Kepastian Pengabulan Doa



إجابة الدعاء متيَّقنة

Kepastian Pengabulan Doa

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Kepastian Pengabulan Doa ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الرحيم والصلاة والسلام على أشرف المرسلين أما بعد: فإنني أود أن تجيبوا عن سؤالي هذا….. أنا مريض منذ صغري سألت الله الشفاء كثيرا لكن ….. هل هذا يعني بأنني إنسان غير مستجاب الدعاء علما بأنه لا هم لي سوى ………….. لا أدري ماذا أكتب كل ما …………….

Bismillahirrahmanirrahim, shalawat serta salam semoga tercurah kepada rasul yang paling mulia. Amma ba’du: Saya ingin Anda menjawab pertanyaan saya ini… Saya telah sakit sejak kecil dan telah banyak memohon kesembuhan kepada Allah, namun… Apakah ini berarti saya adalah orang yang doanya tidak dikabulkan? Perlu diketahui bahwa saya tidak memiliki keinginan lain kecuali… Saya tidak tahu harus menulis apa lagi…

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فإن الدعاء من أعظم العبادات وأهم القربات، بل هو أساس العبادة، لقوله صلى الله عليه وسلم:

Sesungguhnya doa termasuk ibadah yang paling agung dan sarana pendekatan diri yang paling penting, bahkan ia adalah inti dari ibadah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

وقد أمرنا الله تعالى بالدعاء ووعدنا عليه بالإجابة، فقال تعالى:

Dan Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan atasnya, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ [غافر: ٦٠]

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu’.” [Ghafir: 60]

وقال تعالى:

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [البقرة: ١٨٦]

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Al-Baqarah: 186]

فتيقن -أخي الكريم- أنك إذا دعوت الله تعالى بإخلاص بعد تحصيل شروط الإجابة، وانتقاء موانعها، أن دعوتك ستجاب إن عاجلاً أو آجلاً أو يدخر لك مقابلها من الثواب ما هو خير منها لتناله في وقت أحوج ما تكون إليه.

Maka yakinlah —wahai saudaraku yang mulia— bahwa jika Anda berdoa kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas setelah memenuhi syarat-syarat pengabulan dan menjauhi penghalang-penghalangnya, sesungguhnya doa Anda akan dikabulkan baik cepat atau lambat, atau disimpan bagi Anda pahala yang setara dan lebih baik darinya untuk Anda terima di saat Anda sangat membutuhkannya.

فقد قال صلى الله عليه وسلم:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا، قَالُوا: إِذَا نُكْثِرُ، قَالَ: اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: (1) dikabulkan doanya dengan segera, (2) disimpan baginya di akhirat, atau (3) dipalingkan darinya keburukan yang semisal dengannya.” Para sahabat berkata: “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda: “Allah (pemberiannya) lebih banyak lagi.” (HR. Ahmad)

وعليك أن تحذر من العجلة واليأس وترك الدعاء، فعن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

Dan hendaknya Anda waspada dari sikap terburu-buru, putus asa, dan meninggalkan doa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي، فَيَتَحَسَّرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi, dan selama ia tidak terburu-buru.” Ditanyakan: “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru?” Beliau menjawab: “Ia berkata: ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa namun aku tidak melihat doaku dikabulkan,’ lalu ia merasa rugi saat itu dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim)

وعلى هذا فإن عليك ألا تستعجل، وتعلم أن هذا لا يعني أنك غير مستجاب الدعاء فربما تكون دعوتك قد قبلت، وصرف عنك بها من البلاء ما هو أسوأ، أو ادخر لك ثوابها، إلى وقت تكون أحوج ما تكون إليه.

Oleh karena itu, hendaknya Anda tidak terburu-buru dan pahamilah bahwa kondisi ini tidak berarti doa Anda tidak dikabulkan. Boleh jadi doa Anda telah diterima, lalu dengannya dipalingkan musibah yang lebih buruk dari Anda, atau disimpan pahalanya untuk Anda hingga saat di mana Anda sangat membutuhkannya.

وقد قال صلى الله عليه وسلم:

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim)

أسأل الله تعالى لك الشفاء العاجل، وأن يرزقنا وإياك إجابة الدعاء، ولمزيد الفائدة نرجو أن تطلع على الفتوى الأخرى هنا.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala kesembuhan yang segera bagi Anda, dan semoga Allah mengaruniakan pengabulan doa kepada kami dan Anda. Untuk manfaat lebih lanjut, kami harap Anda dapat meninjau fatwa lainnya di sini :

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.