تكنية أبي لهب
Asal-usul Gelar Abu Lahab
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Asal-usul Gelar Abu Lahab ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sirah Nabawiyah
السؤال:
Pertanyaan:
لماذ سمي”أبو لهب” بهذا الاسم؟
Mengapa “Abu Lahab” dinamakan dengan nama tersebut?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فقد كني أبو لهب بهذا الاسم، قيل: لشدة جماله، وقيل: لكونه سيصلى نارًا ذات لهب، وقيل: غير ذلك، قال العيني في شرح البخاري: فإن قيل ما وجه تكنية أبي لهب؟ أجيب بأجوبة:
Abu Lahab diberikan kuniyah (gelar) dengan nama ini karena beberapa alasan. Ada yang berpendapat karena ketampanannya yang luar biasa, ada pula yang berpendapat karena ia akan dimasukkan ke dalam api yang bergejolak (naran dhata lahab), dan ada pula pendapat lainnya. Al-‘Ayni menjelaskan dalam Syarah Al-Bukhari: Jika ditanyakan, apa alasan pemberian kuniyah Abu Lahab?
Maka dijawab dengan beberapa penjelasan:
الأول: أن وجهه كان يتلهب جمالًا، فجعل الله ما كان يفتخر به في الدنيا، ويتزين به سببًا لعذابه.
Pertama: Bahwasanya wajahnya dahulu tampak menyala (yatalahhab) karena ketampanannya. Maka Allah menjadikan apa yang ia banggakan dan ia gunakan untuk berhias di dunia sebagai sebab bagi azabnya.
الثاني: للإشارة إلى أنه سيصلى نارًا ذات لهب.
Kedua: Sebagai isyarat bahwa ia akan memasuki api yang bergejolak (lahab).
الثالث: أن اسمه عبد العزى، وكنيته أبو عتبة، وأما أبو لهب فلقب لقب به لجماله، وليس بكنية.
Ketiga: Bahwasanya nama aslinya adalah ‘Abdul ‘Uzza, dan kuniyah resminya adalah Abu ‘Utbah. Adapun Abu Lahab hanyalah julukan (laqab) yang diberikan kepadanya karena ketampanannya, dan bukan merupakan kuniyah asli.
الرابع: قاله الزمخشري: إن هذه التكنية ليست للإكرام، بل للإهانة؛ إذ هي كناية عن الجهنمي، إذ معناه: تبت يدا جهنمي، واعترض عليه بعضهم بأن التكنية لا ينظر فيها إلى مدلول اللفظ، بل الاسم إذا صدر بأب أو أم، فهو كنية. انتهى.
Keempat: Az-Zamakhsyari berpendapat bahwa pemberian gelar ini bukan untuk penghormatan, melainkan untuk penghinaan; karena gelar ini merupakan kiasan bagi penghuni neraka Jahanam, yang maknanya: “Binasalah kedua tangan penghuni Jahanam.” Namun, sebagian ulama menyanggah pendapat ini dengan menyatakan bahwa pemberian gelar tidak selalu melihat pada makna harfiah lafaznya; melainkan setiap nama yang diawali dengan kata “Abu” (bapak) atau “Ummu” (ibu) disebut sebagai kuniyah. (Selesai kutipan).
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply