حكم الفطر المتعمد في رمضان؟

Apa hukum membatalkan puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإن تعمد الفطر في نهار رمضان كبيرة من كبائر الذنوب، وانتهاك لحرمة هذا الوقت العظيم، ومخالفة لأمر الله تعالى في قوله:

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Sesungguhnya sengaja membatalkan puasa di siang hari Ramadhan merupakan salah satu dosa besar (kabair), sebuah pelanggaran terhadap kehormatan waktu yang agung ini, serta bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

“ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ” [البقرة:١٨٧]

“… kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” [Al-Baqarah: 187]

وعن أبي هريرة -رضي الله عنه- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال:

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“من أفطر يوماً في رمضان في غير رخصة رخصها الله له لم يقض عنه صيام الدهر كله، وإن صامه.” رواه أبو داود، وابن ماجه، والترمذي.

“Barangsiapa berbuka satu hari di bulan Ramadhan tanpa adanya rukhshah (keringanan) yang Allah berikan kepadanya, maka puasa sepanjang masa tidak akan bisa menggantikannya, meskipun ia melakukannya.” (HR. Abu Dawood, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

وقال البخاري: ويذكر عن أبي هريرة رفعه: “من أفطر يوماً من رمضان من غير عذر، ولا مرض لم يقضه صوم الدهر، وإن صامه.” لهذا، فيجب على من تعمد الفطر أن يتوب لله تعالى أولاً من هذه الكبيرة، كما يجب عليه قضاء ما أفطر من الأيام، وفي حالة ما إذا كان سبب فطره الجماع في نهار رمضان، فعليه مع القضاء الكفارة المغلظة، وراجع تفصيلها في الفتوى الأخرى هنا. 

Al-Bukhari menyebutkan dari Abu Hurairah secara marfu’: “Barangsiapa berbuka satu hari di bulan Ramadhan tanpa udzur dan bukan karena sakit, maka puasa setahun penuh tidak akan bisa menggantikannya meskipun ia melakukannya.” Oleh karena itu, wajib bagi orang yang sengaja membatalkan puasa untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala terlebih dahulu dari dosa besar ini. Selain itu, ia juga wajib mengqadha hari-hari yang ia tinggalkan tersebut. Dalam kondisi jika penyebab batalnya puasa adalah jima’ (hubungan intim) di siang hari Ramadhan, maka selain qadha, ia juga dikenakan kaffarah mughallazhah (denda yang berat). Silakan merujuk rinciannya pada fatwa lain disini :

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.