Kedudukan Shalat dalam Agama



منزلة الصلاة في الدين

Kedudukan Shalat dalam Agama

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Kedudukan Shalat dalam Agama ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

أرجو إفادتى فى هذا الموضوع فأنا التزمت من أيام قليلة ولكن أحيانا تفوتني الصلاة في مواعيدها حتى تتراكم فهل أصليها ؟ مع العلم أن هذا شاق جدا وأيضا ماذا أفعل في الصلوات التي فاتتنى وأنا لست ملتزماً ؟

Mohon penjelasannya mengenai masalah ini; saya baru mulai berkomitmen (menjalankan agama) sejak beberapa hari yang lalu, namun terkadang saya melewatkan shalat pada waktunya hingga menumpuk, apakah saya harus tetap mengerjakannya? Mengingat hal ini sangat berat. Juga, apa yang harus saya lakukan terhadap shalat-shalat yang terlewat ketika saya belum berkomitmen dahulu?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فلا شك أن الصلاة أمرها عظيم وهي صلة بين العبد وخالقه ، تنفرج بها الهموم، وتستجلب بها الأرزاق، وتدفع بها الآفات والمصائب الملمات.

Maka tidak diragukan lagi bahwa perkara shalat adalah urusan yang sangat agung. Ia adalah hubungan antara seorang hamba dengan Penciptanya; dengannya kegundahan sirna, rezeki didatangkan, serta berbagai penyakit dan musibah besar dapat tertolak.

ولقد كان من عظيم شأنها أن النبي صلى الله عليه وسلم: كان إذا حزبه أمر صلى . رواه أبو داود. حتى ثبت عنه عليه الصلاة والسلام أنه قال : جعلت قرة عيني في الصلاة . رواه أحمد وهو صحيح عن أنس رضي الله عنه .

Termasuk dari besarnya kedudukan shalat adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dahulu apabila beliau ditimpa suatu urusan (yang menyulitkan/merisaukan), beliau segera mengerjakan shalat. (HR. Abu Dawud). Bahkan telah tsabit dari beliau ‘alaihis shalatu was salam bahwa beliau bersabda: “Dijadikan penyejuk hatiku berada di dalam shalat.” (HR. Ahmad, dan ini adalah hadits shohih dari Anas radhiyallahu ‘anhu).

كَانَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

“Dahulu beliau (Nabi SAW) apabila ditimpa suatu urusan yang merisaukan, beliau segera mengerjakan shalat.” (HR. Abu Dawud)

ولا شك أخي الكريم أن المحافظ على الصلاة على وقتها والذي يتأهب لها ويستعد قبل وقتها ويحرص على عدم فوات جزء منها ، لا شك أن هذا ينتفع بصلاته ، وتظهر آثارها على جوارحه وسلوكه.

Dan tidak diragukan lagi wahai saudaraku yang mulia, bahwa orang yang menjaga shalat pada waktunya, yang bersiap-siap dan bersiaga sebelum waktunya tiba, serta sangat berhasrat agar tidak tertinggal satu bagian pun darinya, niscaya ia akan memetik manfaat dari shalatnya tersebut. Dampaknya akan terlihat pada anggota tubuh dan perilakunya.

فتعظيمه لهذا الركن العظيم من أركان الإسلام ومعرفة حق الله فيه دليل لتعظيمه أوامر الله والبعد عن نواهيه ، وكذلك من تهاون بهذا الركن العظيم ففي ذلك دليل على أنه فيما سوى الصلاة أشد تهاوناً.

Sebab pengagungannya terhadap rukun yang agung ini dari rukun-rukun Islam serta pengenalannya akan hak Allah di dalamnya, merupakan bukti atas pengagungannya terhadap perintah-perintah Allah dan upayanya menjauhi larangan-larangan-Nya. Demikian pula, barangsiapa yang meremehkan rukun yang agung ini, maka itu menjadi bukti bahwa dalam urusan selain shalat, ia akan jauh lebih meremehkan lagi.

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ [العنكبوت: ٤٥]

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” [Al-Ankabut: 45]

وهذا إنما يتم لمن حافظ على أوقاتها وواجباتها وسننها والخشوع فيها وكانت عنده بمكان ، وعلى من فاتته الصلاة أو تركها عمداً قضاؤها ولا تسقط عنه بحال.

Dan hal ini (mencegah dari kekejian) hanya akan terwujud secara sempurna bagi orang yang menjaga waktu-waktunya, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, serta khusyu’ di dalamnya, dan menjadikannya memiliki kedudukan yang tinggi di hatinya. Adapun bagi siapa yang terlewat shalatnya atau meninggalkannya dengan sengaja, maka wajib baginya untuk melakukan qadha, dan shalat tersebut tidak akan gugur darinya dalam keadaan apa pun.

نسأل الله تعالى أن يعينك على المحافظة على الصلاة وقضاء ما فاتك منها إنه ولي ذلك والقادر عليه .

Kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga Dia menolongmu untuk senantiasa menjaga shalat dan meng-qadha apa yang telah terlewat darimu, sesungguhnya Dia-lah Pelindung dan Yang Maha Kuasa atas hal tersebut.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.