Orang yang Berbuka di Bulan Ramadan



من أفطر في رمضان -معذورا أو غير معذور-

Orang yang Berbuka di Bulan Ramadhan – Baik Memiliki Uzur Maupun Tidak

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Orang yang Berbuka di Bulan Ramadhan – Baik Memiliki Uzur Maupun Tidak ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

لمدة ١٥ سنة لم تصم والدتي شهر رمضان وذلك لسببين أولا لمرضها الذي يجبرها على الإفطار وثانيا بدون عذر فما هو حكم الشرع في الكفارة و شكرا

Selama 15 tahun ibu saya tidak berpuasa Ramadhan karena dua alasan: pertama karena sakit yang mengharuskannya berbuka, dan kedua tanpa uzur (alasan). Bagaimanakah hukum syariat terkait kaffarahnya? Terima kasih.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فما أفطرته أمك من رمضانات لعذر شرعي كمرض يضر الصوم أو سفر أو نحو ذلك، فعليها قضاؤه، لقوله تعالى:

Adapun hari-hari Ramadhan yang ditinggalkan oleh ibu Anda karena uzur syar’i seperti sakit yang membahayakan puasa, safar (perjalanan), atau semisalnya, maka beliau wajib mengqadhanya (menggantinya), berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر [البقرة:١٨٥]

“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” [Al-Baqarah: 185]

وإذا أخرت القضاء حتى دخل رمضان القابل بدون عذر وجب عليها مع القضاء إطعام مسكين عن كل يوم أخرت قضاءه لتفريطها في القضاء حتى فات وقته المحدد له.

Dan jika beliau menunda qadha tersebut hingga masuk Ramadhan berikutnya tanpa uzur, maka wajib baginya di samping qadha untuk memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ia tunda qadhanya, dikarenakan kelalaiannya dalam menunaikan qadha hingga melewati waktu yang telah ditentukan baginya.

وأما ما أفطرته لغير عذر وإنما لتكاسل ونحوه فعليها فيه أن تتوب إلى الله تعالى من انتهاك حرمة شهر رمضان وتركها الصوم فيه الذي هو أحد أركان الإسلام، وعليها أيضاً القضاء، ومضي هذه الفترة الزمنية لا يسقط عنها وجوب القضاء، بل يظل لازماً في ذمتها حتى تقضيه. والله أعلم.

Adapun hari-hari yang ia tinggalkan tanpa uzur, melainkan hanya karena rasa malas atau semisalnya, maka beliau wajib bertaubat kepada Allah Ta’ala dari perbuatan melanggar kehormatan bulan Ramadhan dan meninggalkan puasa di dalamnya yang merupakan salah satu rukun Islam. Beliau juga tetap wajib mengqadhanya. Berlalunya jangka waktu ini tidak menggugurkan kewajiban qadha tersebut darinya, melainkan tetap menjadi tanggungan yang wajib ditunaikan sampai beliau mengqadhanya. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.