سبب نزول سورة الكهف
Sebab Turunnya Surah Al-Kahf
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Sebab Turunnya Surah Al-Kahf ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
أسباب نزول سورة أهل الكهف
Apa sebab-sebab turunnya Surah Ash-habul Kahfi?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فإن سبب نزول سورة الكهف حسبما ذكره علماء التفسير كابن كثير وغيره هو كما يلي:
Sesungguhnya sebab turunnya Surah Al-Kahf sebagaimana disebutkan oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan lainnya adalah sebagai berikut:
فعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: بعثت قريش النضر بن الحارث وعقبة بن أبي معيط إلى أحبار يهود بالمدينة، فقالوا لهم: سلوهم عن محمد وصفوا لهم صفته وأخبروهم بقوله، فإنهم أهل الكتاب الأول، وعندهم علم ما ليس عندنا من علم الأنبياء،
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Kaum Quraisy mengutus An-Nadr bin al-Harits dan Uqbah bin Abi Mu’ait kepada para rabi Yahudi di Madinah. Mereka berkata kepada keduanya: “Tanyakanlah kepada mereka tentang Muhammad, sifat-sifatnya, dan kabarkanlah kepada mereka tentang apa yang ia ucapkan. Karena sesungguhnya mereka adalah ahli kitab yang pertama, dan mereka memiliki ilmu tentang para nabi yang tidak kami miliki.”
فخرجا حتى قدما المدينة فسألوا أحبار يهود عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ووصفوا لهم أمره وبعض قوله، وقالا: إنكم أهل التوراة، وقد جئناكم لتخبرونا عن صاحبنا هذا،
Maka keduanya berangkat hingga sampai di Madinah dan bertanya kepada para rabi Yahudi tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mensifatkan perkaranya dan sebagian ucapannya. Keduanya berkata: “Kalian adalah ahli Taurat, dan kami datang kepada kalian agar kalian memberitahu kami tentang kawan kami ini.”
قال، فقالت لهم: سلوه عن ثلاث نأمركم بهن، فإن أخبركم بهن، فهو نبي مرسل، وإن لم يفعل، فالرجل متقول، فروا فيه رأيكم.
Rabi-rabi tersebut berkata: “Tanyakanlah kepadanya tentang tiga hal yang kami perintahkan kepada kalian; jika ia memberitahukannya, maka ia adalah seorang Nabi yang diutus, namun jika ia tidak melakukannya, maka ia adalah orang yang mengada-ada, maka tentukanlah pendapat kalian mengenainya.
سلوه عن فتية ذهبوا في الدهر الأول ما كان من أمرهم، فإنهم قد كان لهم شأن عجيب. وسلوه عن رجل طواف بلغ مشارق الأرض ومغاربها، ما كان نبؤه؟ وسلوه عن الروح ما هو؟ فإن أخبركم بذلك، فهو نبي فاتبعوه، وإن لم يخبركم فإنه رجل متقول، فاصنعوا في أمره ما بدا لكم،
Tanyakanlah kepadanya tentang para pemuda yang pergi pada masa dahulu, bagaimana urusan mereka? Karena sesungguhnya mereka memiliki kisah yang menakjubkan. Tanyakanlah kepadanya tentang seorang lelaki pengembara yang sampai ke timur dan barat bumi, bagaimana kabarnya? Dan tanyakanlah kepadanya tentang Ruh, apakah itu? Jika ia memberitahu kalian tentang itu, maka ia adalah seorang Nabi, maka ikutilah ia. Namun jika ia tidak memberitahu kalian, maka ia adalah orang yang mengada-ada, maka perbuatlah terhadapnya apa yang kalian inginkan.”
فأقبل النضر وعقبة حتى قدما على قريش، فقالا: يا معشر قريش قد جئناكم بفصل ما بينكم وبين محمد، قد أمرنا أحبار يهود أن نسأله عن أمور، فأخبروهم بها، فجاءوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا: يا محمد أخبرنا، فسألوه عما أمروهم به، فقال لهم رسول الله صلى الله عليه وسلم:
An-Nadhr dan Uqbah pun kembali hingga sampai ke kaum Quraisy dan berkata: “Wahai kaum Quraisy, kami datang kepada kalian dengan keputusan antara kalian dan Muhammad. Para rabi Yahudi telah memerintahkan kami untuk menanyakan beberapa perkara kepadanya.” Maka mereka pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Muhammad, kabarkanlah kepada kami,” lalu mereka menanyakan apa yang diperintahkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada mereka:
“أخبركم غدا عما سألتم عنه”
“Aku akan kabarkan kepada kalian besok tentang apa yang kalian tanyakan.”
ولم يستثن، فانصرفوا عنه، ومكث رسول الله صلى الله عليه وسلم خمس عشرة ليلة لا يحدث الله له في ذلك وحيا، ولا يأتيه جبريل عليه الصلاة والسلام، حتى أرجف أهل مكة وقالوا: وعدنا محمد غدا واليوم خمس عشرة ليلة، وقد أصبحنا فيها ولا يخبرنا بشيء عما سألناه،
Beliau tidak mengucapkan pengecualian (tidak mengucapkan Insya Allah). Maka mereka pun pergi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggu selama lima belas malam tanpa ada wahyu yang turun mengenai hal itu, dan Jibril ‘alaihissalam pun tidak datang, hingga penduduk Makkah mulai bergunjing dan berkata: “Muhammad menjanjikan kita besok, dan sekarang sudah lima belas malam, kita sudah berada di dalamnya dan ia tidak mengabarkan apa pun kepada kita tentang apa yang kita tanyakan.”
وحتى أحزن رسول الله صلى الله عليه وسلم مكث الوحي عنه، وشق عليه ما يتكلم به أهل مكة، ثم جاءه جبريل عليه الصلاة والسلام من الله عز وجl بسورة أصحاب الكهف، فيها معاتبته إياه على حزنه عليهم وخبر ما سألوه عنه من أمر الفتية، والرجل الطواف، وقول الله عز وجل:
Hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa sedih karena tertahannya wahyu, dan beliau merasa berat dengan apa yang dibicarakan penduduk Makkah. Kemudian Jibril ‘alaihissalam datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla membawa Surah Ash-habul Kahfi, yang di dalamnya terdapat teguran bagi beliau atas kesedihannya terhadap mereka, serta kabar tentang apa yang mereka tanyakan mengenai para pemuda, lelaki pengembara, dan firman Allah Azza wa Jalla:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ… [الكهف: ٨٣]
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain…” [Surah Al-Kahf: 83]
إلى آخر الآيات.
…sampai akhir ayat-ayat tersebut.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply