Majelis Sama’ : Menasehati diri dengan kitab

Majelis Sama’ : Menasehati diri dengan kitab

Kompilasi oleh : Reza Ervani bin Asmanu
w
 
Alhamdulillahiladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, selama dua hari kemarin, yakni tanggal 28 dan 29 Sya’ban 1441 H atau bertepatan dengan 22 dan 23 April 2020, kami mendapatkan rezeki mendengarkan bacaan Kitab Akhlaq Hamalatul Quran dari Syaikh Sami Anbar Hafizhahullahu Ta’ala. Kitab itu disusun oleh Imam Abu Bakar Al ajurri Al Baghdadi.
 
Pertemuan pertama dilangsungkan mulai pukul 22 Waktu Makkah Al Mukarromah atau bertepatan dengan pukul 2 dini hari Waktu Indonesia Barat, sementara pertemuan kedua dilangsungkan mulai pukul 21 Waktu Makkah atau bertepatan dengan pukul 1 dini hari Waktu Indonesia Barat.
 
Hari pertama dan kedua beliau membacakan hadits-hadits di kitab itu dengan syahdu. Sampai di beberapa bagian, beliau terisak, lalu berdoa. Semisal saat sampai di Hadits tentang Keutamaan Mempelajari Al Quran di Masjid, beliau terisak lalu berdoa cukup panjang.
 
Saat sampai kalimat-kalimat yang mengingatkan tentang surga dan neraka, beliau juga terisak, lalu berdoa. Begitu pula kalau didapati atsar tentang pahala dan dosa, beliau berdoa. Di bagian-bagian nasehat, beliau juga membacanya lirih, seakan nasehat itu sedang ditujukan langsung pada diri beliau sendiri.
 
Saya yang mendengarkan, apalagi di masa lewat tengah malam yang sunyi, tak terasa juga menitikkan air mata mendengar bacaan beliau saat membaca bagian kitab yang sedang beliau baca. Turut pula mengaminkan doa-doa beliau, yang terasa masuk ke dalam hati.
 
Inilah mungkin salah satu manfaat majelis sama’, kita seolah dinasehati oleh kitab, melalui apa-apa yang ditulis atau dikumpulkan di dalamnya oleh para ulama terdahulu.
 
Dan nasehat ini langsung menghunjam tepat ke sasarannya, tidak seperti nasehat yang disampaikan oleh manusia secara langsung, yang seringkali berat untuk kita terima, atau bahkan membuat kita berbalik menilai sang pemberi nasehat.
 
Semoga Allah Ta’ala melembutkan hati kita dengan ayat-ayat Al Quran yang kita baca dan kita dengarkan, dengan Hadits Nabawi yang kita baca dan kita dengarkan, dengan nasehat-nasehat ulama yang kita baca dan kita dengarkan. Aamiin.
 
(Reza Ervani bin Asmanu)
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.