[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 15 (2) : wa yamudduhum



البقرة  ١٥

[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 15 (2) : wa yamudduhum

Alih Bahasa dan Kompilasi : Reza Ervani bin Asmanu

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Baqarah ayat 15 adalah lanjutan serial Ensiklopedi Al Quran

اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

وَيَمُدُّهُمْ : من المد؛ وأكثر ما يستعمل المد في المكروه, والإمداد في المحبوب.

wa yamudduhum (dan menambahkan bagi mereka). Dari kata al Madd, yang banyak digunakan dalam hal-hal yang dibenci. Sementara kata al Imdaad dalam hal-hal yang disukai.

والمد بمعنى الإمهال, يقال: مدّه في غيه أمهله.

Al Madd bermakna Al Imhaal (pemberian tenggang waktu). Dikatakan : Maddahu fii Ghaihi Amhalihi bermakna menambahkan tenggat waktu pada kesalahannya (memberikan kesempatan lebih).

ويقال: مد الجيش, وأمده؛ أي: زوده بالعدد والعُدَّة ما يقويه.

Dan dikatakaan : Maadul Jaysyu, wa amaddahu, yakni : menambah jumlah pasukan dan meningkatkan apa yang menjadi kekuatannya.

إذن, يمدهم؛ له معان عدّة:

Sehingga yamudduhum memiliki 2 (dua) makna :

‎١‏ – يمهلهم؛ ليزدادوا إثماً أو يُملي لهم.

Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi mereka tenggang waktu agar dosa mereka semakin bertambah atau memberi kesempatan kepada mereka.

٢ – يزيدهم في طغيانهم بأن يفتح لهم أبواب كل شيء.

Kedua, Allah Ta’ala menambahkan kepada kesesatan dengan membuka pintu-pintu segala sesuatu bagi mereka.

وَالْمَدُّ: الزِّيَادَةُ

Al Madd : Az Ziyadah (Tambahan)

قَالَ يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ: يُقَالُ مَدَّ فِي الشَّرِّ وَأَمَدَّ فِي الْخَيْرِ، وَمِنْهُ:

Yunus bin Habib mengatakan : Dikatakan Madd dalam hal-hal terkait keburukan, dan dikatakan Amadda dalam hal-hal terkait kebaikan. Misalnya dalam Firman Allah Ta’ala :

 وَأَمْدَدْناكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ

Kami tambahkan kalian dengan harta kekayaan dan anak-anak (Surah al Israa ayat 6)

وَأَمْدَدْنَاهُم بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. (Surah ath Thuur ayat 22)

وقال الأخفش: مددت له: إذا تركته، وأمددته: إِذَا أَعْطَيْتُهُ.

Al Akhfasy mengatakan : Madadtu lahu (aku menambahkan baginya), jika aku melewatkannya (sebelumnya orang tersebut tidak mendapatkan pemberian). Dan amdadtuhu (aku menambahkan baginya), jika aku memberinya lagi (sebelumnya orang tersebut sudah mendapatkan pemberian)

وَقَالَ الْفَرَّاءُ وَاللِّحْيَانِيُّ: مَدَدْتُ فِيمَا كَانَتْ زِيَادَتُهُ مِنْ مِثْلِهِ، يُقَالُ: مَدَّ النَّهْرُ،

Al Farra’ dan al Lihyaniy mengatakan : Madadtu digunakan jika penambahan tersebut adalah dalam bentuk yang serupa. Misalnya : Madda an Nahru (Sungai bertambah [pasang])

وَمِنْهُ: 

Contohnya :

وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ

ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, (Surah Luqman ayat 27)

وَأَمْدَدْتُ فِيمَا كَانَتْ زِيَادَتُهُ مِنْ غَيْرِهِ، وَمِنْهُ:

Sementara Amdadtu jika penambahan tersebut dari jenis selainnya. Misalnya

يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ

niscaya Allah menolong kamu dengan menambah lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Surah Ali Imran ayat 125)

Bersambung in sya Allah

Allahu Ta’ala ‘A’lam



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.