الــزار … شعوذة وفجور
Az Zaar (Ritual Pemujaan Roh)… Syu‘wadzah dan Fujuur (Klenik dan Kefasikan) – Bagian Ketiga (Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Az Zaar (Ritual Pemujaan Roh)… Syu‘wadzah dan Fujuur (Klenik dan Kefasikan) ini masuk dalam Kategori Aqidah
ويتم في الزار طقس آخر هو تبادل الملابس لإعطاء تأثير سحري، فحين يتبادل الرجال ملابس النساء والعكس فإنهم يقصدون بذلك مخادعة الروح الشريرة ، كما أن تبادل الملابس يستخدم أيضاً لمقاومة السحر ورده .
Di dalam ritual pemujaan roh (az Zaar) dilakukan pula ritual lain yaitu pertukaran pakaian untuk memberikan efek magis. Ketika laki-laki mengenakan pakaian perempuan dan sebaliknya, mereka bermaksud untuk mengelabui roh jahat. Selain itu, pertukaran pakaian juga digunakan untuk menangkal dan mengembalikan sihir (as sihr).
ومن طلبات الكودية يسخر بيرم التونسي في زجل له، فيقول متحدثاً عن امرأة تبتغي السمنة وقد أظهر الأثر ” الأطر ” المطلوب منها :
Mengenai permintaan-permintaan al Kudyah (pemimpin wanita ritual), Bayram al-Tunisi mengejeknya dalam sebuah puisi rakyat (zajal), di mana ia berbicara tentang seorang wanita yang ingin gemuk dan telah menunjukkan “jejak” (syarat-syarat) yang diminta darinya:
طلع لها جوز تيوس من غير إشارة سود
وعجل أبيض يكون تحت السما مولود
وست وزات وفرخة عرقها مفرود
وديك عشاري عريض السدر والمنقار
Dia mengeluarkan sepasang kambing jantan hitam tanpa tanda,
Dan seekor anak sapi putih yang lahir di bawah kolong langit,
Enam ekor angsa dan seekor ayam betina yang tegak lehernya,
Serta ayam jantan berusia sepuluh bulan dengan dada dan paruh yang lebar.
وفي النهاية أقول : إن هذا الطقس ليس نادراً بل هو منتشر انتشاراً واسعاً ، وقد بدأت جلسات الزار تعلّب في أشرطة كاسيت ، وتوزع لتستخدمها النسوة على نطاق واسع كما لاحظت في البيئات الريفية المصرية .
Sebagai penutup saya katakan: bahwa ritual ini bukanlah hal yang langka, melainkan tersebar luas secara masif. Sesi-sesi ritual pemujaan roh (az Zaar) ini bahkan mulai dikemas dalam kaset-kaset rekaman dan didistribusikan untuk digunakan oleh kaum wanita secara luas sebagaimana yang saya amati di lingkungan pedesaan Mesir.
وقد وجد الدكتور عبد الرحمن عيسوي في استبانة أجراها على عينة من اللبنانيين والمصريين أن 20% من العينة المصرية التي لاحظها كانت تؤمن بأثر الزار في علاج الأمراض المستعصية في حين كان 15% من العينة اللبنانية مؤمناً بذلك .
Dr. Abdurrahman ‘Isawi menemukan dalam sebuah kuesioner yang dilakukan terhadap sampel warga Lebanon dan Mesir, bahwa 20% dari sampel warga Mesir yang beliau amati percaya pada pengaruh ritual pemujaan roh dalam mengobati penyakit-penyakit kronis, sementara 15% dari sampel warga Lebanon memercayainya.
وقد درس كثير من المستشرقين _ منذ قرنين أو يزيد _ هذا الطقس فيمـا درسوه من عوائد شعوبنا لتكون دراساتهم وسيلة فتاكة للانتشار بيننا كالسوس ، وممن درسوا الـزار إدوارد لين وكريس وسيمون مسنج جون كندي وهاري فاخوري وغيرهم … فتأمل .
Banyak kaum orientalis—sejak dua abad lalu atau lebih—telah mengkaji ritual ini di antara adat istiadat bangsa kita yang mereka pelajari, agar studi mereka menjadi sarana yang mematikan untuk menyebar di tengah-tengah kita seperti rayap. Di antara mereka yang mempelajari az Zaar adalah Edward Lane, Kriss, Simon Messing, John Kennedy, Harry Fakhoury, dan lain-lain… maka perhatikanlah.
ومن الطقوس الداخلة في موضوعنا والتي تمارس في الجزائر ما يسمى بالوعدة والنشرة ، وتشبهان – إلى حد كبير – الزار في مصر ، أو ربما كانت الزار المصري لكن على الطريقة الجزائرية .
Di antara ritual yang termasuk dalam topik kita dan dipraktikkan di Aljazair adalah apa yang disebut dengan al Wa‘dah dan an Nusyrah. Keduanya sangat mirip dengan az Zaar di Mesir, atau barangkali itu adalah ritual pemujaan roh versi Mesir namun dilakukan dengan cara Aljazair.
ففيهما الرقص والثيـاب المميزة والغيبوبة الانتشائية بالموسيقى والارتباط بالجن ، لكن ربما افترقنا عن الزار بطول مدة الممارسة التي قد تستمر اسبوعاً ، وببعض الملامح المحلية في الجن والأولياء .
Di dalamnya terdapat tarian, pakaian khas, keadaan tidak sadar (trans) akibat ekstasi musik, serta keterikatan dengan jin. Akan tetapi, mungkin perbedaannya dengan az Zaar terletak pada durasi praktiknya yang bisa berlangsung selama seminggu, serta beberapa ciri lokal terkait jin dan para wali (al awliyaa’).
والله أعلم .
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply