[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 16 (1) : Ulaa-ika alladzina isytarawu adh dhalaalata bil huda



البقرة  ١٦

[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 16 (1) : Ulaa-ika alladzina isytarawu adh dhalaalata bil huda

Alih Bahasa dan Kompilasi : Reza Ervani bin Asmanu

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Baqarah ayat 16 adalah lanjutan serial Ensiklopedi Al Quran

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

أُولَٰئِكَ: اسم إشارة يشير إلى البُعد ويشير إلى المفسدين, السفهاء؛ الّذين لا يشعرون؛ ولا يعلمون, وكذلك إلى المستهزئين.

Ulaa-ika (mereka). Ism Isyarah yang menunjukkan jauh. Menunjuk kepada para mufsiduun (orang-orang yang yang membuat kerusakan), as Sufahaa (orang-orang bodoh), yang mereka tidak menyadarinya, tidak mengetahuinya. Juga menunjuk kepada para mustahzi-uun (orang-orang yang mengolok agama)

الَّذِينَ : اسم موصول, يفيد الذّم.

alladzina (orang-orang yang). Ism Maushul (Kata Sambung), menunjukkan celaan

اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ : اشتروا الضلالة؛ اسم مرة ضلالة واحدة,  والضلال اسم جنس يشمل الضلالات كلهاء , ويعني: عدم تبين الحق والهدى والإيمان؛ أي: بدلاً من أن يشتروا الهداية, أو الهدى الضلالة؛

Isytarawu adh dhalaalata bil huda (mereka membeli kesesatan dengan petunjuk). Ism marrah dhalaalata menunjukkan tunggal, sementara adh dhalaal adalah ism jinsi yang mencakup seluruh jenis kesesatan. yakni ketiadaan penjelasan kepada kebenaran, petunjuk serta keimanan. Inilah makna mengganti, membeli kesesatan dengan hidayah atau petunjuk.

 وإذا قارنا هذه الآية بالآية ٢٠٧ من نفس السورة وهي قوله تعالى :

Jika kita bandingkan ayat tersebut dengan ayat 207 pada surat yang sama. Allah Ta’ala berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang menjual (mengorbankan) dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Surah Al Baqarah ayat 207)

نجد أن شرى تعني يبيع, واشترى بمعنى الشراء.

Kita mendapati bahwa kata syaraa disana bermakna menjual, sementara isytaraa bermakna membeli.

اشتروا الضلالة: قد تكون الكفر, أو النفاق والشك, أو الجهل؛ اشتروا الضلالة فكيف دفعوا ثمنها ؟ دفعوا ثمنهاء بما عندهم, من الفطرة الإيمانية؛ فكل ما عندهم, من فطرة إيمانية؛ أو إيمان اشتروا به ضلالة واحدة. فهذا يدل علئ أن إيمانهم ضعيف جداً.

Isytarawu adh Dhalaalata (mereka membeli kesesatan) : kesesatan yang dimaksud disini bisa berupa kekufuran, kemunafikan dan keraguan, atau kebodohan; mereka membeli kesesatan, lalu bagaimana mereka membayar harganya? Mereka membayarnya dengan apa yang ada pada mereka, yakni fitrah keimanan. Sehingga semua yang ada pada mereka, yakni fitrah keimanan atau keimanan itu sendiri, mereka bayarkan untuk membeli satu kesesatan. ini menunjukkan bahwa iman mereka sangat lemah.

Bersambung in sya Allah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.