بعض فوائد إطلاق اللحية
Beberapa Manfaat Memelihara Jenggot
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Beberapa Manfaat Memelihara Jenggot ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Thaharah
السؤال:
Pertanyaan:
أود لو أعرف ما هي الحكمة من إطلاق اللحية؟
Saya ingin mengetahui apakah hikmah dari memelihara (membiarkan tumbuh) jenggot?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الأصل في التشريع الإسلامي هو أن الحكمة في تشريع الأحكام هي الإمتثال: أمر الله ورسوله صلى الله عليه وسلم حتى يتحقق العبودية بالإمتثال أو عدمه، وهذا لا يمنع أن يلتمس الناس الأسرار من وراء التشريع، فنقول: إن من الحِكم في الأمر بإطلاق اللحية ما يلي:
Sesungguhnya hukum asal dalam syariat Islam adalah bahwa hikmah dalam penetapan hukum-hukum tersebut adalah bentuk kepatuhan (ibtithal): yaitu menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga terwujud nilai penghambaan (‘ubudiyyah) melalui kepatuhan tersebut atau ketidakpatuhan. Hal ini tidak menghalangi orang-orang untuk mencari rahasia-rahasia di balik pensyariatan tersebut. Maka kami sampaikan bahwa di antara hikmah diperintahkannya memelihara jenggot adalah sebagai berikut:
أولاً: مخالفة المشركين، ففي حديث ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Pertama: Menyelisihi orang-orang mushrikin. Dalam hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى
“Selisihilah orang-orang mushrikin, pendekkanlah kumis, dan biarkanlah jenggot itu tumbuh sempurna.” (HR. Muslim)
ثانياً: التمييز بين الرجال والنساء، إذ أن الأصل في المرأة أنها ليس لها لحية. ثالثاً: التأسي بهدي المرسلين، قال تعالى عن هارون عليه السلام:
Kedua: Pembeda antara laki-laki dan wanita, mengingat hukum asal bagi wanita adalah tidak memiliki jenggot. Ketiga: Meneladani petunjuk para Rasul. Allah Ta’ala berfirman mengenai Nabi Harun ‘alaihis salam:
قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي [طـه: ٩٤]
“Dia (Harun) menjawab, ‘Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang jenggotku dan jangan (pula) kepalaku’.” [Thaha: 94]
والتأسي بهم في الهدى الظاهر يجلب التأسي بهم في الهدى الباطن ومن منافع اللحية ما ذكره ابن القيم في التبيان في أقسام القرآن إذ قال ( وأما شعر اللحية ففيه منافع منها الزينة والوقار والهيبة ولهذا لا يرى على الصبيان والنساء من الهيبة والوقار ما يرى على ذوي اللحى ومنها التمييز بين الرجال والنساء).
Meneladani mereka dalam petunjuk yang nampak (huda zhahir) dapat menarik keinginan untuk meneladani mereka dalam petunjuk batin. Di antara manfaat jenggot adalah apa yang disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim dalam at-Tibyan fi Aqsam al-Qur’an, beliau berkata: “Adapun rambut jenggot, maka padanya terdapat manfaat-manfaat, di antaranya adalah sebagai perhiasan (zinah), kehormatan (waqar), dan kewibawaan (haibah). Oleh karena itulah, tidak terlihat kewibawaan dan kehormatan pada anak kecil maupun wanita sebagaimana yang terlihat pada pemilik jenggot. Dan di antaranya juga sebagai pembeda antara laki-laki dan wanita.”
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply