Kaffarah Qadha Tidak Berlipat Ganda dengan Berlalunya Tahun



لا تتضاعف كفارة القضاء بمرور السنوات

Kaffarah Qadha Tidak Berlipat Ganda dengan Berlalunya Tahun

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Kaffarah Qadha Tidak Berlipat Ganda dengan Berlalunya Tahun ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

كان علي صيام خمسة أيام من رمضان منذ كنت في الصف الأول الإعدادي ولم أتمكن من صومها في أول سنة لقدوم النصف من شعبان ولم أكن أعلم أن من عليه قضاء مستثنى من هذه القاعدة وبعد أن طاف رمضان الأول علمت أن علي القضاء مع دفع مبلغ لإطعام مساكين وبما أني لم يكن لدي مال ولم أستطع أن أطلب من والدي أجلت ذلك إلى أن أعمل فكم يكون المبلغ الواجب علي دفعه إذا مرت ١٠ سنوات وخصوصا أن زوجي غير مستعد لدفع المبلغ عني وشكرا….

Saya memiliki hutang puasa lima hari Ramadhan sejak saya duduk di kelas satu SMP. Saya tidak sempat mengqadhanya pada tahun pertama karena sudah memasuki pertengahan bulan Sya’ban, dan saya tidak tahu bahwa orang yang memiliki hutang qadha dikecualikan dari aturan tersebut (larangan puasa setelah Nisfu Sya’ban). Setelah Ramadhan pertama berlalu, saya mengetahui bahwa saya wajib mengqadha disertai membayar sejumlah uang untuk memberi makan orang miskin. Karena saya tidak punya uang dan tidak bisa memintanya kepada ayah saya, saya menundanya sampai saya bekerja. Berapa jumlah uang yang wajib saya bayar jika sudah berlalu 10 tahun, terutama karena suami saya tidak bersedia membayarkannya untuk saya? Terima kasih.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فمن أخر قضاء رمضان بغير عذر حتى دخل رمضان آخر يلزمه صوم رمضان الحاضر ثم يقضي الصيام الأول ويلزمه عن كل يوم فدية وهذا مذهب الشافعي ومالك وأحمد وغيرهم، خلافاً لأبي حنيفة وغيره الذين قالوا: عليه القضاء ولا فدية عليه.

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Barangsiapa yang mengakhirkan qadha Ramadhan tanpa udzur hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka ia wajib berpuasa Ramadhan saat ini kemudian mengqadha puasa yang pertama tadi, serta wajib membayar fidyah untuk setiap harinya. Ini adalah madzhab Syafi’i, Maliki, Ahmad, dan selainnya; berbeda dengan Abu Hanifah dan yang lainnya yang menyatakan bahwa ia wajib qadha namun tidak ada fidyah baginya.

أما إن أخر الصيام لعذر كسفر دائم أو مرض ونحوهما من الأعذار فلا يجب عليه إلا القضاء ولا فدية عليه لأنه معذور، وهذا هو مذهب الأئمة الأربعة. وعليه، فإن كان لك عذر في تأخير الصيام فلا يلزمك إلا القضاء، وإن لم يكن لك عذر فيلزمك القضاء مع فدية واحدة لكل يوم فقط، وإن كان تأخيرك لها أكثر من عشر سنين

Adapun jika ia mengakhirkan puasa karena udzur seperti safar terus-menerus atau sakit dan udzur semisalnya, maka tidak ada kewajiban baginya kecuali qadha saja dan tidak ada fidyah, karena ia memiliki udzur. Ini adalah madzhab empat imam. Berdasarkan hal tersebut, jika Anda memiliki udzur dalam mengakhirkan puasa maka tidak ada kewajiban bagi Anda kecuali qadha. Namun jika Anda tidak memiliki udzur, maka Anda wajib mengqadha disertai satu fidyah saja untuk setiap harinya meskipun penundaan Anda lebih dari sepuluh tahun.

قال ابن قدامة في المغني:

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni berkata:

“فإن أخره لغير عذر حتى أدركه رمضانات أو أكثر لم يكن عليه أكثر من فدية مع القضاء لأن كثرة التأخير لا يزداد بها الواجب، كما لو أخر الحج الواجب سنين لم يكن عليه أكثر من فعله.”

“Jika ia mengakhirkannya tanpa udzur hingga mendapati beberapa kali Ramadhan atau lebih, maka tidak ada kewajiban baginya lebih dari satu fidyah bersama qadha, karena lamanya penundaan tidak menambah besarnya kewajiban, sebagaimana jika seseorang mengakhirkan haji wajib selama bertahun-tahun, maka tidak ada kewajiban baginya lebih dari melakukannya.”

والفدية يسيرة عليك إذ هي مد من بر أو نصف صاع من غيره كالأرز ونحوه، والمد يعادل ٧٥٠ جرماً. والله أعلم.

Fidyah ini ringan bagi Anda, yaitu satu mud gandum atau setengah sha’ dari selainnya seperti beras dan sejenisnya. Satu mud setara dengan 750 gram. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.