ما يلزم كلا الزوجين من المعاشرة نهار رمضان
Apa yang Wajib bagi Suami Istri Terkait Jima’ di Siang Hari Ramadhan
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Apa yang Wajib bagi Suami Istri Terkait Jima’ di Siang Hari Ramadhan ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
فضيلة الشيخ، أنا شاب سعودي، قمت في شهر رمضان المبارك من العام الماضي 1422هـ بجماع زوجتي في وقت النهار، وذلك كان برغبة مني، وكانت هي مجبرة على ذلك، وعند سؤالي لبعض الزملاء أفادوني بأنه يجب علينا كفارة أنا وزوجتي وهي صيام شهرين متتابعين، أو إطعام ستين مسكينا، أو عتق رقبة
Fadhilatus Syaikh, saya adalah seorang pemuda Saudi. Pada bulan Ramadhan yang Mubarak tahun lalu (1422 H), saya melakukan hubungan suami istri (jima’) dengan istri saya di siang hari. Hal itu terjadi atas keinginan saya, sementara istri saya terpaksa melakukannya. Ketika saya bertanya kepada beberapa rekan, mereka menginformasikan bahwa wajib bagi saya dan istri saya untuk membayar kaffarah, yaitu puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin, atau memerdekakan budak.
سؤالي: إذا كانت الكفارة الصيام، فإن ذلك سيسبب لي إحراجا أمام الأهل والزملاء عند سؤالهم لي عن سبب الصيام، وأيضا لأن زوجتي الآن حامل وهي في الشهر السابع ولا تستطيع الصيام الآن، وأما إذا كانت الكفارة الإطعام فأنا قادر على ذلك ولله الحمد ولكن الرجاء شرح ذلك بالتفصيل عن كيفية إخراجها وعن من يستحقها والجهات التي تستقبلها، سواء كان ذلك بالمال أو غيره؟ شاكرين لكم وجزاكم الله خير الجزاء.
Pertanyaan saya: Jika kaffarahnya adalah puasa, hal itu akan menyebabkan rasa malu bagi saya di hadapan keluarga dan rekan-rekan ketika mereka bertanya tentang alasan saya berpuasa. Selain itu, istri saya sekarang sedang hamil bulan ketujuh dan tidak sanggup berpuasa saat ini. Adapun jika kaffarahnya adalah memberi makan (ith’am), saya mampu melakukannya walhamdulillah. Namun, saya mohon penjelasan rinci tentang tata cara mengeluarkannya, siapa yang berhak menerimanya, dan lembaga yang menyalurkannya, baik dalam bentuk uang atau lainnya? Terima kasih dan semoga Allah membalas Anda dengan balasan terbaik.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فوطء الصائم زوجته نهار رمضان محرم شرعاً، لما فيه من تعمد إبطال هذه الفريضة، وانتهاك حرمة هذا ا لزمن المعظم شرعاً، ومن تجرأ على ذلك فقد ارتكب إثماً كبيراً فتلزمه التوبة والاستغفار منه، وتجب عليه الكفارة والقضاء.
Bersetubuh bagi orang yang sedang berpuasa dengan istrinya di siang hari Ramadhan adalah haram secara syariat, karena di dalamnya terdapat unsur sengaja membatalkan kewajiban ini serta melanggar kehormatan waktu yang diagungkan secara syariat. Barangsiapa yang berani melakukannya, maka ia telah melakukan dosa besar, sehingga wajib baginya bertaubat dan memohon ampunan, serta wajib baginya membayar kaffarah dan mengqadha puasa tersebut.
وزوجته إن كانت مكرهة، بحيث كانت غير قادرة على منع نفسها منه، فلا يلزمها كفارة ولا قضاء، ولا يلحقها إثم. إما إذا كانت قادرة على منع نفسها منه وطاوعته فيلحقها الإثم، ويلزمها القضاء وكذلك الكفارة على مذهب جمهور العلماء، لكن الراجح أن الكفارة لا تلزمها، وإن كانت راضية مختارة، كما هو مبين في الفتوى الأخرى هنا.
Sedangkan bagi istrinya, jika ia dipaksa—dalam artian ia tidak mampu mencegah dirinya dari perbuatan tersebut—maka tidak ada kewajiban kaffarah maupun qadha baginya, dan ia tidak berdosa. Namun, jika ia mampu mencegah dirinya tetapi kemudian menuruti suaminya, maka ia berdosa, wajib baginya mengqadha dan juga membayar kaffarah menurut madzhab mayoritas ulama (jumhur). Akan tetapi, pendapat yang kuat adalah kaffarah tidak wajib baginya meskipun ia melakukannya dengan rida atau sukarela, sebagaimana dijelaskan dalam fatwa lain disini.
وعليه، فإن الكفارة تجب عليك، ولا يجوز لك العدول من الصيام إلى الإطعام ما دمت قادراً على الصيام مستطيعاً له، والحرج من أهلك وأصدقائك ليس عذراً شرعياً يسقط عنك ترتيب الكفارة.
Oleh karena itu, kaffarah tersebut wajib atas Anda, dan Anda tidak diperbolehkan beralih dari puasa ke memberi makan (ith’am) selama Anda masih mampu dan sanggup untuk berpuasa. Rasa canggung atau malu di hadapan keluarga dan teman-teman bukanlah udzur syar’i yang dapat menggugurkan urutan (tertib) kaffarah bagi Anda.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply