[Makkiyah dan Madaniyah] : (3) Penyebab Perbedaan dalam Penentuan Makkiyah dan Madaniyah

Serial Ilmu Makkiyah dan Madaniyah (3)

Penyebab Perbedaan dalam Penentuan Makkiyah dan Madaniyah

Oleh : Syaikh DR. Muhammad Syafaa’at Robbaniy

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

هناك أسباب أدت إلى اختلاف أهل العلم حول تعيين المكي والمدني، وتنحصر تلك الأسباب فيما يلي:

Berikut ini sebab-sebab munculnya perbedaan di kalangan ahli ilmu seputar penentuan Makkiyah dan Madaniyah. Dikelompokkan sebab-sebab tersebut sebagai berikut :

أولا: عدم التنصيص من الرسول – صلى الله عليه وسلم – على هذا الأمر، فلم يرد عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أنه قال: هذه السورة أو الآية مكية، وتلك السورة أو الآية مدنية.

Pertama : Tidak adanya keterangan/kutipan dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam terkait masalah ini. Tidak didapatkan dari Nabi shalallahu alaihi wa salam beliau berkata : Surah atau ayat ini Makkiyah dan surah atau ayat itu Madaniyah

ثانيا: الاختلاف في تحديد مصطلح المكي والمدني.

Kedua : Perbedaan dalam pendefinisian istilah-istilah Makkiyah dan Madaniyah

ثالثا: عدم التمييز بين ما هو صريح في السببية وما هو غير صريح فيها. يعني أنه وقع من بعض الرواة لأسباب النزول -لعدم تمييزهم بين القصة الصريحة في السببية وبين القصة التي ذكرت كتفسير للآية وبيان معناها- أن ألحق بعض الآيات المكية في السور المدنية، كما ألحق بعض الآيات المدنية في السور المكية، اعتمادا على تلك الأسباب غير الصريحة.

Ketiga : Tidak adanya pemisahan antara mana yang sharih (terverifikasi/jelas) dan mana yang tidak sharih dalam hal sebab turunnya (asbabun nuzul) ayat. Yakni sebagian perawi menyebutkan sebab turunnya ayat, dengan tanpa membedakan antara kisah yang jelas terkait sebab turunnya ayat dengan kisah yang disampaikan dalam rangka penafsiran ayat, penjelasan atau maknanya. Kerancuan anggapan bahwa ada sebagian ayat Makkiyah di surah Madaniyah, dan sebaliknya kerancuan anggapan bahwa ada sebagian ayat Madaniyah di surah Makkiyah, terjadi karena bersandar pada sebab-sebab turunnya ayat yang tidak sharih.

Kami (penerjemah) mengambil contoh dari Kitab Al Makkiy wal Madaniy Syaikh Abdur Razaq Husaini Ahmad Halaman 127 untuk penjelasan poin nomor tiga ini :

قوله تعالى : وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ – ذكرت بعض أهل العلم أن هذه الآية نزلت في قصة الأقرع تن حابس و  عيينة بن حصن اللذين وفدا إلى النبي صلى الله عليه و سلم بالمدينة, و اعتمدو على ذلك سببا أخرجه ابن ماجه في سننه, و من ثم بنوا على هذا السبب أن هذه الآية مدنية

Firman Allah Ta’ala :

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim). (Surah Al An’aam ayat 52)

Sebagian ahli ilmu menyebutkan bahwa ayat ini turun terkait kisah Al Aqra’ ibn Haabis dan Uyainah ibn Hushain yang merupakan delegasi yang datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Mereka menyandarkan alasan turunnya ayat tersebut pada kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah di Kitab Sunan itu, kemudian atas dasar tersebut menyebut bahwa ayat ini adalah ayat Madaniyah.

Kemudian masih di kitab yang sama halaman 597 s.d. 600 Syaikh Abdur Razaq Husaini Ahmad menjelaskan bahwa Asbabun Nuzul ini berbeda dengan apa yang disampaikan di Shahih Muslim Hadits Nomor 2413 – Kitab Fadhailus Shahaabah Bab Keutamaan Sa’ad ibn Abi Waqqash :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَسَدِيُّ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتَّةَ نَفَرٍ فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطْرُدْ هَؤُلَاءِ لَا يَجْتَرِئُونَ عَلَيْنَا قَالَ وَكُنْتُ أَنَا وَابْنُ مَسْعُودٍ وَرَجُلٌ مِنْ هُذَيْلٍ وَبِلَالٌ وَرَجُلَانِ لَسْتُ أُسَمِّيهِمَا فَوَقَعَ فِي نَفْسِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقَعَ فَحَدَّثَ نَفْسَهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَلَا تَطْرُدْ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ }

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Asadi dari Israil dari Al Miqdam bin Syuraih dari Bapaknya dari Sa’ad dia berkata; “Pada suatu hari, kami berenam menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah; ‘Usirlah orang-orang yang tidak akan berani melawan kami! ‘ orang-orang tersebut adalah saya (Sa’ad), lbnu Mas’ud, seorang laki-laki dari Hudzail, Bilal, dan dua orang laki-laki yang tidak saya kenal namanya. Tak lama kemudian terlintas sesuatu dalam benak Rasulullah dan mengatakannya dalam hati. Maka Allah pun menurunkan firman-Nya: “Janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedangkan mereka sangatlah mengharapkan keridhaan-Nya.”

Dan hadits ini adalah hadits yang mu’tamad (diakui) terkait asbabun Nuzul Surah Al An’aam ayat 52.

Imam As Suyuthi menuliskan dalam Al Itqon fii Ulumil Quraan terkait tarjih (menguatkan sebuah pendapat atas beragam pendapat yang ada) antara riwayat-riwayat Asbabun Nuzul sebagai berikut :

و إن ذكر و احد سببا, و آخر سببا غيره, فإن كان إسناد أحدهما صحيحا دون الآخر فالصحيح المعتمد

Jika disebutkan satu sebab turunnya ayat, dan disebutkan sebabnya yang lain, dan sanad keduanya shahih secara ekslusif, maka yang shahih adalah yang mu’tamad

— Selesai Kutipan Kitab Al Makkiy wal Madaniy Syaikh Abdur Razzaq Husaini Ahmad oleh penerjemah —-

 

رابعا: توهم قطعية بعض الضوابط وخصائص المكي والمدني، مع أن تلك الضوابط والخصائص مبناها على الغالبية، لا على التحديد القاطع الذي لا يقبل التخلف أو الاستثناء.

Keempat : Keraguan keyakinan pada sebagian penetapan dan pembatasan Makkiyah dan Madaniyah, meskipun penetapan dan pembatasan itu didasarkan pada pendapat mayoritas, bukan atas penentuan tersendiri yang tidak menerima perbedaan atau pengecualian

خامسا: الاعتماد على الروايات الضعيفة التي لا ترتقي بمستوى الاحتجاج رغم وجود روايات صحيحة في الموضوع.

Kelima : Menyandarkan pada riwayat-riwayat yang lemah yang tingkatannya tidak dapat melawan keberadaan riwayat-riwayah shahih dalam pembahasan masalah.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung in sya Allah

المفردات

 ( فعل ): أَصَابَ

afflict
– cause trouble, pain or distress to somebody or something
– happen to; happen

اِنحَصَرَ: (فعل)

انحصرَ انحصرَ في ينحصر ، انحصارًا ، فهو مُنحصِر ، والمفعول مُنحصَر فيه

 ( فعل ):

be belong solely to ; be confined to ; be limited to ; be restricted to

 ( اسم ): فِقْدان

absence ; deprivation ; dis- ; im- ; in- ; lack ; loss ; non- ; nonexistence ; privation ; un- ; want

تنصيص: (اسم)

تنصيص : مصدر نَصَّصَ

 ( اسم ): العَلاقَةُ بَيْنَ السَّبَبِ والمُسَبَّب

causality
– relation of cause and effect;the principle that nothing can happen without a cause
– causality;causing or being caused

 ( اسم ): خالِص

sheer
– pure; unmixed; downright
– (of a person, his manner, etc) abrupt; rough but honest and kind, simple and good-natured
– lucidity or clearness
– state of having no clouds;clearness
– made of, like, or clear as crystal
– net; remaining after all necessary deductions
– given to or involving plain speaking; frank in stating one’s opinions
– being very clear or transparent
– simple ,clear ,or honest
– obvious or honest
– not mixed with any other substance or without harmful effect or sin
– calm ; serene ; unruffled .
– the quality of of glass etc that makes it possible for you to see through it .
– the condition of being transparent .
– bright and clear with sunshine ; free from rain

 ( اسم ): ظَنّ

fancy
– a mental image
– uncertainty of mind or of feelings
– the noun gerund of verb to fan
– a fanciful mental image ; a day dream
– deception, delusion

 ( اسم ): أَغْلَبِيَّة

bulk
– the greater part or number; size etc
– the bigger portion or part(of)
– large number
– the majority of somrthing
– majority or greater quanta
– a great number; the state of being numerous

 ( اسم ): اِعْتِرَاض

demur ; demurral ; demurrer ; exception ; expostulation ; objection ; protest ; protestation ; remonstrance ; remonstration ; representation(s)

– quiddity
– a quibble; a trivial objection
– doubt about or objection to a thing’s truth, credibility, advisability, etc; the raising of such doubt, etc
– formal disagreement or disapproval
– protest or objection
– expressing strong disapproval
– (expression of a) feeling of dislike, disapproval or opposition
– complaint or charge
– offering of a protest or objection .
– disapproval or objection or complaint
– strong statement that says saying that something is true
– remonstrating; protest
– the act of making a protest or copmlaint about somebody or something
– protests or appeals to somebody (about something)
– a petty objection; a trivial point of criticism
– a sustained protest or dispute

 ( فعل ): أتْبَعَ

add to ; annex to ; append to ; attach to ; cause to be followed by ; cause to follow ; follow (up) with ; join to ; subjoin to ; supplement with
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.