Faedah dan Pelajaran dari Perang Uhud (2)



فوائد ودروس من غزوة أحد

Faedah dan Pelajaran dari Perang Uhud (Bagian Kedua / Terakhir)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Faedah dan Pelajaran dari Perang Uhud (Bagian Kedua / Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

وفي غزوة أحد تأكيد لسنة الله في الصراع بين الحق والباطل ، والهدى والضلال ، فقد جرت سنة الله في رسله وأتباعهم أن تكون الحرب سجالاً بينهم وبين أعدائهم ، فيدالوا مرة ويدال عليهم أخرى ، ثم تكون لهم العاقبة في النهاية ، ولئن انتفش الباطل يوماً وكان له صولات وجولات ، إلا أن العاقبة للمتقين ، والغلبة للمؤمنين ، فدولة الباطل ساعة ودولة الحق إلى قيام الساعة ، سنة الله ولن تجد لسنة الله تبديلا .

Dan dalam Perang Uhud terdapat penegasan terhadap ketetapan Allah (sunnatullaah) dalam pergolakan antara al-haq (kebenaran) dan al-bathil (kebatilan), serta antara petunjuk dan kesesatan. Sungguh telah berlaku ketetapan Allah pada para rasul-Nya dan pengikut mereka bahwasanya peperangan itu berputar silih berganti di antara mereka dan musuh-musuh mereka; adakalanya mereka meraih kemenangan dan adakalanya mereka menderita kekalahan, kemudian kesudahan yang baik (‘aaqibah) akan menjadi milik mereka pada akhirnya. Walaupun kebatilan sempat menyombongkan diri pada suatu hari serta memiliki kekuatan dan kejayaan sesaat, akan tetapi kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa, dan kemenangan adalah bagi orang-orang yang beriman. Maka kekuasaan kebatilan itu hanyalah sesaat, sedangkan kekuasaan kebenaran akan tegak hingga hari kiamat; sebuah ketetapan Allah, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada ketetapan Allah tersebut.

والجنة عزيزة غالية لا تُنال إلا على جسر من المشاق والمتاعب ، والنصر الرخيص السهل لا يدوم ، ولا يدرك الناس قيمته ، ولذلك قال الله :

Dan surga itu teramat mulia lagi mahal, ia tidak akan diperoleh kecuali di atas jembatan yang dipenuhi kesulitan dan kepayahan. Kemenangan yang murah lagi mudah tidak akan bertahan lama, dan manusia tidak akan menyadari nilainya. Oleh karena itulah Allah berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ [آل عمران: 142]

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” [Ali ‘Imran: 142]

ولا بد أيضاً من الأخذ بأسباب النصر المادية والمعنوية مع التوكل على الله والاعتماد عليه ، فقد ظاهر النبي صلى الله عليه وسلم بين درعين ، ولبس لأْمَة الحرب ، وكافح معه الصحابة ، وقاتل عنه جبريل وميكائيل أشد القتال ، رغم أن الله عصمه من القتل .

Dan harus pula mengambil sebab-sebab kemenangan, baik yang bersifat material maupun spiritual, disertai dengan tawakal kepada Allah dan bersandar kepada-Nya. Sungguh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memakai dua lapis baju besi secara bersamaan, mengenakan pakaian perang lengkap, dan para shahabat pun berjuang keras bersama beliau, serta Jibril dan Mikail ikut bertempur membela beliau dengan pertempuran yang sengit, meskipun Allah senantiasa menjaga beliau dari pembunuhan.

ومن فوائد غزوة أحد تمحيص المؤمنين وتمييزهم عن المنافقين ، ومحق الكافرين باستحقاهم غضب الله وعقابه ، وقد جمع الله ذلك كله في قوله :

Dan di antara faedah Perang Uhud adalah pembersihan (tamhiish) bagi orang-orang beriman dan pembedaan mereka dari orang-orang munafik, serta pembinasaan orang-orang kafir karena kelayakan mereka untuk menerima kemurkaan Allah dan siksaan-Nya. Dan Allah telah menghimpun itu semua dalam firman-Nya:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ * إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ * وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ [آل عمران: 139 – 141]

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” [Ali ‘Imran: 139 – 141]

إلى غير ذلك من الحكم والفوائد الكثيرة التي لا يتسع المقام لذكرها .

Hingga hikmah-hikmah dan faedah-faedah banyak lainnya yang tidak lapang ruang ini untuk menyebutkannya.

فهذه الغزوة العظيمة تعد نموذجاً حياً لما يمر به المسلمون اليوم من محن وشدائد ، فما أحرانا أن نقف عندها ، ونستفيد من دروسها وعبرها ، وما أحوج الأمة وهي تمر بهذه المرحلة الحرجة في تاريخها ، أن تراجع نفسها ، وتستعيد ذاكرتها ، وتعي سيرة نبيها صلى الله عليه وسلم .

Maka peperangan yang agung ini dipandang sebagai sebuah contoh nyata bagi apa yang sedang dilalui oleh kaum muslimin pada hari ini berupa ujian dan cobaan yang berat. Maka betapa patutnya bagi kita untuk merenungkannya, serta mengambil faedah dari pelajaran-pelajaran dan hikmah-hikmahnya (‘ibar). Dan betapa butuhnya umat ini—sementara ia sedang melewati fase kritis dalam sejarahnya—untuk mengevaluasi dirinya sendiri, mengembalikan ingatan masa lalunya, serta memahami dengan baik sirah Nabinya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم .

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.