Orang yang Berbuka Karena Uzur Tidak Boleh Memaksa Jima’



المفطر لعذر ليس له أن يكره زوجته الصائمة على الجماع

Orang yang Berbuka Karena Uzur Tidak Boleh Memaksa Istrinya yang Sedang Berpuasa untuk Jima’

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Orang yang Berbuka Karena Uzur Tidak Boleh Memaksa Istrinya yang Sedang Berpuasa untuk Jima’ ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

أفطرت في يوم من أيام رمضان برخصة السفر وعند وصولي للبيت في نهار ذلك اليوم تحايلت على زوجتي، وبالمخادعة جامعتها. فما هو المترتب على كل منا؟

Saya berbuka pada salah satu hari di bulan Ramadhan karena rukhshah (keringanan) safar. Setibanya di rumah pada siang hari tersebut, saya memperdaya istri saya, dan dengan tipu muslihat saya menyetubuhinya. Apa konsekuensi bagi kami masing-masing?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإن كنت قد أكرهتها على الجماع وهي صائمة، فقد اقترفت إثما عظيما، وحوبا كبيرا، فعليك أن تتوب إلى الله ولا تعد لذلك مرة أخرى، وعليك قضاء هذا اليوم الذي أفطرته لأجل السفر،

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Jika Anda telah memaksa istri Anda untuk bersetubuh sementara ia sedang berpuasa, maka Anda telah melakukan dosa yang sangat besar dan kesalahan yang fatal. Anda wajib bertaubat kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Anda juga wajib mengqadha hari yang Anda tinggalkan karena safar tersebut.

أما الزوجة فلا إثم عليها، وصومها صحيح، لعموم قوله صلى الله عليه وسلم:

Adapun bagi sang istri, tidak ada dosa baginya dan puasanya tetap sah, berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“رفع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه.” رواه ابن ماجه

“Dimaafkan dari umatku kesalahan, kelupaan, dan apa-apa yang dipaksakan kepada mereka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

وراجع الفتوى الأخرى هنا :

Silakan merujuk pada fatwa lain disini :

وإن كانت قد طاوعتك، فقد ارتكبت ذنبا كبيرا، وتجب عليها التوبة إلى الله مع قضاء هذا اليوم، وفي وجوب الكفارة عليها خلاف، ومذهب جمهور العلماء وجوب الكفارة، ولمعرفة ما هي الكفارة، راجع الفتوى الاخرى هنا

Namun, jika ia menuruti Anda (secara sukarela), maka ia telah melakukan dosa besar dan wajib baginya bertaubat kepada Allah disertai dengan mengqadha hari tersebut. Mengenai kewajiban kaffarah (denda) baginya terdapat perbedaan pendapat, namun madzhab mayoritas ulama (Jumhur) mewajibkan kaffarah. Untuk mengetahui apa itu kaffarah, silakan merujuk pada fatwa lain disini

. وراجع للفائدة الفتاوى التالية  هنا

Dan untuk manfaat tambahan, silakan merujuk pada fatwa-fatwa lain disini.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.