[Makkiyah dan Madaniyah] (2) Pengertian Al Makkiy dan Al Madaniy

Serial Ilmu Makkiyah dan Madaniyah (2)

Pengertian Al Makkiy dan Al Madaniy

Oleh : Syaikh DR. Muhammad Syafaa’at Robbaniy

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

التعريف الأول: أن المكي ما نزل من القرآن قبل هجرة الرسول صلى الله عليه وسلم إلى المدينة حتى ولو نزل بغير مكة، والمدني ما نزل من القرآن بعد الهجرة وإن كان نزوله بمكة. وهذا التعريف روعي فيه الزمان.

Definisi pertama : Al Makki (Makkiyah) adalah apa-apa dari Al Quran yang turun sebelum hijrah Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam ke Madinah, meskipun ayat tersebut turun bukan di Makkah. Dan Al Madani (Madaniyah) adalah apa-apa dari Al Quran yang turun setelah hijrah, meskipun ayat tersebut turun di Makkah. Definisi ini berdasarkan pada waktu diturunkannya ayat.

التعريف الثاني: أن المكي ما نزل من القرآن بمكة ولو بعد الهجرة، والمدني ما نزل بالمدينة، ويدخل في مكة ضواحيها كالمنزل على النبي صلى الله عليه وسلم بمنى وعرفات والحديبية، ويدخل في المدينة ضواحيها أيضًا كالمنزل عليه في بدر، وأحد

Definisi Kedua : Bahwa Al Makki adalah apa-apa dari Al Quran yang turun di Makkah meskipun setelah hijrah, sementara Al Madani adalah apa yang turun di Madinah, masuk kedalam kategori Al Makkiy lokasi yang berada di sekitarannya, seperti apa-apa yang turun kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam di Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Dan masuk ke dalam kategori Madani lokasi yang berada di sekitarannya seperti apa-apa yang turun kepada beliau di Badar, Uhud.

وهذا التعريف لوحظ فيه مكان النزول، لكن يرد عليه أنه غير ضابط ولا حاصر؛ لأنه لا يشمل ما نزل بغير مكة والمدينة وضواحيهما، كقوله -تعالى- في سورة التوبة: لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لاتَّبَعُوكَ الآية فإنها نزلت بتبوك، وقوله تعالى في سورة الزخرف: وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ الآية، فإنها نزلت ببيت المقدس ليلة الإسراء.

Definisi ini mengamati tempat turunnya ayat. Akan tetapi definisi ini terbantahkan karena tidak kuat dan tidak memiliki batasan, karena dia tidak mencakup apa yang tidak diturunkan di Makkah dan Madinah serta sekitar kedua kota tersebut, seperti firman Allah Ta’ala pada surah Taubah :

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (Surah At Taubah ayat 42)

yang diturunkan di Tabuk. Atau Firman Allah Ta’ala di surah Az Zukhruf :

وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ

Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?” (Surah Az Zukhruf ayat 45)

yang diturunkan di Baitul Maqdis pada malam Isra’.

التعريف الثالث: أن المكي ما وقع خطابًا لأهل مكة، والمدني ما وقع خطابا لأهل المدينة. وهذا التعريف لوحظ فيه المخاطبون، لكن يرد عليه أنه غير ضابط ولا حاصر، فإن في القرآن ما نزل غير مصدر بأحدهما، نحو قوله تعالى في فاتحة سورة الأحزاب: يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ الآية، وقوله تعالى في سورة الكوثر: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ الآية وغيرهما.

Definisi ketiga : Bahwa Makkiyah adalah apa yang ditujukan kepada Ahlul Makkah, dan Madaniyah adalah apa yang ditujukan kepada Ahlul Madinah. Definisi ini mengamati pihak-pihak yang dituju/diajak bicara. Akan tetapi definisi ini juga terbantahkan dikarenakan tidak kuat dan tidak memiliki batas, disebabkan di Al Quran ada ayat yang diturunkan tidak ditujukan hanya kepada satu pihak, misalnya Firman Allah Ta’ala dalam pembukaan surah Al Ahzaab :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Surah Al Ahzaab ayat 1)

Atau firman Allah Ta’ala :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (Surah Al Kautsar ayat 1)

dan lainnya.

ويرد عليه أن هناك سورًا مدنية ورد فيها الخطاب بصيغة يَا أَيُّهَا النَّاسُ وسورًا مكية ورد فيها الخطاب بصيغة يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مثال الأولى سورة البقرة، فإنها مدنية وفيها يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الآية، ومثال الثانية سورة الحج، فإنها مكية عند بعض أهل العلم، وفيها يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا الآية.

