شروط إجابة الدعاء
Syarat-syarat Terkabulnya Doa
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Syarat-syarat Terkabulnya Doa ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
لدي حاجة أريد تحقيقها، وقد أُشير علي بالعديد من الأدعية والصلوات، ولكنني أريد شيئا موثوقا به إما من القرآن وإما من السنة.
Saya memiliki sebuah hajat yang ingin saya wujudkan, dan saya telah disarankan untuk membaca berbagai macam doa dan shalawat. Namun, saya menginginkan sesuatu yang terpercaya, baik dari Al-Qur’an maupun dari Sunnah.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فاعلم أنه مما يجب الإيمان به أن العبد إذا دعا الله -تعالى- وهو مستكمل لشروط الإجابة منتفية عنه موانعها؛ فإن الله -تعالى- يجيب دعوته، إما عاجلاً في الدنيا، وإما أن يدخر له حسنات في مقابل دعوته، أو يصرف عنه من السوء مثلها. دلت على ذلك نصوص الشرع.
Ketahuilah bahwa di antara hal yang wajib diimani adalah bahwasanya seorang hamba apabila berdoa kepada Allah Ta’ala dalam keadaan memenuhi syarat-syarat pengabulan (ijabah) dan terbebas dari penghalang-penghalangnya (mawani’), maka Allah Ta’ala akan mengabulkan doanya; baik disegerakan di dunia, disimpan baginya sebagai kebaikan di akhirat sebagai ganti doanya, atau dipalingkan darinya keburukan yang semisal dengannya. Hal ini ditunjukkan oleh nash-nash syariat.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [البقرة: ١٨٦]
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Al-Baqarah: 186]
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ [غافر: ٦٠]
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu’.” [Ghafir: 60]
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إِذَا نُكْثِرُ، قَالَ: اللَّهُ أَكْثَرُ
“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: (1) dikabulkan doanya dengan segera, (2) disimpan baginya di akhirat, atau (3) dipalingkan darinya keburukan yang semisal dengannya.” Para sahabat berkata: “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda: “Allah (pemberiannya) lebih banyak lagi.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
وتتلخص شروط الاستجابة وموانعها في قول الله تعالى: (فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي) فمن استجاب لله -تعالى- في أمره ونهيه، وصدق بوعده وآمن به؛ فقد تحققت له شروط استجابة الدعاء، وانتفت عنه موانع الإجابة، فلن يخلف الله -تعالى- وعده.
Syarat-syarat pengabulan dan penghalangnya terangkum dalam firman Allah Ta’ala: “Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku”. Maka barangsiapa yang memenuhi panggilan Allah Ta’ala dalam perintah dan larangan-Nya, serta membenarkan janji-Nya dan beriman kepada-Nya, maka telah terpenuhi baginya syarat-syarat istijabah (terkabulnya) doa dan telah hilang darinya penghalang-penghalang ijabah. Dan Allah Ta’ala tidak akan pernah menyalahi janji-Nya.
ثم إذا دعا المسلم ربه فعليه ألا يستعجل ويستحسر ويترك الدعاء؛ فإن ذلك من موانع الإجابة كما في صحيح مسلم وغيره عن أبي هريرة -رضي الله عنه- أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
Selanjutnya, apabila seorang muslim berdoa kepada Tuhannya, hendaknya ia tidak terburu-buru, merasa letih, lalu meninggalkan doa. Sesungguhnya hal itu termasuk penghalang pengabulan doa sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim dan selainnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ. قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: وَمَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي؛ فَيَسْتَحْسِرُ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi, dan selama ia tidak terburu-buru.” Ditanyakan: “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru?” Beliau menjawab: “Ia berkata: ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa namun aku tidak melihat doaku dikabulkan,’ lalu ia merasa letih saat itu dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim)
فعليك أن تستجيب لله -تعالى- وتؤمن به، وتثق بوعده، وتدعوه، وتتحرى أوقات الإجابة، ولا تستعجل فإنه سيستجاب لك، واستفتح دعاءك بالثناء على الله -تعالى- والصلاة على النبي -صلى الله عليه وسلم- واختمه بذلك.
Maka hendaknya Anda memenuhi panggilan Allah Ta’ala, beriman kepada-Nya, percaya pada janji-Nya, berdoa kepada-Nya, mencari waktu-waktu ijabah, dan jangan terburu-buru karena doa Anda akan dikabulkan. Bukalah doa Anda dengan pujian kepada Allah Ta’ala dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta tutup pula dengannya.
ففي المسند والسنن عن بريدة قال: سمع النبي -صلى الله عليه وسلم- رجلا يقول:
Dalam Musnad dan Sunan dari Buraidah, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berkata:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُؤًا أَحَدٌ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”
فقال النبي صلى الله عليه وسلم: والذي نفس محمد بيده لقد سأل الله باسمه الأعظم الذي إذا سئل به أعطى، وإذا دُعي به أجاب.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan Ismul A’zham (Nama Allah yang Paling Agung) yang apabila Dia dimintai dengannya pasti memberi, dan apabila Dia didoakan dengannya pasti mengabulkan.”
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply