Pengertian Isti’arah (3) : Etimologi



Pengertian Isti’arah (3) : Etimologi

Pengertian Isti’arah adalah artikel dalam Kategori Balaghah

Secara bahasa kata (استعارة) isti’aarah merupakan bentuk isim mashdar dari kata استعار (Isti’aara) – يستعير (yasta’iiru) yang memiliki makna meminjam, yaitu mengangkat sesuatu dan memindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Isti’arah diambil dari kata ‘aara, aa’wara, ‘awwara, ta’aawwara, ista’aara yang maknanya adalah mencari pinjaman, seperti kalimat ista’ârahu as-syai (dia meminjam sesuatu) yakni meminta untuk meminjamkan sesuatu tersebut kepadanya,6 Atau ista‟artu syaian „an fulân (saya meminjam sesuatu dari fulan).

Isti’aarah terbentuk dari fi’il tsulâtsî mujarrad (kata yang terdiri dari tiga huruf tanpa tambahan) yang tersusun dari huruf ‘ain, alif, dan raa (‘aara) kemudian diberi tambahan hamzah washl, sîn, dan taa, sehingga menjadi fi’il tsulâtsî mazîd (kata yang terdiri dari tiga huruf dengan tambahan) yang mengikuti wazan istaf’ala.

Isti’aarah merupakan mashdar dari kata ista’aara yasta’iîru isti’aarah yang menunjukkan makna thalab (mencari atau meminta), jadi isti’aarah bermakna thalab al-I’aarah (meminta pinjaman).

Isti’aarah diambil dari perkataan orang Arab  :

استعار المال

meminjam benda

Menurut D. Hidayat, maksud dari meminjam adalah untuk mengungkapkan makna dalam satu kata. Seperti peminjaman kata az zhulumât yang digunakan untuk mengungkapkan makna musyrik dan kata an nuur untuk mengungkapkan makna iman yang terdapat di dalam surat Ibrâhîm ayat 1 :

الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Kata az zhulumaat dan an nuur pada ayat tersebut adalah ungkapan majâz, karena yang dikehendaki bukanlah makna  sebenarnya. Kata az zhulumaat yang bermakna kegelapan digunakan sebagai makna kesesatan dan kata an nuur yang bermakna cahaya digunakan sebagai makna hidayah (petunjuk). ‘Alaaqah (hubungan) antar keduanya adalah karena adanya keserupaan, yaitu antara makna kesesatan dengan kegelapan dan makna petunjuk dengan cahaya. Pada ayat tersebut disembunyikan musyabbahnya (kesesatan/hidayah) dan ditampakkan musyabbah bihnya (kegelapan/cahaya) dengan jelas.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung in sya Allah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.