المنامات لا يثبت بخبرها شيء
Mimpi Tidak Menjadi Dasar untuk Menetapkan Sesuatu
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Mimpi Tidak Menjadi Dasar untuk Menetapkan Sesuatu ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
تلقيت في بريدي الإليكتروني رسالة من صديق ورد فيها أن الذي رسم الكاريكاتير على الرسول صلى الله عليه و سلم مات محروقا وأن الدنمارك متكتمة على الخبر و رجى مني أن أنشر الخبر لأن أختا في فلسطين رأت بأن من سينشر الخبر سيفرحه الله بعد ٤ ساعات وأن رجلا يدعى د.عبد الله مصطفى شاهد في منامه رسول الله صلى الله عليه و سلم وأوصاه سلاما على الناس فيجب على كل من يقرأ الرسالة أن يوزعها على الناس وسيفرحه الله فرحا شديدا بعد ٤ أيام وإن لم يفعل سوف يحزن حزنا شديدا.
Saya menerima pesan di email saya dari seorang teman yang menyatakan bahwa pembuat kartun yang menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggal terbakar dan Denmark menyembunyikan berita tersebut. Ia meminta saya menyebarkannya karena seorang saudari di Palestina bermimpi bahwa siapa pun yang menyebarkan berita ini akan Allah berikan kegembiraan dalam 4 jam. Juga ada seorang pria bernama Dr. Abdullah Mustafa yang bermimpi melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menitipkan salam untuk manusia, sehingga setiap orang yang membaca pesan ini wajib menyebarkannya dan Allah akan memberikan kegembiraan luar biasa setelah 4 hari, namun jika tidak melakukannya ia akan berduka sedalam-dalamnya.
ثم ورد بأنها أمانة في ذمتي إلى يوم القيامة و أنه علي أن أنشرها على ٢٥ شخصا. أوصوني جزاكم الله عني كل خير ماذا علي أن أفعل ؟
Kemudian disebutkan bahwa ini adalah amanah di pundak saya sampai hari kiamat dan saya harus menyebarkannya kepada 25 orang. Berikanlah nasihat kepada saya, semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan, apa yang harus saya lakukan?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن المنامات لا يثبت بها شيء ولا يلزم بخبرها شيء، وعلى المسلمين أن يسعوا في إحياء سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فيتعلموها وينشروها بين الناس ويذبون عن الرسول صلى الله عليه وسلم بما يستطيعون.
Sesungguhnya mimpi-mimpi tidaklah dapat menetapkan sesuatu dan tidak ada konsekuensi hukum apa pun dari berita yang ada di dalamnya. Kewajiban bagi kaum Muslimin adalah berusaha menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan cara mempelajarinya, menyebarkannya di tengah manusia, serta membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semampu mereka.
وأما المنامات فلا يعتمد عليها ولا على ما فيها من الوعد والوعيد، بل قد يكون إشاعة هذا النوع من الأخبار مما يسبب استهزاء الكفار بالمسلمين.
Adapun mimpi-mimpi, maka tidak boleh dijadikan sandaran, baik terhadap janji (pahala/kegembiraan) maupun ancaman yang terkandung di dalamnya. Bahkan, menyebarkan berita-berita jenis ini terkadang justru menjadi sebab orang-orang kafir mengolok-olok kaum Muslimin.
وراجع الفتوى الأخرى هنا مع إحالاتها.
Silakan merujuk pada Fatwa lain di sini beserta rujukan-rujukannya :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply