دعاء العبادة ودعاء المسألة متلازمان
Doa ‘Ibadah dan Doa Mas’alah Saling Terkait
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Doa ‘Ibadah dan Doa Mas’alah Saling Terkait ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
هذا السؤال بخصوص مقاله عندكم لو بلغت ذنوبك عنان السماء، فقد أمر الله عباده بالدعاء ووعدهم عليه بالإجابة فقال سبحانه: { وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ } (غافر60).
Pertanyaan ini berkaitan dengan artikel di tempat Anda; seandainya dosa-dosamu setinggi langit, sungguh Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan bagi mereka. Allah Subhanahu berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ [غافر: ٦٠]
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.” [Ghafir: 60]
وقال – صلى الله عليه وسلم -: (الدعاء هو العباده وقرأ هذه الآية) رواه أحمد، وهذه الآية والحديث أفهم منهم دعاء العبادة وأراه هو معنى الحديث و ليس حصره في دعاء المسألة، فدعاء الله بالطاعة أرجى من دعاء المسألة فقط.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa adalah ibadah,” dan beliau membaca ayat ini. (HR. Ahmad). Dari ayat dan hadits ini saya memahami maksudnya adalah doa ‘ibadah, dan saya melihat itulah makna hadits tersebut, bukan hanya terbatas pada doa mas’alah (permohonan). Maka berdoa kepada Allah dengan ketaatan lebih diharapkan daripada hanya sekadar doa mas’alah saja.
يقول الله تبارك و تعالى: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ. هل يمكنكم ذكر أقوال العلماء في ذلك؟ هل هم مجتمعون أنه دعاء المسألة هو المعني أم الأمر غير ذلك؟ بارك الله فيكم.
Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” [Al-Baqarah: 186]. Dapatkah Anda menyebutkan pendapat para ulama mengenai hal ini? Apakah mereka sepakat bahwa doa mas’alah yang dimaksudkan atau ada perkara lainnya? Semoga Allah memberkahi Anda.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فالدعاء في قوله تعالى: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [البقرة: 186]. قد فسره بعض أهل العلم بدعاء المسألة وبدعاء العبادة.
Maka kata doa dalam firman-Nya Ta‘ala: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku…” [Al-Baqarah: 186], sebagian ahli ilmu telah menafsirkannya baik sebagai doa mas’alah maupun doa ‘ibadah.
قال القرطبي في تفسيره: أجيب دعوة الداع، أي أقبل عبادة من عبدني فالدعاء بمعنى العبادة والإجابة بمعنى القبول. انتهى.
Al-Qurthubi berkata dalam tafsirnya: “Ujiibu da‘wata ad-da‘i (Aku mengabulkan seruan orang yang berdoa), artinya: Aku menerima ibadah dari orang yang menyembah-Ku. Maka doa di sini bermakna ibadah, dan pengabulan (ijabah) bermakna penerimaan (qabul).” Selesai kutipan.
وقال الشيخ محمد الأمين الشنقيطي في أضواء البيان: ذكر في هذه الآية أنه جل وعلا قريب يجيب دعوة الداعي وبين في آية أخرى تعليق ذلك على مشيئته جل وعلا وهي قوله: فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إليه إن شاء [الأنعام: 41].
Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi berkata dalam Adhwa’ul Bayan: “Disebutkan dalam ayat ini bahwa Dia Jalla wa ‘Ala Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan seruan orang yang berdoa, dan Dia menjelaskan dalam ayat lain penyandaran hal itu pada kehendak-Nya (masyi’ah) Jalla wa ‘Ala, yaitu firman-Nya: ‘Maka Dia menghilangkan apa yang kamu mohonkan kepada-Nya jika Dia menghendaki’.” [Al-An‘am: 41].
وقال بعضهم التعليق بالمشيئة في دعاء الكفار كما هو ظاهر سياق الآية والوعد المطلق في دعاء المؤمنين وعليه فدعاؤهم لا يرد إما أن يعطوا ما سألوا أو يدخر لهم خير منه أو يدفع عنهم من السوء بقدره.
Sebagian mereka berkata bahwa penyandaran pada kehendak tersebut berlaku pada doa orang kafir sebagaimana tampak dari konteks ayatnya, sedangkan janji mutlak berlaku pada doa orang-orang beriman. Oleh karena itu, doa mereka tidaklah ditolak; adakalanya mereka diberi apa yang mereka minta, atau disimpan bagi mereka yang lebih baik darinya, atau dipalingkan keburukan dari mereka yang setara dengannya.
وقال بعض العلماء: المراد بالدعاء العبادة وبالإجابة الثواب وعليه فلا إشكال. انتهى.
Dan sebagian ulama berkata: “Maksud dari doa adalah ibadah, dan maksud dari pengabulan adalah pahala (tsawab), maka dengan demikian tidak ada lagi kerancuan.” Selesai kutipan.
ولكن ابن القيم رحمه الله تعالى ذكر أن دعاء العبادة ودعاء المسألة متلازمان فكل دعاء عبادة مستلزم لدعاء مسألة، وكل دعاء مسألة متضمن لدعاء عبادة. وراجع الفتوى الأخرى هنا.
Akan tetapi, Ibnu al-Qayyim rahimahullahu ta‘ala menyebutkan bahwa doa ‘ibadah dan doa mas’alah itu saling terkait (mutalaziman). Setiap doa ‘ibadah meniscayakan adanya doa mas’alah, dan setiap doa mas’alah mengandung doa ‘ibadah. Silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply