Sejarah Pencetakan al Quran (2)



Sejarah Pencetakan al Quran (2)

Kompilasi Oleh : Reza Ervani bin Asmanu

Sejarah Pencetakan al Quran adalah artikel dalam Kategori Ilmu Rasm dan Dhabth dan Sejarah Pencetakan al Quran

Gambar di atas adalah cetakan Mushaf Ludovico Maracci tahun 1698, menampilkan surah al-Rahman.
Gambar di atas adalah cetakan Mushaf Ludovico Maracci tahun 1698, menampilkan surah al-Rahman.

وفي عام 1834 ظهرت طبعة فلوجيل التي لاقت رواجا كبيرا في أوربا، وسنفصل الحديث عنها لاحقا.ـ

Pada tahun 1834, edisi Flügel, yang sangat populer di Eropa, muncul, dan kita akan kembali ke topik ini sebentar lagi.

ثم ظهرت أول طبعة إسلامية للمصحف في سانت بترسبورغ بروسيا سنة 1787م وأشرف عليها مولاي عثمان، كما ظهرت في قازان العاصمة الحالية لمنطقة تاتارستان طبعة أخرى عام 1801م بإشراف محمد شاكر مرتضى أوغلو ، ولم تلتزم بالرسم العثماني ولا ذكر أرقام الآيات.ـ

Kemudian, cetakan pertama Mushaf Islami muncul di Saint Petersburg, Rusia, pada tahun 1787 Masehi di bawah pengawasan Mullah Osman. Edisi lain muncul di Kazan, ibu kota saat ini dari wilayah Tatarstan, pada tahun 1801 Masehi di bawah pengawasan Muhammad Shaakir Murtezaoğlu, namun tidak mengikuti bentuk tertulis dari Mushaf ‘Utsmani dan tidak termasuk nomor ayat.

Mushaf St. Petersburg tahun 1787, dengan jenis dan komentar oleh Mullah Osman Ismail.
Mushaf St. Petersburg tahun 1787, dengan jenis dan komentar oleh Mullah Osman Ismail.
Mushaf Kazan tahun 1803.
Mushaf Kazan tahun 1803.

وفي إيران ظهرت طبعتان حجريتان إحداهما في طهران سنة 1828م، والأخرى في تبريز سنة 1833م.ـ

Dua cetakan litografi diproduksi di Iran: satu di Tehran pada tahun 1828 Masehi dan yang lainnya di Tabriz pada tahun 1833 Masehi.

وظهرت في الهند طبعات متعددة للقرآن أولها الطبعة التي ظهرت في مدينة لكنو بالهند عام 1850م، ثم طبع المصحف أيضا في كلكوتا ونيودلهي. وقد تميزت مصاحف الهند بتجزئة السور إلى أجزاء تقرأ في الصلوات ويركع بعد انتهاء كل جزء، ولا زالت علامات الركوع المرموز لها بالحرف (ع) على هامش المصحف ثابتة في مصاحف شبه القارة الهندية .ـ

Beberapa edisi Al-Qur’an muncul di India, yang pertama adalah cetakan yang dilakukan di kota Lucknow, India, pada tahun 1850 Masehi, diikuti oleh cetakan yang dilakukan di Calcutta dan New Delhi. Mushaf-mushaf India berbeda dalam hal mereka membagi setiap surah menjadi bagian-bagian yang akan dibaca dalam salat, sehingga seseorang dapat masuk ke dalam rukoo’ setelah menyelesaikan setiap bagian. Tanda rukoo’, ditandai dengan huruf ‘ain, masih hadir di pinggiran mushaf-mushaf di subbenua India saat ini.



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.