Tidak bisa masuk juga kedalam definisi tersebut surah-surah Madaniyah yang menyebut pihak yang dituju dengan shighah : Yaa Ayyuhan Naas (Wahai Manusia). Tidak bisa masuk pula ke dalam defisini itu, surah-surah Makkiyah yang menyebut pihak yang dituju dengan shighah : Yaa Ayyuhal ladziina Aamanu (Wahai orang-orang yang beriman), semisal surah Al Baqarah, yang merupakan surah Madaniyah [lihat tulisan Tadabbur Harian ke-15] :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (Surah Al Baqarah ayat 21).

Atau contoh lain surah Al Hajj, yang merupakan surah Makkiyah menurut pendapat sebagian Ahli Ilmu, ada ayat yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (Surah Al Hajj ayat 77)

فالراجح من هذه التعريفات الثلاثة هو التعريف الأول للأسباب الآتية:

1- أنه ضابط وحاصر ومطرد لا يختلف، واعتمده العلماء واشتهر بينهم.

2- أن الاعتماد عليه يقضي على معظم الخلافات التي أثيرت حول تحديد المكي والمدني.

3- أنه أقرب إلى فهم الصحابة -رضي الله عنهم- حيث إنهم عدوا من المدني سورة التوبة، وسورة الفتح وسورة المنافقون، ولم تنزل سورة التوبة كلها بالمدينة، فقد نزل كثير من آياتها على رسول الله -صلى الله عليه وسلم- وهو في طريق عودته من تبوك، ونزلت سورة الفتح على النبي -صلى الله عليه وسلم- وهو عائد من صلح الحدبية، ونزلت سورة المنافقون عليه، وهو في غزوة المصطلق

Maka yang rajih dari definisi-definisi ini adalah definisi yang pertama dengan alasan-alasan berikut ini :

  1. Merupakan definisi yang kuat, memiliki pembatasan serta metodologi yang tidak ada perdebatan padanya, disetujui oleh para ulama dan masyhur di kalangan mereka
  2. Menghilangkan perbedaan besar yang muncul pada penentuan surah Makkiyah dan Madaniyah
  3. Karena dia lebih dekat dengan pemahaman para shahabat – radhiyallahu ‘anhum – dimana mereka memasukkan surah At Taubah ke dalam kategori Surah Madaniyah, begitu pula Surah Al Fath serta Surah Al Munaafiquun. Meskipun Surah At Taubah tidak seluruhnya turun di Madinah, akan tetapi banyak ayat dari surah tersebut yang turun kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa salam dalam perjalanan kembali beliau dari Tabuk. dan diturunkan surah Al Fath kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam – saat beliau kembali dari perundingan Hudaibiyah, serta diturunkan surah Al Munaafiquun pada beliau pada saat perang Bani Mushtaliq

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung in sya Allah

 

المفردات

 ( اسم ): ضاحِيَة

environs
– the area surrounding a place
– the outer border or fringe of a town, district, subject, etc
– suburbs or outskirts
– an outlying disrict

 ( فعل ): دَحَضَ

confute ; controvert ; disprove ; falsify ; rebut ; refute

– abolish
– end the existence of; put an end to
– cancel, repeal or annul something
– to cancel, stop it , etc
– to nullify or end a former arrangement or agreement
– to prove a person to be wrong;show an argument to be false
– deny the truth of (something said or written); deny the words of a person
– to dispute about; deny; oppose

 ( اسم ): قاعِدَة

maxim ; norm ; precept ; principle ; rule

 ( فعل ): أمْضَى

sign ; subscribe

– subscribe
– to sign

لاحَظَ: (فعل)

لاحظَ يلاحظ ، مُلاحَظةً ، فهو مُلاحِظ ، والمفعول مُلاحَظ

 ( فعل ):

check (on) ; descry ; discern ; examine ; feel ; find ; find out ; inquire into ; keep an eye on ; keep looking at ; lay eyes on ; look closely at ; mark ; monitor ; pay attention to ; regard attentively ; scrutinize ; sense ; set eyes on ; study ; surveil ; watch

 ( اسم ):

classic(al) ; methodical ; normal ; orderly ; standard ; systematic ; typical

 ( فعل ): أقَرّ

approbate ; approve ; authorize ; confirm ; sanction

– sanction
– to give one’s permission to an action

عَدَّ: (فعل)

عَدَّ عَدَدْتُ ، يَعُدّ ، اعْدُدْ عُدَّ ، عَدًّا وتَعْدادًا ، فهو عادّ ، والمفعول مَعْدود

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.