صحيفة المدينة
Piagam Madinah (Bagian Ketiga / Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Piagam Madinah (Bagian Ketiga / Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah
ثالثاً: البنود العامة :
Ketiga: Klausul-klausul umum:
10- (أن ما يحدث بين أهل الصحيفة من حدث أو اشتجار يخاف فساده، فإن مرده إلى الله جل وعلا وإلى محمد صلى الله عليه وسلم) وهذا البند يقرر المرجعية العليا في الأمور والقضايا بالمدينة، منعاً لقيام أي اضطرابات في الداخل .
10- (Bahwasanya apa pun peristiwa atau perselisihan (isytijaar) yang terjadi di antara para menyepakat piagam ini, yang dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk, maka sesungguhnya tempat kembalinya adalah kepada Allah Jalla wa ‘Alaa dan kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam). Poin ini menetapkan otoritas tertinggi (al-marja’iyyah al-‘ulya) dalam segala urusan dan perkara di Madinah, guna mencegah terjadinya segala bentuk pergolakan di dalam negeri.
11- (إن يثرب حرام جوفها لأهل هذه الصحيفة ) والحرم هو ما لا يحل انتهاكه، فلا يقطع شجره ولا يقتل صيدها، فهذا البند يحدد حرم المدينة، ويضمن الأمن فيها، ويضع حداً للاضطرابات والمشاكل التي تهدد السلم والأمان .
11- (Sesungguhnya kota Yatsrib adalah tanah haram (haram) bagian dalamnya bagi para menyepakat piagam ini). Dan tanah haram adalah wilayah yang tidak halal untuk dilanggar kehormatannya; maka tidak boleh ditebang pepohonannya dan tidak boleh dibunuh binatang buruannya. Poin ini menetapkan batasan tanah haram Madinah, menjamin keamanan di dalamnya, serta meletakkan batasan yang jelas bagi pergolakan maupun masalah yang mengancam perdamaian dan ketenteraman.
وبنود هذه الصحيفة مبنية على نصوص ثابتة، وقواعد شرعية، ومصالح معتبرة، منها قوله تعالى :
Dan klausul-klausul dari piagam ini dibangun di atas dalil-dalil yang kuat, kaidah-kaidah syariat, serta kemaslahatan yang diakui. Di antaranya adalah firman Allah Ta‘aala:
لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ [الممتحنة: 8]
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” [Al-Mumtahanah: 8]
وقوله صلى الله عليه وسلم :
Dan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
الْمُؤْمِنُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ ، وَيَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ ، وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ ، لَا يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ ، وَلَا ذُو عَهْدٍ فِي عَهْدِهِ
“Darah kaum muslimin itu setara, dan jaminan perlindungan mereka dapat diberikan oleh orang yang paling rendah di antara mereka, dan mereka adalah satu kekuatan tunggal yang menghadapi selain mereka; tidak boleh seorang mukmin dibunuh karena (membunuh) orang kafir, dan tidak boleh pula orang yang memiliki perjanjian dilanggar janji keselamatannya selama masa perjanjiannya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Al-Albani)
والتأمل في بنود هذه الوثيقة يدرك مدى العدالة التي اتسمت بها معاملة النبي صلى الله عليه وسلم لليهود، وإسقاط كل الاعتبارات الطبقية والجاهلية، وترسيخ المبادئ الإسلامية، كما أنها اشتملت جميع ما تحتاجه الدولة، من مقوماتها الدستورية والإدارية، وعلاقة الأفراد بالدولة، وعلاقة بعضهم ببعض .
Dan bagi siapa saja yang merenungkan klausul-klausul dokumen ini, ia akan menyadari betapa tingginya keadilan yang mencirikan perlakuan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam terhadap kaum Yahudi, penghapusan segala bentuk pertimbangan kasta sosial maupun jahiliah (jaahiliyyah), serta pengokohan prinsip-prinsip Islam. Dokumen ini juga telah mencakup seluruh kebutuhan negara, mulai dari unsur-unsur konstitusional dan administratifnya, hubungan antara individu dengan negara, hingga hubungan antara sesama individu.
ولقد كان بالإمكان أن تؤتي هذه الوثيقة ثمارها مع اليهود لولا طبيعة الغدر والخيانة فيهم، حيث سلك اليهود وسائل عدة ومتنوعة للكيد برسول الله صلى الله عليه وسلم والذين آمنوا معه، وهدم دعائم الدين الإسلامي، إلا أن وسائلهم التي اتخذوها باءت بالفشل، والسبب يرجع إلى حكمة النبي صلى الله عليه وسلم، وحنكته في إدارة شؤون الدولة .
Dan sungguh dokumen ini sebenarnya sangat berpotensi untuk membuahkan hasil yang baik bersama kaum Yahudi, sekiranya bukan karena watak dasar mereka yang suka berkhianat dan cidera janji. Di mana kaum Yahudi menempuh berbagai sarana yang beraneka ragam untuk membuat tipu daya terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman bersama beliau, serta demi meruntuhkan pilar-pilar agama Islam. Akan tetapi, segala sarana yang mereka gunakan berakhir dengan kegagalan, dan penyebabnya kembali kepada hikmah (hikmah) Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta kemahiran beliau dalam mengelola urusan pemerintahan negara.
والله أعلم .
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply