آثار التقوى العاجلة والآجلة
Dampak Takwa di Dunia dan Akhirat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Dampak Takwa di Dunia dan Akhirat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
ما أثر الوازع الديني على الشباب؟
Apa dampak kendali agama (al-wazi‘ ad-dini) terhadap para pemuda?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الوازع الديني هو الرقيب الداخلي الذي يحمل المرء على امتثال ما أمر الله به واجتناب ما نهى عنه، وهذا هو عين التقوى.
Sesungguhnya kendali agama (al-wazi‘ ad-dini) adalah pengawas internal yang mendorong seseorang untuk mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, dan inilah yang disebut dengan taqwa.
وأثر الوازع الديني على الشباب لا يختلف عن أثره على الإنسان في عمومه إلا في ما يختص به الشباب من قوة في العاطفة وحدة في الانفعال وتذبذب في المواقف وقابلية للتكيف.
Dampak kendali agama pada pemuda tidak berbeda dengan dampaknya pada manusia secara umum, kecuali dalam hal-hal yang khusus dimiliki pemuda seperti kekuatan emosi, intensitas perasaan, fluktuasi sikap, serta kemampuan untuk beradaptasi.
ولا يكاد يوجد في الدين الإسلامي أثر للوازع الديني يختص بالشاب إلا في كونه من السبعة الذين يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله.
Hampir tidak ditemukan dalam agama Islam dampak kendali agama yang khusus bagi pemuda melainkan dalam statusnya sebagai salah satu dari tujuh golongan yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.
روى أبو هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ…
“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Tuhannya…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
قال ابن حجر العسقلاني: خص الشاب لكونه مظنة غلبة الشهوة لما فيه من قوة الباعث على متابعة الهوى، فإن ملازمة العبادة مع ذلك أشد وأدل على غلبة التقوى. انظر فتح الباري 2/145.
Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: “Pemuda dikhususkan karena ia adalah masa yang diduga kuat didominasi oleh syahwat disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu. Maka, konsistensi dalam ‘ibadah di tengah kondisi tersebut adalah lebih berat dan lebih menunjukkan dominasi taqwa.” Lihat Fathul Bari 2/145.
وبما أننا لا نتناول الموضوع من المنظار الفلسفي ولا السوسيولوجي، ولا من الجانب السيكولوجي ولا الفيزيولوجي، لأنها مجالات لا تدخل في إطار اختصاصنا.
Dikarenakan kami tidak membahas topik ini dari perspektif filosofis, sosiologis, psikologis, maupun fisiologis —karena bidang-bidang tersebut tidak masuk dalam lingkup spesialisasi kami—.
فإننا سوف نتوسع فيه حتى يشمل الآثار والثمرات التي جعلها الله تعالى لعباده المتقين، ونقسم ذلك إلى آثار عاجلة (أي في الحياة الدنيا) وآثار مدخرة لتكون جزاء في الآخرة.
Maka kami akan memperluas pembahasannya hingga mencakup dampak dan buah (hasil) yang Allah Ta‘ala sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Kami membagi hal tersebut menjadi dampak yang segera (di dunia) dan dampak yang disimpan sebagai balasan di akhirat.
– الآثار العاجلة: الأثر الأول: المخرج من كل ضيق والرزق من حيث لا يحتسب.
Dampak-dampak yang segera: Dampak pertama: Jalan keluar dari setiap kesempitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ [الطلاق: ٢-٣]
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [At-Thalaq: 2-3]
قال ابن عباس ينجيه من كل كرب في الدنيا والآخرة… وقال أبو سعيد الخدري: ومن يبرأ من حوله وقوته بالرجوع إلى الله يجعل له مخرجاً مما كلفه بالمعونة له. الجامع لأحكام القرآن 18/143.
Ibnu Abbas berkata: “(Allah) akan menyelamatkannya dari setiap bencana di dunia dan akhirat…” Abu Sa‘id al-Khudri berkata: “Dan barangsiapa yang berlepas diri dari daya dan upayanya dengan kembali kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari apa yang dibebankan kepadanya dengan bantuan dari-Nya.” Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an 18/143.
الأثر الثاني: السهولة واليسر في الأمور.
Dampak kedua: Kemudahan dan kelapangan dalam segala urusan.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا [الطلاق: ٤]
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” [At-Thalaq: 4]
قال سيد قطب: واليسر في الأمر غاية ما يرجوه الإنسان، وإنها لنعمة كبرى أن يجعل الله الأمور ميسرة لعبد من عباده، فلا عنت ولا مشقة ولا عسر ولا ضيقة. في ظلال القرآن 3602.
Sayyid Quthb berkata: “Kemudahan dalam urusan adalah puncak dari apa yang diharapkan manusia. Sungguh merupakan nikmat yang besar ketika Allah menjadikan urusan-urusan itu mudah bagi salah seorang hamba-Nya, sehingga tidak ada kesulitan, kepayahan, kesukaran, maupun kesempitan.” Fi Zhilalil Qur’an 3602.
الأثر الثالث: تيسر تعلم العلم النافع.
Dampak ketiga: Dimudahkannya mempelajari ilmu yang bermanfaat.
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [البقرة: ٢٨٢]
“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Baqarah: 282]
قال محمد رشيد رضا: أي اتقوا الله في جميع ما أمركم به ونهاكم عنه، وهو يعلمكم ما فيه قيام مصالحكم وحفظ أموالكم وتقوية رابطتكم، فإنكم لولا هدايته لا تعلمون ذلك. انظر كتاب التقوى: الغاية المنشودة والدرة المفقودة ص69.
Muhammad Rasyid Ridha berkata: “Yaitu bertakwalah kepada Allah dalam semua yang Dia perintahkan dan dilarang-Nya, maka Dia akan mengajarkan kepada kalian apa yang di dalamnya terdapat kemaslahatan kalian, penjagaan harta kalian, dan penguatan ikatan kalian. Karena jika bukan karena hidayah-Nya, niscaya kalian tidak akan mengetahui hal itu.” Lihat kitab At-Taqwa: Al-Ghayah al-Mansyudah wad Durrah al-Mafqudah hal. 69.
الأثر الرابع: إطلاق نور البصيرة.
Dampak keempat: Memancarnya cahaya mata hati (bashirah).
إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا [الأنفال: ٢٩]
“Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan yang batil).” [Al-Anfal: 29]
وإذا علمت أن التقوى عمل يتوقف على العلم، وأن هذا العلم لا بد أن يؤخذ بالتعليم والتلقي، وأن العمل بالعلم من أسباب المزيد فيه وخروجه من مضيق الإبهام والإجمال إلى فضاء الجلال والتفصيل فهمت المراد بالفرقان على عمومه…. من تفسير المنار 3/129.
Dan jika Anda mengetahui bahwa taqwa adalah amal yang bergantung pada ilmu, dan ilmu ini harus diambil melalui pengajaran dan penerimaan (talaqqi), serta pengamalan ilmu termasuk sebab bertambahnya ilmu tersebut dan keluarnya seseorang dari kesempitan ketidakjelasan menuju keluasan perincian yang agung, maka Anda akan memahami maksud furqan secara umum. Dari Tafsir Al-Manar 3/129.
الأثر الخامس: محبة الله والقبول في الأرض.
Dampak kelima: Kecintaan Allah dan diterimanya di muka bumi.
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ [آل عمران: ٧٦]
“(Bukan demikian), sebenarnya barangsiapa menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” [Ali ‘Imran: 76]
وعن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذا أحب الله العبد قال لجبريل: قد أحببت فلاناً فأحبه فيحبه جبريل عليه السلام، ثم ينادي في أهل السماء: إن الله قد أحب فلاناً فأحبوه، فيحبه أهل السماء ثم يوضع له القبول في الأرض.
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia berfirman kepada Jibril: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkanlah baginya penerimaan (qabul) di muka bumi.”
وعن هرم بن حيان قال: ما أقبل العبد بقلبه إلى الله إلا أقبل الله بقلوب المؤمنين عليه حتى يرزقه مودتهم، فقد وعد الله عز وجل عباده… بهذه المودة.
Dari Haram bin Hayyan berkata: “Tidaklah seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah melainkan Allah akan menghadapkan hati orang-orang beriman kepadanya hingga Allah memberinya rezeki berupa kasih sayang mereka. Sungguh Allah ‘Azza wa Jalla telah menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya… kasih sayang ini.”
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا [مريم: ٩٦]
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” [Maryam: 96]
الأثر السادس: البشرى وهي الرؤيا الصالحة وثناء الخلق ومحبتهم.
Dampak keenam: Kabar gembira (bisyarah), yaitu mimpi yang baik, pujian makhluk, serta kecintaan mereka.
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [يونس: ٦٢-٦٤]
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” [Yunus: 62-64]
أخرج الترمذي عن أبي الدرداء عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: هي الرؤيا الصالحة يراها أو تُرى له. ، وعن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ذهبت النبوة وبقيت المبشرات. رواه أحمد والترمذي وابن ماجه.
