[SYARH ALFIYYAH LILUTSAIMIN] 420 – 421 Al Mudhof ila Ya Mutakallim (1) : Pembahasan Terkait Ya Mutakallim-nya

[المضاف إلى ياء المتكلم]

[SYARH ALFIYYAH LILUTSAIMIN] 420 – 421 Al Mudhof ila Ya Mutakallim : Pembahasan Terkait Ya Mutakallim-nya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

البحث هنا في أمرين: 

Pembahasan disini mencakup dua hal :

الأمر الأول: في هذه الياء.

Pembahasan Awal : Terkait huruf ya (Mutakallim)

والأمر الثاني: في المضاف إلى الياء.

Pembahasan Kedua : Terkait Mudhof ke Ya

مثال ذلك:

Contohnya :

جَاءَ غُلَامِي،

فهنا كسرنا آخر المضاف, و سكّنّا الياء

Pada contoh tersebut kita mengkasrahkan akhir dari mudhof, dan mensukunkan ya

ويجوز الفتح، فتقول: 

Boleh pula dengan memfathahkannya menjadi

جَاءَ غُلَامِيَ.

ويجوز حذف الياء كما في قوله تعالى:

Boleh pula menghilangkan ya sebagaimana pada firman Allah Ta’ala

{قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي} [طه:125]،

فالياء في (رب) حذفت.

Dimana ya pada Robbi dihilangkan

ويجوز إبدالها ألفاً، فتقول: 

Boleh pula menggantikannya dengan alif, sehingga kita mengatakan :

جاء غلاما، يعني: غلامي.

Yakni : Ghulaamiy

ويجوز حذف الألف فيبقى ما قبلها مفتوحاً، فتقول: 

Boleh pula menghilangkan alif dan huruf sebelumnya tetap, sehingga kita katakan :

جاء غلامَ.

فصار في الياء خمسة أوجه.

Sehingga terkait dengan ya mutakallim-nya terdapat lima opsi : Sukun, Fathah, Mengganti dengan Alif, Menghilangkan ya dan Menghilangkan Alif

والسبب في ذلك أن العرب تُكثِرُ من الإضافة إلى ياء المتكلم، فصاروا ينطقون بها على وجوه شتى، مثل الأشياء التي تَكثُر عندهم؛ تجد لها عدة أسماء كالأسد،  والسِّنَّورِ (اي : القطِّ، والبَسِّ) و ما أشبه ذلك, (بَسٌّ)  بفتح الباء عربيٌّ، قال في القاموس: والعامة تكسر , تقول البِسُّ.

Penyebab yang demikian adalah bahwa orang arab mengkasrohkan idhofah ke ya mutakallim, membuat pelafazhan suatu kata ada dalam beberapa versi, misalnya jenis yang dikasrohkan oleh mereka dari jenis isim seperti Al Asadi, As Sinnawri (yakni Al Qiththi, Al Bassi [Kucing]), dan yang serupa dengannya.

Bassun dengan ba fathah arabi, Dikatakan di dalam kamus : Umumnya dikasrahkan, dibaca Al Bissu

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.