Berapakah Jumlah Ayat di Dalam Al Quran ?

Berapakah Jumlah Ayat di dalam Al Quran ? : (1) : Madzhab Penghitungan Jumlah Ayat Al Quran

Kompilasi dan Alih Bahasa : Reza Ervani

u

Begitu luas dan detailnya Al Quran, sehingga begitu banyak cabang ilmu yang lahir untuk mempelajari Al Quran. Salah satunya adalah Ilmu ‘Adul Ay (عد الأي) yakni ilmu yang membahas tentang jumlah ayat dalam Al Quran. Tulisan ini hanya sebagai pengantar pengenal saja, semoga menjadi motivasi – utamanya bagi penulis – untuk belajar lebih banyak lagi terkait ilmu ini dan ilmu-ilmu Al Quran yang lainnya.

Madzhab ‘Adul Ay

Para ulama Al Quran, ada yang sependapat ada yang berbeda terkait jumlah ayat dalam Al Quran.

قَالَ أبو عَمْرو عثمانُ بنُ سَعيدٍ الدانيُّ (ت:444هـ): (باب ذكر الأعداد وإلى من تنسب من أئمة الأمصار ومن رواها عنهم.

Imam Abu Amr Utsman ibn Sa’iid Ad Danniy (wafat 444 H) mengatakan dalam “Bab : Penyebutan Jumlah Ayat Al Quran dan kepada Imam siapa rujukan dan riwayatnya” mengatakan :

اعلم أيدك الله بتوفيقه أن الأعداد التي يتداولها الناس بالنقل ويعدون بها في الآفاق قديما وحديثا ستة: عدد أهل المدينة الأول، والأخير، وعدد أهل مكة، وعدد أهل الكوفة، وعدد أهل البصرة، وعدد أهل الشام). [البيان:67]

Ketahuilah, semoga Allah memberikan engkau Taufiknya, bahwa penghitungan jumlah ayat Al Quran yang menjadi rujukan khalayak luas terdapat perbedaan di masa lampau dan saat ini dalam enam pendapat, yakni :

  1. Jumlah Ayat menurut Ahlul Madinah Awwal
  2. Jumlah Ayat menurut Ahlul Madinah Akhir
  3. Jumlah Ayat menurut Ahlul Makkah
  4. Jumlah Ayat menurut Ahlul Kuffah
  5. Jumlah Ayat menurut Ahlul Bashrah
  6. Jumalh Ayat menurut Ahlus Syam

قالَ أبو الفَرَجِ عبدُ الرَّحمنِ بنُ عَلِيٍّ ابنُ الجَوْزِيِّ (ت: 597هـ) : (فصل مذاهب البلدان في عد آي القرآن  : وأما عدد آي القرآن فمختلف فيها أيضا على حسب اختلاف العادين، والعدد منسوب إلى خمسة بلدان: مكة، والمدينة، والكوفة، والبصرة، والشام). [فنون الأفنان]

Abu Al Faraji Abdur Rahman ibn Ali ibn Al Jauziy (wafat 597 H) mengatakan dalam “Pembahasan Madzhab negeri-negeri terkait jumlah Ayat Al Quran” : “Adapun jumlah ayat Al Quran, maka terdapat perbedaan dikarenakan perbedaan dalam cara penghitungannya. Penghitungannya terbagi menjadi lima negeri : Makkah, Madinah, Kuffah, Basrah dan Syam [Kitab Fununul Afnan]

قالَ عَلَمُ الدِّينِ عليُّ بنُ محمَّدٍ السَّخَاوِيُّ (ت:643هـ): (عدد آي القرآن ينقسم إلى: المدني الأول، والمدني الآخر، والمكي، والكوفي، والبصري، والشامي). [جمال القراء:1/189]

Alamuddin Ali ibn Muhammad As Sakhowiy (wafat 643 H) mengatakan : “Penghitungan Jumlah Ayat Al Quran terbagi menjadi : Al Madani awal, Al Madani Akhir, Al Makkiy, Al Kuffiy, Al Bashri dan Asy Syammiy” [Kitab Jamalul Quraa]

قالَ جلالُ الدينِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بنُ أبي بكرِ السيوطيُّ (ت: 911هـ):(قال أبو عبد الله الموصلي في شرح قصيدته ذات الرشد في العدد: اختلف في عد الآي أهل المدينة ومكة والشام والبصرة والكوفة ولأهل المدينة عددان عدد أول؛ وهو عدد أبي جعفر يزيد بن القعقاع وشيبة بن نصاح، وعدد آخر؛ وهو عدد إسماعيل بن جعفر بن أبي كثير الأنصاري). [الإتقان في علوم القرآن:2/؟؟]

Jalaluddin Abdurrahman ibn Abi Bakr As Suyuthi (wafat 911 H) mengatakan : “Abu Abdillah Al Mushalliy berkata dalam Syarh Qashidah Dzaatur Rasydi terkait jumlah ayat Al Quran : ‘Terdapat perbedaan pendapat terkait penghitungan jumlah ayat Al Quran Ahlul Madinah, Ahlul Makkah, Ahlus Syam dan Ahlul Kuffah. Ahlul Madinah terbagi menjadi dua penghitungan. Penghitungan awal yakni penghitungan oleh Abu Ja’far Yazid ibn Al Qa’qa’i dan Syaibah ibn Nashah. Penghitungan akhir yakni penghitungan oleh Isma’il ibn Ja’far ibn Abi Katsir Al Anshori’ (Al Itqon fii Ulumil Quran)

قَالَ رِضْوانُ بنُ مُحَمَّدٍ المُخَلِّلاتِيُّ (ت: 1311هـ): (ثم إن الأعداد التي يتداولها الناس ويعدون بها في سائر الآفاق ستة، على عدد المصاحف الموجَّه بها إلى الأمصار على صح الأقوال فيها، ولذلك كان لأهل المدينة الشريفة عددان وواحد لأهل مكة وواحد لأهل الشام وواحد لأهل الكوفة وواحد لأهل البصرة).[القول الوجيز:101]

Ridwan ibn Muhammad Al Mukhallalati (Wafat 1311 H) mengatakan : “Kemudian dalam hal penghitungan yang dijadikan rujukan oleh masyarakat, terbagi menjadi enam perbedaan yang terdapat di khalayak luas, berdasarkan cara penghitungan pada mushaf-mushaf yang merujuk kepada perkataan yang shahih terkait hal tersebut, yakni dua cara penghitungan oleh Ahlul Madinah, satu cara penghitungan oleh Ahlul Makkah, satu cara penghitungan oleh Ahlus Syam, satu cara penghitungan oleh Ahlul Kuffah dan satu cara penghitungan oleh Ahlul Bashrah [Kitab Al Qaulul Wajiiz]

– قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَلِيّ مُوسَى (ت: 1429هـ): ( (1) يعني يتداولها الناس بالنقل قديمًا وحديثًا).[التعليق على القول الوجيز: ؟؟]

Abdur Razaq Ali Musa (wafat 1429 H) berkata dalam ta’liq (penjelasan) kitab tersebut diatas : “Yakni yang dijadikan rujukan oleh masyarakat di masa lampau dan masa kini” (Ta’liq ‘ala Qaulul Wajiiz)

قَالَ عَبْدُ الفَتَّاحِ بنُ عَبْدِ الغَنِيِّ القَاضِي (ت: 1403هـ) : (علماء العدد: هم سبعة على المشهور: المدني الأول، المدني الأخير، المكي، البصري، الدمشقي، الحمصي، الكوفي. . [نفائس البيان:؟؟]

Abdul Fatah ibnu Abdil Ghaniy Al Qaadhi (Wafat 1403 H) mengatakan : Ulama penghitungan ayat Al Quran ada tujuh yang masyhur : Al Madani Awwal, Al Madani Akhir, Al Maakiy, Al Bashriy, Al Dimasyqiy, Al Humusy, Al Kuufi. (Kitab Nafaa-isul Bayaan)

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung In sya Allah

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.