At-Tirmidzi mengeluarkan dari Abu ad-Darda’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Itu adalah mimpi yang shalih (baik) yang dilihat olehnya atau diperlihatkan untuknya.” Dan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kenabian telah pergi dan yang tersisa adalah kabar-kabar gembira (mubasysyirat).” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibn Majah).
الأثر السابع: الحفظ من كيد الأعداء ومكرهم.
Dampak ketujuh: Perlindungan dari tipu daya musuh dan makar mereka.
وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ [آل عمران: ١٢٠]
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” [Ali ‘Imran: 120]
قال الزمخشري: وإن تصبروا على عداوتهم وتتقوا ما نهيتكم عنه من موالاتهم، أو وإن تصبروا على تكاليف الدين ومشاقه، وتتقوا الله في اجتنابكم محارمه كنتم في كنف الله، فلا يضركم كيدهم. الكشاف 1/408.
Al-Zamakhsyari berkata: “Jika kalian bersabar atas permusuhan mereka dan bertakwa dari apa yang Aku larang berupa berloyalitas kepada mereka, atau jika kalian bersabar atas beban-beban agama dan kepayahannya serta bertakwa kepada Allah dalam menjauhi larangan-larangan-Nya, niscaya kalian berada dalam lindungan Allah, sehingga tipu daya mereka tidak akan membahayakan kalian.” Al-Kasysyaf 1/408.
الأثر الثامن: سبب لقبول الأعمال التي بها السعادة في الدنيا والآخرة.
Dampak kedelapan: Sebab bagi diterimanya amal-amal yang menjadi sarana kebahagiaan di dunia dan akhirat.
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ [المائدة: ٢٧]
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” [Al-Ma’idah: 27]
الأثر التاسع: سبب في النجاة من عذاب الدنيا.
Dampak kesembilan: Sebab keselamatan dari azab dunia.
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [فصلت: ١٧-١٨]
“Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.” [Fussilat: 17-18]
الأثر العاشر: الشرف وهيبة الخلق وحلاوة المعرفة والإيمان.
Dampak kesepuluh: Kemuliaan, kewibawaan di hadapan makhluk, serta manisnya makrifat dan iman.
قال ابن رجب رحمه الله: مما يرغب في شرف الآخرة وليس هو من قدرة العبد ولكنه من فضل الله ورحمته، ما يعوض الله عباده العارفين به الزاهدين في ما يغني من المال والشرف مما يجعله الله لهم في الدنيا من شرف التقوى وهيبة الخلق لهم في الظاهر.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Di antara hal yang membuat rindu akan kemuliaan akhirat —dan itu bukanlah atas kemampuan hamba melainkan karunia dan rahmat Allah— adalah apa yang Allah berikan sebagai pengganti bagi hamba-hamba-Nya yang mengenal-Nya dan zuhud terhadap apa yang fana berupa harta dan kedudukan, yaitu berupa kemuliaan taqwa dan kewibawaan di mata makhluk pada lahiriyahnya.”
ومن حلاوة المعرفة والإيمان والطاعة في الباطن وهي الحياة الطيبة التي وعدها الله.
“Serta manisnya makrifat, iman, dan ketaatan pada batiniyahnya; itulah kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) yang dijanjikan Allah.”
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [النحل: ٩٧]
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97]
وهذه الحياة الطيبة لم يذقها الملوك في الدنيا ولا أهل الرئاسات والحرص على الشرف. التقوى ص80. الأثر الحادي عشر: الثبات في الدنيا والآخرة.
Kehidupan yang baik ini tidak dirasakan oleh para raja di dunia, tidak pula oleh pemilik kekuasaan dan mereka yang rakus akan kemuliaan. At-Taqwa hal. 80. Dampak kesebelas: Keteguhan (itsbat) di dunia dan akhirat.
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ [إبراهيم: ٢٧]
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” [Ibrahim: 27]
الأثر الثاني عشر: البشارة عند الموت.
Dampak kedua belas: Berita gembira (bisyarah) saat menghadapi kematian.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ [فصلت: ٣٠-٣١]
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu’. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” [Fussilat: 30-31]
هذه بعض الآثار والثمرات التي يجنيها المؤمن في الدنيا بعبادته وتقواه، ولننتقل إلى الآثار والثمرات المدخرة له في الحياة الآخروية. الآثار الآجلة: الأثر الأول: تكفير السيئات وعظم الأجر.
Inilah beberapa dampak dan buah yang dipetik seorang mukmin di dunia melalui ‘ibadah dan ketakwaannya. Mari kita berpindah ke dampak dan buah yang disimpan untuknya di kehidupan akhirat. Dampak-dampak yang tertunda: Dampak pertama: Penghapusan keburukan dan besarnya pahala.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا [الطلاق: ٥]
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” [At-Thalaq: 5]
قال ابن جرير رحمه الله: ومن يخف الله فيتقه باجتناب معاصيه وأداء فرائضه، يمحو الله عنه ذنوبه وسيئات أعماله، ويعظم له أجرا.
Ibnu Jarir rahimahullah berkata: “Barangsiapa takut kepada Allah lalu bertakwa kepada-Nya dengan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya dan menunaikan kewajiban-kewajiban-Nya, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dan amal-amal buruknya, serta membesarkan pahalanya.”
يقول: ويجزل له الثواب على عمله ذلك وتقواه، ومن إعظامه له الأجر أن يدخله جنته فيخلده فيها. جامع البيان في تفسير القرآن 12/93.
Beliau berkata: “Yaitu (Allah) akan melimpahkan pahala atas amalnya tersebut dan ketakwaannya. Dan di antara bentuk pengagungan pahala tersebut adalah Dia memasukkannya ke dalam surga-Nya dan mengekalkannya di dalamnya.” Jami‘ul Bayan fi Tafsiril Qur’an 12/93.
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ [المائدة: ٦٥]
“Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.” [Al-Ma’idah: 65]
الأثر الثاني: ميراث الجنة.
Dampak kedua: Warisan surga.
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا [مريم: ٦٣]
“Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.” [Maryam: 63]
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ [آل عمران: ١٣٣]
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [Ali ‘Imran: 133]
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ [الطور: ١٧]
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.” [At-Thur: 17]
الأثر الثالث: ذهابهم إلى الرحمن ركبانا.
Dampak ketiga: Mereka pergi menuju Allah Yang Maha Pemurah dengan berkendaraan.
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا [مريم: ٨٥]
“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai utusan yang terhormat.” [Maryam: 85]
قال ابن كثير: يخبر الله تعالى عن أوليائه المتقين الذين خافوه في الدار الدنيا واتبعوا رسله وصدقوهم في ما أخبروهم، وأطاعوهم في ما أمروهم به، وانتهوا عما زجروهم، أنه يحشرهم يوم القيامة وفدا إليه والوفد هم القادمون ركباناً. 3/137.
Ibnu Katsir berkata: “Allah Ta‘ala mengabarkan tentang kekasih-kekasih-Nya yang bertakwa; mereka yang takut kepada-Nya di dunia, mengikuti para rasul-Nya dan membenarkan kabar mereka, menaati perintah mereka dan menjauhi larangan mereka, bahwa Allah akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat sebagai delegasi (wafdan) menuju-Nya. Dan wafdan adalah mereka yang datang dengan berkendaraan.” 3/137.
الأثر الرابع: حصولهم على أفضل النعيم.
Dampak keempat: Mendapatkan kenikmatan yang paling utama.
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا [النبأ: ٣١]
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” [An-Naba: 31]
وقال:
Dan Dia berfirman:
هَٰذَا ذِكْرٌ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ [ص: ٤٩]
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik.” [Shad: 49]
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ [القمر: ٥٤-٥٥]
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” [Al-Qamar: 54-55]
الأثر الخامس: عدم تحول الصداقة بينهم عداوة.
Dampak kelima: Persahabatan di antara mereka tidak berubah menjadi permusuhan.
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ [الزخرف: ٦٧]
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 67]
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ [الحجر: ٤٥-٤٧]
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman’. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” [Al-Hijr: 45-47]
وصفوة القول: إن أثر الوازع الديني في الدنيا سعة ورزق وسهولة ويسر، وعلم ونفاذ بصيرة، وصحبة وقبول، وبشارة وحفظ، وسعادة ونجاة، وشرف وثبات.
Inti perkataan ini adalah: Bahwa dampak kendali agama di dunia adalah keluasan dan rezeki, kemudahan dan kelapangan, ilmu dan tajamnya mata hati, persahabatan dan penerimaan, kabar gembira dan perlindungan, kebahagiaan dan keselamatan, serta kemuliaan dan keteguhan.
وهو في الآخرة: أجور وتكفير سيئات، وجنات ونعيم، وتكريم وخلود…. والله أعلم.
Sedangkan di akhirat adalah: pahala dan penghapusan dosa, surga dan kenikmatan, serta pemuliaan dan kekekalan…. Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply