العبادة معناها وأقسامها
Ibadah: Makna dan Pembagiannya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Ibadah: Makna dan Pembagiannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
إلى كم قسم تقسم العبادة؟ وما هي الأحكام الخاصة بالعبودية؟ الرجاء الإسراع في الجواب لأمر ضروري ولكم منا جزيل الشكر أخوكم احمد من العراق.
Terbagi menjadi berapa bagiankah ‘ibadah itu? Dan apa saja hukum-hukum yang khusus berkaitan dengan ‘ubudiyyah (penghambaan)? Mohon percepat jawabannya karena ada urusan mendesak, dan terima kasih yang sebesar-besarnya dari kami, saudara Anda Ahmad dari Irak.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:
فسؤالك هذا لا يتسع المقام للإجابة عليه بالتفصيل فالعبادة هي الحكمة التي خلق الله تعالى الإنسان من أجلها كما قال تعالى:
Pertanyaan Anda ini tidaklah cukup ruangnya untuk dijawab secara terperinci, karena ‘ibadah adalah hikmah tujuan Allah Ta‘ala menciptakan manusia, sebagaimana firman-Nya Ta‘ala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ [الذاريات: ٥٦]
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat: 56]
وهي بالمعنى العام كلمة جامعة شاملة لكل ما يحبه الله تعالى من الأقوال والأفعال الظاهرة والباطنة. كما عرفها شيخ الإسلام ابن تيمية.
‘Ibadah dalam makna umum adalah sebuah kata yang menghimpun serta mencakup segala hal yang dicintai oleh Allah Ta‘ala, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Demikianlah sebagaimana didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
وتنقسم إلى عبادة واجبة ومستحبة، وباعتبار آخر تنقسم إلى عبادة قلبية وبدنية ومالية أو بدنية ومالية معا.
Dan ia terbagi menjadi ‘ibadah yang wajib dan yang mustahabb (sunnah). Berdasarkan tinjauan lain, ia terbagi menjadi ‘ibadah hati (qolbiyyah), badan (badaniyyah), dan harta (maliyyah), atau gabungan antara badan dan harta secara bersamaan.
والتفصيل في هذه الأقسام يتطلب بحثا مطوَّلاً لاَ يتسع له المقام؛ فلذا ننصحك بالرجوع إلى الجزء الخامس من الفتاوى الكبرى لشيخ الإسلام ابن تيمية حيث فصَّل القول في المسألة بعد السؤال عنها.
Penjelasan rinci mengenai pembagian-pembagian ini memerlukan pembahasan yang panjang yang tidak mencukupi dalam ruang ini. Oleh karena itu, kami menasihatkan Anda untuk merujuk ke jilid kelima dari al-Fatawa al-Kubro karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, di mana beliau telah merinci penjelasan masalah ini setelah adanya pertanyaan mengenainya.
وإذا كان المقصود بالعبودية الخضوع والانقياد لأوامر الله تعالى فأحكامها قد ذكرها ابن القيم في مدارج السالكين قائلا: وبيانها أن العبودية منقسمة على القلب واللسان والجوارح وعلى كل منها عبودية تخصه.
Apabila yang dimaksud dengan ‘ubudiyyah adalah ketundukan dan kepatuhan terhadap perintah-perintah Allah Ta‘ala, maka hukum-hukumnya telah disebutkan oleh Ibnu al-Qoyyim dalam Madarij as-Salikin, beliau berkata: “Dan penjelasannya adalah bahwa ‘ubudiyyah itu terbagi kepada hati, lisan, dan anggota badan (jawarih), dan pada masing-masingnya terdapat ‘ubudiyyah yang dikhususkan baginya.”
والأحكام التي للعبودية خمسة: واجب ومستحب وحرام ومكروه ومباح وهي لكل واحد من القلب واللسان والجوارح. انتهى.
“Dan hukum-hukum bagi ‘ubudiyyah itu ada lima: wajib, mustahabb, haram, makruh, dan mubah; dan hukum-hukum ini berlaku bagi masing-masing dari hati, lisan, dan anggota badan.” Selesai kutipan.
وللفائدة راجع الفتوى الأخرى هنا :
Untuk tambahan manfaat, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini,
- Beribadah kepada Allah Ta‘ala : Tujuan dan Manfaatnya
- Buah Ibadah dan Dampaknya terhadap Individu dan Umat
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply