[TADABBUR HARIAN] Meluruskan Pemahaman Konteks Ayat “Fa Laa Tuzakkuu Anfusakum”

Tadabbur Pagi : Meluruskan Pemahaman Konteks Ayat “Fa Laa Tuzakkuu Anfusakum” (Seri Ke-1 dari 3 Tulisan)

Kompilasi oleh : Reza Ervani bin Asmanu

w

Yang paling kami benci dari para liberalis adalah penyakit mereka memutar balikkan ayat-ayat Al Quran untuk mempropagandakan pikiran sesat mereka.

Salah satu ayat yang sering mereka jadikan senjata adalah penghujung surah An Najm ayat 32 :

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Mereka sering menggunakan ayat ini sebagai dalih jika dinasehati untuk meninggalkan maksiat, bahkan ayat ini juga mereka gunakan untuk propaganda “Semua agama sama”.

Di masa media sosial, pemahaman yang salah terkait konteks penggalan ayat ini dengan mudah di “copy paste” oleh orang-orang awam saat mereka membela diri dari nasehat-nasehat baik terkait perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Mari kita lihat konteks penggalan ayat ini sesungguhnya.

Pertama : Bantahan terhadap Kaum Nasrani dan Yahudi

Syaikh Asy Syanqithi dalam Tafsir Adhwaul Bayan menjelaskan saat menafsirkan Surah An Nisa ayat 49 sebagai berikut :

أَنْكَرَ تَعَالَى عَلَيْهِمْ فِي هَذِهِ الْآيَةِ تَزْكِيَتَهُمْ أَنْفُسَهُمْ بِقَوْلِهِ: أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ

Allah Ta’ala mengingkari mereka yang menganggap dirinya bersih dengan FirmanNya : Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih ? (Surah An Nisa ayat 49)

وَبِقَوْلِهِ: انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَكَفَى بِهِ إِثْمًا مُبِينًا

Dan FirmanNya :

Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka). (Surah An Nisa ayat 50)

وَصَرَّحَ بِالنَّهْيِ الْعَامِّ عَنْ تَزْكِيَةِ النَّفْسِ وَأَحْرَى نَفْسَ الْكَافِرِ الَّتِي هِيَ أَخَسُّ شَيْءٍ وَأَنْجَسُهُ بِقَوْلِهِ:

Kemudian Allah ta’ala menyebutkan larangan umum menganggap diri suci, dan memberikan penjelasan tentang jiwa orang kafir yang lebih hina dan lebih kotor dari segala sesuatu, dengan FirmanNya :

هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى 

Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Surah An Najm ayat 32)

وَلَمْ يُبَيِّنْ هُنَا كَيْفِيَّةَ تَزْكِيَتِهِمْ أَنْفُسَهُمْ. وَلَكِنَّهُ بَيَّنَ ذَلِكَ فِي مَوَاضِعَ أُخَرَ، كَقَوْلِهِ عَنْهُمْ

Allah Ta’ala belum menjelaskan dalam rangkaian ayat ini bagaimana yang dimaksud dengan menganggap diri mereka suci. Akan tetapi menjelaskannya pada tempat lain di Al Quran, seperti Firman Allah Ta’ala tentang orang-orang kafir tersebut :

نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ 

Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya (Surah Al Maidah ayat 18)

وَقَوْلِهِ: وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى  ، 

Dan FirmanNya :

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuarli orang-orang Yahudi dan Nasrani” (Surah Al Baqarah ayat 111)

إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْآيَاتِ.

serta ayat-ayat lain serupa dengan itu

Kedua : Asbabun Nuzul Surah An Najm ayat 32

Syaikh Wahbah Az Zuhailiy – rahimahullahu Ta’ala – dalam Tafsir Al Munir menjelaskan asbabun Nuzul ayat ini sebagai berikut :

سبب نزول الآية  ٣٢ :
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ.. هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ..:
أخرج الواحدي والطبراني وابن المنذر وابن أبي حاتم: عن ثابت بن الحارث الأنصاري قال: كانت اليهود تقول إذا هلك لهم صبي صغير: هو صدّيق، 

Diriwayatkan oleh Al Waahidi, Ath Thabariy, Ibnu Mundzir dan Ibnu Abi Haatim dari Tsaabit ibn Al Haarits Al Anshoriy, dia berkata : Dulu kaum yahudi jika ada bayi yang meninggal dari kalangan mereka, mereka berkata : “Huwa Shiddiiq” (Dia adalah orang yang lurus).

فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم، فقال:

Hal tersebut sampai ke telinga Nabi shalallahu alaihi wa salam, maka beliau bersabda

«كذبت اليهود، ما من نسمة يخلقه الله في بطن أمه إلا ويعلم أنه شقي أو سعيد» ، 

“Orang-orang Yahudi telah berdusta, tidak yang ditiupkan penciptaannya oleh Allah ke dalam perut ibunya, kecuali Allah Ta’ala juga yang paling mengetahui apakah orang itu celaka atau beruntung.”

فأنزل الله عند ذلك هذه الآية: هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ.

Maka kemudian Allah menurunkan ayat ini : “Dia (Allah) yang paling tahu tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah” (Surah An Najm ayat 32)

Jadi jelas konteks pertama ayat ini adalah terkait bantahan terhadap orang-orang kafir dari kaum Nasrani dan Yahudi yang menganggap diri mereka suci

Bersambung

المفردات

 ( اسم ): أوْلَى

he had better.. ; more adequate ; more appropriate ; more becoming ; more proper ; more suitable

– a fortiori
– for this stronger reason
– to be of much more importance
– with greater reason
– more exactly
– more explicitly
– to a moderate extent; quite
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.