[TADABBUR HARIAN] Pengkategorian Al Isti’aadzah dan Pengaruhnya (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

[TADABBUR HARIAN] Pengkategorian Al Isti’aadzah dan Pengaruhnya (Bagian 2 dari 3 Tulisan)

Kompilasi dan Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

ثانيًا: الاستعاذة من هدي الأنبياء والصالحين:

Yang Kedua : Al Isti’aadzah adalah bagian dari petunjuk para Nabi dan Orang-orang Shalih

الاستعاذة بالله من هدي الأنبياء والصالحين، وقد أمرنا الله بالاقتداء بهم.

Meminta perlindungan kepada Allah adalah bagian dari petunjuk para Nabi dan orang-orang Shalih, maka sungguh Allah telah memerintahkan kita untuk menjejaki teladan mereka

قال تعالى:

Firman Allah Ta’ala

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ [الأنعام: ٩٠].

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)”. Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat. (Surah Al An’aam ayat 90)

وهذا نبي الله نوح عليه السلام يستعيذ بالله من أن يسأله ما ليس به علم عندما سأله نجاة أهله.

Nabi Nuh alaihi salam meminta perlindungan kepada Allah dari permohonan yang tidak ada pada dirinya ilmu, saat dia meminta keluarganya untuk diselamatkan.

قال تعالى:قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ[هود: ٤٧].

Firman Allah Ta’ala :

Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”(Surah Huud ayat 47)

فاستجار بالله أن يتكلف مسألته مما قد استأثر الله بعلمه، وطوى علمه عن خلقه، وكذلك سأل الله أن يغفر زلته في سؤاله نجاة ابنه، وأن الله إن لم يغفر له ويرحمه ليكونن من الذين غبنوا أنفسهم حظوظها فهلكوا

Maka dia meminta perlindungan kepada Allah dari pembebanan persoalan-persoalan yang sungguh merupakan wilayah prerogatif Allah Ta’ala dengan IlmuNya, yang ilmunya mencakup pada apa-apa yang Dia Ciptakan, juga meminta kepada Allah Ta’ala untuk mengampuni kesalahannya dalam permohonannya terkait keselamatan bagi putranya (yang durhaka), dan bahwa jika Allah tidak mengampuninya dan tidak merahmatinya maka jadilah dia kedalam golongan orang-orang yang menyakiti dan menghancurkan diri mereka sendiri.  (Kitab Jami’ul Bayan Ath Thabariy)

وهذا موسى عليه السلام استعاذ بالله من أن يرجمه قومه.

Begitu juga Musa alaihi salam berlindung kepada Allah dari rencana kaumnya merajamnya.

قال تعالى:وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَن تَرْجُمُونِ [الدخان: ٢٠].

Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, (Ad Dukhaan ayat 20)

الرجم الذي استعاذ موسى عليه السلام بربه منه قيل: هو الشتم باللسان، وقيل: هو الرجم بالحجارة، وقيل: المراد بالرجم: القتل.

Rajam yang Musa alaihi salam berlindung kepada Robbnya, menurut pendapat sebagian adalah : cacian lisan, ada juga yang berpendapat : dirajam dengan batu, ada juga yang berpendapat yang dimaksud dengan rajam adalah : pembunuhan.

قال ابن جرير: «والصواب أن يقال: استعاذ موسى بربه من كل معاني رجمهم الذي يصل منه إلى المرجوم أذى ومكروه، شتمًا كان ذلك باللسان، أو رجمًا بالحجارة باليد».

Ibnu Jarir mengatakan : Yang akurat adalah pendapat yang mengatakan bahwa Musa alaihi salam berlindung kepada RobbNya dari semua makna rajam yang membawa kepada kerusakan yang menyakitkan dan dibenci, baik itu cacian dengan lisan maupun dilempar dengan batu (Kitab Jami’ul Bayan – Ath Thabari dan Kitab Al Jaa’mi li Ahkamil Quran – Al Qurthubi)

وهذا نبي الله يوسف عليه السلام يستعيذ بالله من الوقوع في الفاحشة.

Begitu pula Nabiullah Yusuf alaihi salam, meminta perlindungan kepada Allah dari jatuh ke dalam perbuatan dosa/keburukan.

قال تعالى:  وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ [يوسف: ٢٣].

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(Surah Yusuf ayat 23)

وهذا في غاية النزاهة والطهر؛ يستعيذ بالله -مع قوة الداعي- من أن يقع في هذا الفعل القبيح؛ لأنه مما يسخط الله ويبعد منه، ولأنه خيانة في حق سيده الذي أكرم مثواه، وسيده الحق جل جلاله قد أحسن مثواه بما سخر له، فكيف يخونه بما حرم عليه، وهذا من أعظم الظلم، والظالم لايفلح.

Ini adalah tujuan yang murni dan suci, berlindung kepada Allah – sekuat sang pemohon – dari melakukan pekerjaan yang buruk, karena itu adalah hal yang dimurkai Allah dan menjauhkan dariNya. Dan juga karena itu adalah bentuk pengkhianatan kepada tuannya yang telah memuliakannya dan memperlakukannya dengan baik (Kitab At Taisir Rahman – As Sa’di) dan juga Yang Maha Mulia Jala Jalaluhu yang telah memberikan tempat tinggal terbaik yang dia gunakan, maka bagaimana dia bisa mengkhianatinya dengan mengerjakan apa yang diharamkan atasnya (Kitab Al Ma’aalimut Tanzil – Al Baghaawiy), karena itu adalah salah satu kezhaliman terbesar, dan orang-orang zhalim tidak akan mendapatkan kemenangan.

وهذه امرأة عمران حين وضعت مريم عليها السلام طلبت من الله أن يعيذها وذريتها من الشيطان الرجيم.

Dan begitu pula Istri Imran saat melahirkan Maryam alaihi salam, dia meminta kepada Allah untuk melindungi keturunannya dari setan yang terkutuk.

قال تعالى: فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ [آل عمران: ٣٦].

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (Surah Ali Imran ayat 36)

فاستجاب الله لها، فأعاذها الله وذريتها من الشيطان الرجيم، فلم يجعل له عليها سبيلًا

Maka Allah Ta’ala mengabulkan untuknya, melindunginya dan keturunannya dari setan yang terkutuk, dan tidak memberikan jalan kepada setan untuk menganggunya. (Kitab Jami’ul Bayan – Ath Thabari)

قال النبي صلى الله عليه وسلم: (ما من مولود يولد إلا نخسه الشيطان، إلا ابن مريم وأمه)

Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda :  “Tidaklah setiap bayi terlahir kecuali diganggu oleh setan, kecuali putera Maryam dan Ibunya (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya)

قال القرطبي: «قال علماؤنا: أفاد هذا الحديث أن الله تعالى استجاب دعاء أم مريم؛ فإن الشيطان ينخس جميع ولد آدم، حتى الأنبياء والأولياء، إلا مريم وابنها»

Imam Al Qurthubi berkata : Berkata orang-orang berilmu diantara kami bahwa faidah hadits ini adalah bahwa Allah Ta’ala mengabulkan doa Ibunya Maryam (istri Imran alaihi salam), dimana setan menganggu seluruh kelahiran anak Adam, termasuk para Nabi dan para auliya, kecuali Maryam dan putranya (Kitab Al Jaami’ li Ahkamil Quran – Al Qurthubi)

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung in sya Allah.

المفردات

 ( فعل ):

appeal for ; call for) the help or aid or assistance of ; seek (ask for ; seek protection or refuge (with)

 ( فعل ):

appropriate ; monopolize ; possess alone ; take exclusive possession of

 ( فعل ): أنْهَى

abandon

 ( اسم ): صَحِيح

accurate ; correct ; exact ; proper ; right

 ( فعل ): ذَلَّلَ

drudge
– work as a hard drudge
– use, work or develop fully
– exploit; make use of
– subjugate or repress

غَبَن: (اسم)

  • مصدر غَبِنَ
  • الغَبَنُ فِي البَيْعِ أَوِ الشِّرَاءِ : الْخَدِيعَةُ

 ( اسم ): نَقْصٌ وإِضْعاف

detriment
– the state of being harmed or damaged by something
– injustice, unfairness
– lack of fairness
– what is morally wrong; a wrong action; injustice; unjust action or treatment

 ( فعل ): هَمَزَ

drive ; goad ; prick ; prod ; punch ; rowel ; spur ; urge on

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.