السرايا قبل بدر
Ekspedisi Militer Sebelum Perang Badar (Bagian Kedua – Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Ekspedisi Militer Sebelum Perang Badar (Bagian Kedua – Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah
سرية الخرار
Ekspedisi Al-Kharrar (Sariyyah al-Kharraar)
وقعت في ذي القعدة من السنة الأولى للهجرة ، وشملت عشرين راكباً بقيادة سعد بن أبي وقاص ، لاعتراض عيرٍ لقريش، فخرجوا مشاة يكمنون بالنهار، ويسيرون بالليل حتى وصلوا الخرَّار وهو موضع قرب الجحفة، فوجدوا العير قد مرت.
Peristiwa ini terjadi pada bulan Dzulqa’dah tahun pertama Hijriah, melibatkan dua puluh orang pasukan berkuda di bawah pimpinan Sa‘d bin Abi Waqqaash untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Mereka berangkat dengan berjalan kaki, bersembunyi di siang hari, dan berjalan di malam hari hingga mencapai al-Kharraar, yaitu sebuah tempat di dekat al-Juhfah, lalu mereka mendapati bahwa kafilah dagang tersebut telah lewat.
سرية نخلة
Ekspedisi Nakhlah (Sariyyah Nakhlah)
وكانت في رجب من السنة الثانية للهجرة ، وتتكون من اثني عشر رجلاً من المهاجرين بقيادة عبدالله بن جحش الأسدي ، وقد أعطاه الرسول صلى الله عليه وسلم كتاباً ، وأمره ألا يقرأه إلا بعد مسيرة يومين ، وتضمن الكتاب الأمر بالمُضِّي حتى وصول نخلة بين مكة والطائف ، ثم القيام برصد عيرٍ لقريش ، فساروا حتى بلغوا المكان ، فمرت العير تحمل زبيباً ، وأُدْماً ، وتجارة ، فلحق بها المسلمون حتى أدركوها في آخر يوم من رجب وهو من الأشهر الحرم ، فقتلوا ناساً من القافلة ، ولاذ البعض بالفرار ، وعادت السرية بالعير وأسيرين إلى المدينة ، فعاتبهم رسول الله صلى الله عليه وسلم على قتالهم في الشهر الحرام ، واستغل المشركون الحادثة ، وتحدثوا أن المسلمين قد انتهكوا الأشهر الحرم ، ثم نزل القرآن حاسماً للموقف بأنّ ما يقوم به المشركون من الصد عن دين الله ، وعن المسجد الحرام ، وإيذاء المؤمنين، والشرك بالله، أشد حرمة من القتال في الأشهر الحرم .
Ekspedisi ini terjadi pada bulan Rajab tahun kedua Hijriah, yang terdiri dari dua belas orang laki-laki dari kalangan Muhajirin (al Muhaajiriin) di bawah pimpinan ‘Abdullah bin Jahsy al-Asadiy. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberinya sebuah surat dan memerintahkannya agar tidak membacanya kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Surat tersebut berisi perintah untuk terus berjalan hingga mencapai Nakhlah, sebuah tempat di antara Makkah dan Thaif, kemudian melakukan pengintaian terhadap kafilah dagang Quraisy. Mereka pun berjalan hingga sampai ke tempat tersebut, lalu lewatlah kafilah dagang yang membawa kismis, kulit binatang, dan barang dagangan. Kaum Muslimin mengejarnya hingga mendapatinya di hari terakhir bulan Rajab, yang merupakan salah satu dari bulan-bulan haram (al asyhurul hurum). Mereka membunuh beberapa orang dari kafilah tersebut, sebagian lainnya melarikan diri, dan ekspedisi (sariyyah) itu kembali ke Madinah dengan membawa kafilah dagang serta dua orang tawanan. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menegur mereka atas pertempuran mereka di bulan haram. Kaum musyrik mengeksploitasi kejadian ini dan menyebarkan berita bahwa kaum Muslimin telah melanggar kehormatan bulan-bulan haram. Kemudian Al-Qur’an (al Qur-aan) turun untuk memutuskan perkara ini, bahwa apa yang dilakukan oleh kaum musyrik berupa menghalangi manusia dari agama Allah dan dari Masjidil Haram (al Masjidil Haraam), menyakiti orang-orang mukmin, serta menyekutukan Allah, dosanya jauh lebih besar daripada berperang di bulan-bulan haram.
قال تعالى:
Allah Ta‘aala berfirman:
{يَسأَلونك عن الشهر الحرام قتال فيه قل قتال فيه كبير وصد عن سبيل الله وكفر به والمسجد الحرام وإخراج أَهله منه أَكبر عند اللَّه والفتنة أَكبر من القتل} [البقرة: 217]
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh’.” [Al-Baqarah: 217]
بعد ذلك أطلق رسول الله صلى الله عليه وسلم سراح الأسيرين، ودفع دية المقتول إلى أوليائه. وكانت تلك السرايا في جملتها تهيئة للمسلمين، وإعداداً وتمهيداً مهماً لغزوة بدر الكبرى.وقد حققت تلكم والتحركات أهدافها، والتي من أهمها :-
Setelah itu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membebaskan kedua tawanan tersebut dan membayar tebusan (diyah) orang yang terbunuh kepada para walinya. Berbagai ekspedisi (saraayaa) tersebut secara keseluruhan merupakan pembekalan bagi kaum Muslimin, serta persiapan dan rintisan penting bagi Perang Badar Kubra (Ghazwah Badr al Kubraa). Pergerakan-pergerakan tersebut telah mencapai targetnya, yang di antara utamanya adalah:
– بسط هيبة الدولة في الداخل والخارج، فقد استطاعت تلك السرايا أن تلفت أنظار أعداء الدعوة والدولة الإسلامية إلى قوة المسلمين وقدرتهم على الجهاد .
– Menegakkan wibawa negara di dalam maupun luar negeri; ekspedisi-ekspedisi tersebut berhasil menarik perhatian musuh-musuh dakwah (ad da‘wah) dan Daulah Islamiyah terhadap kekuatan kaum Muslimin serta kemampuan mereka untuk berjihad (al jihaad).
– كانت السرايا بمثابة الإعداد العسكري لما يستقبله الصحابة من فتوحات وغزوات قادمة، وكانت السرايا شاهدا على إخراج جنود وقادة قامت على أيديهم نصرة هذا الدين .
– Ekspedisi tersebut berfungsi sebagai persiapan militer bagi apa yang akan dihadapi oleh para sahabat berupa pembebasan wilayah (futuuhaat) dan peperangan (ghazawaat) di masa depan, serta menjadi saksi lahirnya prajurit dan panglima yang di tangan merekalah kejayaan agama ini tegak.
– وكان الهدف الرئيس الذي تحقق، هو ضرب مركز العدو ( قريش )، حيث إنَّ قريشاً أدركت أنّ جانب المسلمين أصبح من المنعة بمكان ، وأنّ طريق تجارتها كذلك أصبح مهدداً من قِبَل المسلمين ، وأنّ عليها أن تفيء إلى رشدها وتذعن لأمر ربها ، أو على الأقل تمتنع من الوقوف في وجه تلك الدعوة المباركة الآخذة في الانتشار والقبول .
– Target utama yang berhasil dicapai adalah memukul pusat kekuatan musuh (Quraisy). Kaum Quraisy menyadari bahwa posisi kaum Muslimin telah menjadi sangat kuat, dan jalur perdagangan mereka juga menjadi terancam oleh kaum Muslimin. Mereka menyadari bahwa mereka harus kembali kepada kebenaran dan tunduk pada perintah Tuhannya, atau setidaknya berhenti menghalangi dakwah yang diberkahi ini yang mulai tersebar dan diterima luas.
لقد كان لتلك السرايا والبعوث الأثر البالغ على العصبة المؤمنة، حيث زادتهم يقيناً بنصر الله، وثباتاً على الحق، واعتقاداً بأن العاقبة للمتقين، كيف لا وقد بشرهم الله بذلك عندما قال:
Sungguh berbagai ekspedisi dan utusan tersebut memberikan dampak yang sangat mendalam bagi kelompok orang beriman (al ‘ushbah al mu’minah), di mana hal itu menambah keyakinan mereka akan pertolongan Allah, keteguhan di atas kebenaran, serta keyakinan bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Bagaimana tidak, sedangkan Allah telah memberikan kabar gembira kepada mereka akan hal itu ketika Dia berfirman:
{وعد اللّه الذين آمَنُوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأََرض كما استخلَف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا يعبدونني لا يشركون بي شيئا ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون} [النور: 55]
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nuur: 55]
وقال تعالى:
Dan Allah Ta‘aala berfirman:
{ولينصرن اللَّه من ينصره إن اللَّه لقوي عزيز} [الحج: من الآية 40]
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.” [Al-Hajj: dari ayat 40]
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply