Syariat Jihad di Madinah (2)



تشريع الجهاد في المدينة

Syariat Jihad di Madinah (Bagian Kedua)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Syariat Jihad di Madinah (Bagian Kedua) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

ومن الصعب تقديم النماذج الكثيرة التي توضح أثر هذه التوجيهات النبوية على نفسية المقاتل المسلم ، ولكن يمكن اختيار نموذجين لمقاتلين من عامة الجند .

Sangat sulit untuk menyajikan banyak contoh yang menjelaskan pengaruh arahan-arahan nubuwah ini terhadap kondisi psikologis pejuang Muslim, akan tetapi dapat dipilih dua contoh dari prajurit biasa.

فقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للمسلمين أثناء القتال في غزوة أحد : ” قوموا إلى جنة عرضها السموات والأرض ” ، فسمعه عمير بن الحمام الأنصاري فقال : يا رسول الله جنة عرضها السموات والأرض !؟ قال: ” نعم ” فقال بخ بخ ـ كلمة تقال لتعظيم الأمر في الخير ـ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” ما يحملك على قولك بخ بخ ؟ ” قال : لا والله يا رسول الله إلا رجاءة أن كون من أهلها . قال : ” فإنك من أهلها ” . فأخرج تمرات من قرنه ، فجعل يأكل منهن ، ثم قال : لئن أنا حييت حتى آكل تمراتي هذه إنها لحياة طويلة ، قال : فرمي بما كان معه من التمر وقاتلهم حتى قتل .

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kaum Muslimin saat pertempuran dalam Perang Uhud (Ghazwah Uhud): “Bangkitlah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Maka ‘Umayr bin al-Humaam al-Anshaariy mendengarnya lalu berkata, “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas langit dan bumi!?” Beliau menjawab, “Ya.” Maka ia berkata, “Bakhin bakhin (ungkapan yang diucapkan untuk mengagungkan suatu perkara yang baik).” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang mendorongmu mengatakan bakhin bakhin?” Ia menjawab, “Tidak demi Allah, wahai Rasulullah, melainkan karena harapan agar aku menjadi bagian dari penghuninya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya engkau termasuk penghuninya.” Lalu ia mengeluarkan beberapa butir kurma dari kantong panahnya dan mulai memakannya, kemudian ia berkata, “Jika aku hidup sampai menghabiskan kurma-kurma ini, sungguh ini adalah kehidupan yang terlalu lama.” Perawi berkata: “Maka ia melemparkan sisa kurma yang bersamanya lalu memerangi mereka hingga ia gugur terbunuh.” (HR. Muslim)

فهذا النموذج الأول .

Maka ini adalah contoh yang pertama.

وأما الثاني : فقد صح أن أعرابياً شهد فتح خبير، أراد النبي صلى الله عليه وسلم أثناء المعركة أن يقسم له قسماً وكان غائبا ، فلما حضر أعطوه ما قسم له ، فجاء به إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : ما على هذا اتبعتك ، ولكني اتبعتك على أرمي هاهنا ـ وأشار إلى حلقه ـ بسهم فأدخل الجنة . قال: ” إن تصدق الله يصدقك ” قال : فلبثوا قليلا ، ثم نهضوا في قتال العدو فأتي به يحمل قد أصابه سهم حيث أشار، فكفنه النبي صلى الله عليه وسلم بجبته ، وصلى الله عليه ودعا له ، فكان مما قال: ” اللهم هذا عبدك خرج مهاجراً في سبيلك فقتل شهيدا ، وأنا عليه شهيد ” .

Adapun contoh kedua: Telah shahih bahwa seorang Arab Badui ikut serta dalam pembebasan Khaybar, lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak memberikan bagian rampasan perang kepadanya di tengah pertempuran sementara ia tidak ada di tempat. Ketika ia datang, mereka menyerahkan bagian yang telah ditetapkan untuknya. Maka ia membawa bagian tersebut kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Bukan karena ini aku mengikutimu, melainkan aku mengikutimu agar aku dipanah di sini—ia menunjuk ke arah tenggorokannya—dengan anak panah lalu aku masuk surga.” Beliau bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah akan membenarkanmu.” Perawi berkata: “Maka mereka tinggal sebentar, lalu bangkit memerangi musuh. Kemudian orang itu dibawa dalam keadaan digotong karena telah terkena anak panah tepat di tempat yang ditunjuknya.” Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengafaninya dengan jubah beliau, menshalatinya, dan mendoakannya, di antara yang beliau ucapkan adalah: “Ya Allah, ini adalah hamba-Mu yang keluar berhijrah di jalan-Mu lalu ia gugur sebagai syahid, dan aku menjadi saksi atasnya.” (HR. Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf)

فهذه الرواية شاهد قوي على ما يبلغه الإيمان من نفس أعرابي ألف حياة الغزوة والسلب والنهب في الجاهلية فإذا به لا يقبل ثمن لجهاده إلا الجنة ، فكيف يبلغ الإيمان إذاً من نفوس الصفوة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟! .

Riwayat ini menjadi saksi yang kuat tentang sejauh mana iman merasuk ke dalam jiwa seorang Arab Badui yang terbiasa dengan kehidupan peperangan, penjarahan, dan perampokan pada masa jahiliah (jaahiliyyah), namun tiba-tiba ia tidak menerima balasan bagi jiwanya melainkan surga. Jika demikian, lantas bagaimana kiranya keimanan yang merasuk ke dalam jiwa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam?!

أقسام الجهاد

Macam-macam Jihad :

يكون الجهاد بالكلمة ، وبالمال ، وبالنفس ، وفيما يلي تعريف بكل قسم من هذه الأقسام :

Jihad dapat dilakukan dengan lisan (kata-kata), harta, dan jiwa. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing dari macam-macam jihad ini:

الجهاد بالكلمة

Jihad dengan Lisan (Kata-kata) :

إن المقصود بالجهاد بالكلمة هو الدعوة إلى الله تعالى ، ببيان العقيدة والشريعة وتربية الناس وفقها ، والأمر بالمعروف والنهى عن المنكر ، وتوجيه النصح للحاكم، وخاصة إذا كان جائراً ،

Sesungguhnya yang maksud dengan jihad dengan lisan (al jihaad bil kalimah) adalah dakwah di jalan Allah Ta‘aala, dengan menjelaskan akidah (al ‘aqiidah) dan syariat (as syarii‘ah) serta membina manusia di atas keduanya, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, serta memberikan nasihat kepada penguasa, khususnya jika ia adalah penguasa yang zalim.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” أفضل الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر “

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jihad yang paling utama adalah kalimat keadilan di hadapan penguasa yang zalim (sulthaan jaa-ir).” (HR. Abu Dawud)

وقال: ” سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب ورجل قام إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله “

Dan beliau bersabda: “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin ‘Abdul Muththolib dan seorang laki-laki yang berdiri di hadapan pemimpin yang zalim, lalu ia memerintahkannya (kepada kebaikan) dan melarangnya (dari kemungkaran), kemudian pemimpin itu membunuhnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam as Silsilah as Shahiihah)

وذلك لأن الناس تهاب الظالم ولا تنصحه مما يؤدي إلى الطغيان والانحراف عن الاستقامة والمخالفة لدين الله ، فكان أجر من يسعى إلى تقويم الحاكم الجائر عظيماً ، لأن عودته إلى الاستقامة وطاعة الله تعالى تؤدي إلى إحياء فريضة الجهاد في المجتمع، وتهيئة الأمة روحياً وجسمياً وفكرياً لمتطلباته .

Hal itu karena manusia cenderung takut kepada orang yang zalim dan tidak menasihatinya, sehingga menyebabkan terjadinya kesewenang-wenangan, penyimpangan dari jalan yang lurus, serta pelanggaran terhadap agama Allah. Oleh karena itu, pahala bagi orang yang berupaya meluruskan penguasa yang zalim sangatlah agung, karena kembalinya penguasa tersebut kepada kelurusan dan ketaatan kepada Allah Ta‘aala akan menyebabkan hidupnya kembali kewajiban jihad di tengah masyarakat, serta mempersiapkan umat secara spiritual, fisik, dan intelektual untuk memenuhi tuntutan-tuntutannya.

Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.