*Tadabbur Lughah : Surah Al Kahfi : Maka apakah kamu akan bersedih hati ?*

*Tadabbur Lughah : Surah Al Kahfi : Maka apakah kamu akan bersedih hati ?*

Kompilasi oleh : Reza Ervani *)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kalau benar-benar ditadabburi, baru sampai surah Al Kahfi ayat 6 saja sudah bisa menangis kita dibuatnya.

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Ada ulama yang berpendapat bahwa penggunakan لعل di ayat itu untuk menunjukkan larangan, sehingga makna ayat itu dapat menjadi :

“Janganlah kamu membunuh dirimu hanya karena mereka tidak mau beriman”

Ada pula ulama yang berpendapat bahwa penggunaan لعل di ayat itu untuk menunjukkan istifham yang bermakna pengingkaran. Pendapat ini populer di kalangan madzhab Kuffah, sehingga makna ayat itu dapat menjadi

“Apakah kamu akan membunuh dirimu hanya karena mereka tidak mau beriman ?”

Lafazh على أثارهم dijelaskan oleh Imam Al Qurthubi : أثار adalah bentuk jamak dari أثر (bekas, dampak). Sehingga lafazh ayat itu bisa menjadi :

“Apakah kamu akan membunuh dirimu akibat berpalingnya mereka dari da’wahmu ?”

Sementara Imam Abu Hayyan dalam Bahrul Muhith mengatakan bahwa makna على أثارهم adalah من بعدهم (setelah mereka), maksudnya keputus asaan terhadap keengganan mereka untuk beriman.

Sementara أَسَفًا bermakna kesedihan yang luar biasa. Atau dapat juga menunjukkan makna Marah, seperti pada ayat :

فَلَمَّا آسَفُونَا انتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

Secara I’rab, ada yang menganggap bahwa أَسَفًا berposisi sebagai maf’ul min ajlihi, ada juga yang berpendapat bahwa dia sebagai haal.

Maka kita dapati dari pembahasan diatas, bahwa ayat ini menunjukkan tentang kesedihan luar biasa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, karena ada masa dimana orang-orang kafir tidak mau beriman dengan apa yang disampaikan oleh beliau. Kemudian Allah Ta’ala melarang beliau untuk bersedih, menghibur dan menguatkan beliau sebagaimana juga kita temukan dalam ayat-ayat lain. Misalnya :

فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (Al Quran Surah Al Faathir ayat 8)

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Boleh jadi kamu akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. (Surah Asy Syu’araa ayat 3)

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Surah Al Hijr ayat 88)

وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Surah Al Maidah ayat 68)

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Surah Al An’aam ayat 33)

dan di

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, (Surah Al Hijr ayat 97)

Demikianlah, perhatikan bagaimana Allah Ta’ala menghibur para da’i, menguatkan mereka agar tidak bersedih pada kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam proses da’wah. Mengembalikannya kepada Allah Ta’ala, terus bergerak, sampai menemukan janji yang telah Allah Ta’ala berikan kepada mereka.

Semoga Allah Ta’ala melembutkan hati kita, sehingga dengan mudah terhibur oleh ayat-ayat Allah Ta’ala. Aamiin.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

(* Pengajar Bahasa Arab di Rumah Ilmu Indonesia, Kareem Institute dan Riung Huffazh Indonesia)

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.