[TADABBUR HARIAN] Pengkategorian Al Isti’aadzah dan Pengaruhnya (Bagian 3 dari 3 Tulisan)

[TADABBUR HARIAN] Pengkategorian Al Isti’aadzah dan Pengaruhnya (Bagian 3 dari 3 Tulisan)

Kompilasi dan Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

ثالثًا: آثارالاستعاذة:

Ketiga : Pengaruh/Dampak-dampak Al Isti’aadzah

مما يبين لنا أهمية الاستعاذة ذكر آثارها على المستعيذين:

Dari apa yang dijelaskan kepada kita tentang urgensi Al Isti’aadzah adalah penyebutan pengaruhnya kepada orang-orang yang minta perlindungan (Al Musta’iidziin) :

قال الله تعالى -حكاية عن نوح عليه السلام أنه قال:قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ [هود: ٤٧].

Firman Allah Ta’ala :

Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”. (Surah Huud ayat 47)

فأعطاه الله نعمتين :السلام، والبركات.

Maka Allah Ta’ala menganugerahi dua kenikmatan yakni : Keselamatan dan Keberkahan

قال تعالى: قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِّنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ [هود: ٤٨].

Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu (Surah Huud ayat 48)

وقال يوسف عليه السلام : قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ [يوسف: ٢٣].

Yusuf alaihi salam berkata : “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (Surah Yuusuf ayat 23)

فأعطاه الله نعمتين: صرف السوء عنه والفحشاء.

Maka Allah Ta’ala menganugerahinya dua kenikmatan : Menghilangkan keburukan dan kejahatan darinya

وقال أيضًا: قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَن نَّأْخُذَ إِلَّا مَن وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِندَهُ إِنَّا إِذًا لَّظَالِمُونَ [يوسف: ٧٩].

Dia juga berkata : Berkata Yusuf: “Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, (Surah Yusuf ayat 79)

فأعطاه الله نعمًا كثيرة، منها: نعمة العدل، وكشف الأمور، وظهور البراءة، ورفع أبويه على العرش، وسجودهم له.

Maka Allah Ta’ala menganugerahinya kenikmatan yang banyak, diantaranya adalah kenikmatan keadilan, menyingkapkan untuknya perkara-perkara, menampakkan ketidaksalahannya, mengangkat kedua orang tuanya ke singgasana dan bersujudnya mereka kepadanya.

وحكى عن موسى عليه السلام : قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ [البقرة: ٦٧].

Dikisahkan dari Musa alaihi salam : Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. (Surah Al Baqarah ayat 67)

فأعطاه الله نعمتين: إزالة التهمة له بالجهل ، وإحياء القتيل.

Maka Allah Ta’ala menganugerahinya dua kenikmatan : menghilangkan tuduhan jahil padanya, dan membangkitkan orang yang dibunuh

وحكى عن موسى عليه السلام أيضًا: وَقَالَ مُوسَىٰ إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُم مِّن كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ [غافر: ٢٧].

Dikisahkan dari Musa alaihi wa salam pula : Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”. (Surah Ghaafir ayat 27)

وفي آية أخرى قال تعالى: وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَن تَرْجُمُونِ [الدخان: ٢٠].

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman :

Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, (Surah Ad Dukhaan ayat 20)

فأعطاه الله نعمتين: أفنى عدوه، وأورثهم أرضهم وديارهم.

Maka Allah Ta’ala menganugerahinya dua kenikmatan : Membasmi musuh-musuhnya dan mewariskannya tanah dan tempat tinggal mereka

وحكى عن أم مريم أنها قالت:وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ [آل عمران: ٣٦].

Dikisahkan tentang Ummu Maryam bahwa beliau berkata : Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (Surah Ali Imran ayat 36)

فأعطاها الله نعمتين: تقبل مريم منها بقبول حسن، وأنبتها نباتا حسنا، وهو قوله تعالى: تَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا [آل عمران: ٣٧]

Maka Allah Ta’ala menganugerahinya dua kenikmatan : Mengabulkan permintaannya akan Maryam dengan pengabulan yang baik, serta mendidiknya dengan pendidikan yang baik.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala : Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik (Surah Ali Imran ayat 37)

ومريم عليها السلام لما رأت جبريل عليه السلام في صورة بشر يقصدها قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا [مريم: ١٨].

Dan Maryam alaihi salam ketika melihat Jibril alaihi salam dalam rupa manusia yang datang kepadanya : Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (Surah Maryam ayat 18)

فوجدت نعمتين: ولدًا من غير أب، وتبرئة الله إياها بلسان ذلك الولد عن السوء؛ وهو قوله تعالى: قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا [مريم: ٣٠]24.

Maka Allah Ta’ala mengadakan baginya dua kenikmatan : Anak yang terlahir tanpa ayah, dan Allah Ta’ala membebaskannya dari tuduhan keburukan melalui lisan anaknya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Surah Maryam ayat 30) (Kitab Al Libaab fii ulumil Kitaab)

Disarikan dari Kitab : Mau’suu’ah At Tafsir Al Maudhuu-i

Allahu Ta’ala ‘A’lam

المفردات

 ( اسم ): إذْنٌ بِالانْصِراف

dismissal ; sending away

 ( فعل ): أذِنَ لَهُ بِالانْصِراف

dismiss ; send away

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.